
HELL HOUSE LLC ORIGINS: THE CARMICHAEL MANOR
Sutradara: Stephen Cognetti
USA (2023)
Review oleh Tremor
Ketika pertama kali dirilis pada tahun 2015, debut sederhana dari seorang penulis / sutradara pendatang baru bernama Stephen Cognetti tanpa diduga mendapat sambutan yang positif dari para penggemar horor. Film horor supranatural dengan format mockumentary / found footage yang berjudul Hell House LLC tersebut dianggap memiliki originalitas dan kreativitas dalam membangun nuansa supranatural yang merayap perlahan, dan segera memiliki penggemar setianya sendiri. Kesuksesan Hell House LLC memang cukup beralasan karena film tersebut memiliki premis yang menarik serta momen-momen horor yang dibangun dengan lumayan efektif meskipun bajetnya sangat terbatas. Untuk yang belum tahu, Hell House LLC berfokus pada insiden mengerikan di sebuah bangunan bekas hotel bernama hotel Abaddon (cek review Hell House LLC yang pernah saya tulis empat tahun lalu). Setelah kesuksesan tersebut, Cognetti mengembangkan kreasinya lewat dua sekuel, yaitu Hell House LLC II: The Abaddon Hotel (2018) dan Hell House LLC III: Lake of Fire (2019). Kedua sekuel ini mencoba untuk memperluas lore hotel Abaddon serta memperkenalkan sosok pemilik hotel yang sekaligus juga pemimpin sekte bernama Andrew Tully. Sayangnya, dua sekuel Hell House terasa semakin lemah, murahan, dengan kualitas yang jauh lebih buruk, seolah hanya mencoba mengeruk keuntungan dari kesuksesan film pertamanya. Saya pribadi sempat menduga kalau kualitas franchise ini akan semakin menurun seperti nasib kebanyakan franchise horor lainnya. Maka ketika Stephen Cognetti kembali merilis film keempatnya yang berjudul Hell House LLC Origins: The Carmichael Manor (selanjutnya akan saya sebut The Carmichael Manor saja), saya tidak berharap terlalu banyak. Untungnya pesimisme saya terpatahkan karena The Carmichael Manor memiliki kualitas horor yang jauh lebih baik dari dua sekuel sebelumnya. Menariknya, film ini juga berfungsi sebagai spin-off dalam universe Hell House yang bisa berdiri sendiri. Jadi mereka yang belum pernah menonton satupun film Hell House akan tetap bisa menikmati film ini tanpa perlu merasa bingung. Namun, tentu saja mereka yang memang mengikuti Hell House sejak awal akan menemukan beberapa tambahan informasi yang berkaitan dengan legenda hotel Abaddon.

Hell House LLC Origins: The Carmichael Manor berfokus pada sekelompok penyelidik supranatural amatir yang dipimpin oleh Margot yang menginap selama lima hari di sebuah rumah mewah milik keluarga Carmichael yang telah kosong selama puluhan tahun. Tak hanya kosong, rumah ini juga berada di lokasi terpencil di dalam hutan. Namun bukan itu yang membuat rumah Carmichael diyakini sangat berhantu oleh banyak orang, melainkan sebuah kejadian tragis yang pernah terjadi di dalamnya pada tahun 80-an: pembantaian sadis terhadap keluarga Carmichael. Tujuan utama Margot dkk adalah untuk menyelidiki kasus pembantaian Carmichael yang belum terpecahkan sejak 30 tahun yang lalu, sekaligus mendokumentasikan fenomena supranatural apapun yang bisa mereka alami. Setelah empat malam berada di rumah mewah Carmichael, kabar mengenai Margot dkk lenyap begitu saja. Yang ada hanyalah panggilan permintaan tolong ke 911 dari rumah itu yang akhirnya terputus. Rekaman-rekaman mereka yang ditemukan di dalam rumah Carmichael memperlihatkan semua kegilaan mengerikan yang terjadi selama mereka menginap di sana.

