ALBUM REVIEW: BLEACH TO DEATH – SACRIFICING YOUR BELIEFS

BLEACH TO DEATH ‘Sacrificing Your Beliefs’ ALBUM REVIEW

Disaster Records / Retribution / Holding On Records. June 18th, 2026

Metalcore

Akhirnya!!!. Album penuh kedua dari BLEACH BLEACH TO DEATH, jawara para pemuda hardcore se-Nusantara, telah dimuntahkan pada pertengahan bulan Juli 2026 kemarin, via persekutuan antara tiga label antar negara, Disaster Records, Retribution Records, dan Holding On Records. Ketika album yang bertitel ‘Sacrificing Your Beliefs’, gua sempat dibuat sedikit bingung, pasalnya nama band yang dimotori oleh lima pemuda asal kota Bandung ini kok tiba-tiba nambah jadi ada akhiran “TO DEATH” dibelakangnya, padahal 2 minggu sebelum album ini diumumkan ke publik, grup ini baru juga melepaskan sebuah split release  bareng unit HC asal Thailand, SOUL OF SIN, yang saat itu masih menggunakan nama lama.

Sempet gua kira bakal ada perubahan arah bermusik begitu signifikan, sampai-sampai harus ganti nama, Namun setelah gua dengarkan LP yang berisikan sepuluh nomor ini masih tetap berpegang teguh pada pakem metalcore/metallic hardcore yang banyak terpengaruh band-band jebolan Good Life Recordings. Mungkin pergantian nama cuma urusan identitas dan pembedaan nama saja, BLEACH mungkin dirasa terlalu generik dan kurang mewakili sound ‘Cursed Life Fade’ ke atas, yang sudah tidak terlalu kongruen dengan materi era ‘Chrome EP’ dan ‘State of Grace’. Nama BLEACH TO DEATH jelas terdengar lebih gampang nancep, lebih gahar, dan kalau disingkat pun jauh lebih enak diteriakkan massa penonton saat mereka manggung: BTD!… BTD!… BTD!, apalagi nama BLEACH TO DEATH sendiri diambil dari salah satu lagu dalam LP debut mereka, jadi para fans lama kuintet ini pastinya tak asing lagi dengan nama tersebut.

Dengan total durasi kurang lebih 31 menit, ‘Sacrificing Your Beliefs’ merupakan sebuah album yang sangat padat, bahkan nomor 53 detik yang menjadi pengantar menuju lagu terakhir pun terdengar sangat taktis, presisi, dan penting sebagai momen transisi. Salah satu hal yang gua tangkap setelah mendengarkan full-length kedua dari BLEACH TO DEATH ini, adalah adanya pengaruh alternative rock/metal gelap yang sengaja ditebar di beberapa sudut album ini layaknya semacam foreshadowing, seperti 45 detik pertama lagu pembuka “First Fall” misalnya, sebelum akhirnya menemukan wujud absolutnya dalam lagu pamungkas “Skull Fractures”. Tapi tenang, masuknya elemen-elemen tersebut bukan berarti band ini jadi coba-coba ikut tren nu metalcore, KARENA BLEACH TO DEATH masih tetap berpegang teguh dengan akar metalcore akhir 90’an – awal 2000’an. Malah “Anguish”, “Hate”, dan “Menace” disokong aransemen brengsek pemukul pelipis, dengan aroma metal kematian yang semerbak di beberapa titik.

Trek keenam, “The Chosen Hate”, pantaslah kalau gua sebut sebagai lagu terbaik dari album ini. Karena, selain punya racikan riff terbaik dalam album, lagunya juga punya breakdown yang bisa bikin urat leher kecetit (breakdown terbaik dalam album selain “Anguish”). Lagu tersebut juga turut mendatangkan Vicky Mono sebagai vokalis tamu, hingga selipan di akhir track yang dibawakan oleh Almarhum Aries “Ebenz” Tanto. Pada akhirnya, penantian gua terhadap album penuh pertama BLEACH TO DEATH benar-benar terbayar lunas. Dari aspek songwriting, durasi, produksi, estetika, sampai gambar sampul yang berasa blast from the past banget, semuanya terasa digarap dan dikemas dengan maksimal. Gak salah sih kalau menurut gua BLEACH TO DEATH berpotensi menjadi the next big thing di scene lokal, karena sejak meredefinisikan sound mereka lewat ‘Cursed Life Fades’ tahun lalu, BLEACH TO DEATH sudah menjelma menjadi monster yang sangat berbahaya, tajam di studio, brutal di atas panggung, dan yang paling penting punya identitas yang makin susah diabaikan.(Peanhead)

9.7 out of 10.