Saya rasa siapapun yang menyukai Hell House LLC, akan menyukai The Carmichael Manor karena film ini menghadirkan kembali semua formula yang membuat film pertamanya berhasil. Film ini bahkan menyajikan ketegangan dan momen seram yang jauh lebih banyak dibanding tiga film pendahulunya. Saya suka tempo film ini yang tidak terasa bertele-tele seperti kebanyakan film found footage lainnya. Karena The Carmichael Manor bertempo cukup cepat, maka ada lebih banyak ruang untuk Cognetti bisa menakut-nakuti penonton dengan lebih intens. Sama seperti film pertamanya, momen horor dalam The Carmichael Manor juga tidak terlalu bergantung pada jump scare saja. Ada banyak momen mengerikannya yang cukup solid justru muncul dari kengerian yang merayap dan bukan hanya momen mengagetkan semata. Sutradara Stephen Cognetti jelas cukup cekatan dalam memaksimalkan format found-footage untuk membangun atmosfer mencekam yang menimbulkan perasaan tidak nyaman sebelum sesuatu yang mengerikan menghantam penonton. Dia pernah membuktikannya lewat debutnya, dan film keempatnya ini memperlihatkan kemampuannya teknisnya yang sudah semakin mengesankan.
The Carmichael Manor terasa seperti sebuah chapter baru Hell House yang menyegarkan karena Cognetti mengambil keputusan yang tepat: membuat sebuah cerita baru, dengan lokasi yang juga baru. Sebagai sebuah spin-off, The Carmichael Manor bukan sekedar menjadi pelengkap dalam keseluruhan seri, melainkan sebagai sebuah tontonan horor yang solid dan bisa berdiri sendiri. Dalam cerita baru ini, para karakternya sama sekali tidak tahu menahu tentang Hotel Abaddon, meskipun pada akhirnya akan ada sedikit kaitan. Faktor kebaruan inilah yang memungkinkan para penonton yang tidak familiar dengan Hell House bisa menikmati The Carmichael Manor. Namun tentu para penggemar seri Hell House tidak akan dikecewakan dengan cerita baru ini, karena Cognetti tetap menggunakan banyak referensi serta menyisipkan beberapa easter egg yang mengacu pada trilogi aslinya. Semua referensi ini tidak akan membingungkan para penonton baru, tapi jelas berkaitan erat dengan elemen penting dalam keseluruhan legenda Abaddon Hotel. Salah satu yang paling jelas adalah kembalinya manekin-manekin berkostum badut menyeramkan dari Abaddon Hotel yang kini tersimpan di salah satu ruangan rumah mewah Carmichael. Bersama dengan entitas-entitas jahat yang tak terlihat, manekin-manekin badut ini menjadi bintang utama pemicu mimpi buruk dalam The Carmichael Manor, sekaligus masih menjadi ciri khas utama dari seri ini. Selain manekin badut, ada satu benda lagi yang memiliki peranan cukup penting dalam plot film ini, yaitu sebuah lemari jam kayu yang berasal dari hotel Abaddon. Dari sebuah kompartemen rahasia lemari jam inilah Margot dkk menemukan beberapa rahasia hotel Abaddon yang telah lama terkubur, jauh sebelum peristiwa mengerikan dalam film pertama Hell House terjadi, serta kaitannya dengan keluarga Carmichael. Dalam beberapa kesempatan Cognetti juga menyelipkan beberapa hal-hal minor lain yang merujuk pada trilogi Hell House, yang tentu akan menyenangkan para penggemarnya, dari mulai terungkapnya informasi lebih dalam mengenai Andrew Tully, asal-usul kostum badut, asal-usul musik yang terdengar dalam dua film pertama Hell House, hingga topeng Faust yang sempat muncul dalam Lake of Fire.

Tak banyak yang bisa saya keluhkan dari The Carmichael Manor selain karakter Margot yang egois dan menyebalkan, dengan peran klise ala film-film found-footage pada umumnya: sebagai sosok yang terlalu obsesif dan bersikeras tidak mau pergi meskipun situasi jelas-jelas semakin mengancam dan berbahaya. Bagi saya, stereotip karakter seperti ini sudah terasa usang untuk terus digunakan, dan siapapun yang membuat film found footage mungkin perlu memikirkan cara lain untuk membuat para karakternya tidak pergi dari lokasi. The Carmichael Manor juga bukanlah film sekelas pemenang Oscar. Tentu ada banyak kekurangan dalam penulisan di dalamnya, tapi masih sangat bisa untuk diabaikan. Bagaimanapun, The Carmichael Manor merupakan film yang sempat berhasil menyelamatkan franchise ini, meskipun dua tahun setelahnya Cognitti merilis Hell House LLC: Lineage (2025) yang kembali mengalami kemunduran kualitas sangat jauh kalau dibanding The Carmichael Manor. Terlepas dari semua stereotip dan klise umum genre di dalamnya, Hell House LLC Origins: The Carmichael Manor tetap berhasil menjadi film paling menakutkan dalam seri Hell House dengan kualitas dan kuantitas scares-nya yang sudah jauh lebih berkembang dibanding dua film sebelumnya.

