ALBUM REVIEW: PREJUDIZE – STATE TO KILL

PREJUDIZE ‘State to Kill’ EP Review

Husted Youth & Disaster Records. August 26, 2026

Metallic Hardcore/Death metal

Saat PREJUDIZE melepaskan LP perdana mereka, ‘Echoes of Life’, pada 2024 lalu, jujur gua gak terlalu tergugah. Album tersebut memang punya beberapa momen-momen cemerlang, layaknya nomor pembuka “Blessed”, “Define the World”, “Settle the Score”, dan “Blazing Pledge”, tetapi secara  keseluruhan albumnya agak terasa kurang ngena di telinga. Karena menurut gua, saat itu PREJUDIZE seperti masih mencoba meraba-raba sound mereka sendiri, yang mungkin merupakan alasan kenapa album tersebut jadi kayak kurang jelas juntrungannya mau dibawa kemana. Ditambah lagi, tahun 2024 udah kelewat dibanjiri segudang rilisan brengsek, sehingga ‘Echoes of Life’ dengan cepat tenggelam begitu saja dari radar gua pribadi. Dua tahun setelah kedatangan full-length debutnya, PREJUDIZE akhirnya kembali ke medan tempur dengan membawa EP teranyar bertajuk ‘State To Kill’. Tentunya, pada awalnya gua cukup sinis duluan dan belum begitu yakin dengan EP lima trek ini. Namun, begitu melihat artwork-nya yang grotesque nan macabre, kemudian dengerin “Blood of Purgatory”, gua langsung kepincut, secara tanpa banyak basa-basi, single tersebut langsung membidik pembuluh darah arteri sedari sayatan riff pertama, yang sontak membuat ogut terkapar lewat kebrutalannya yang luar biasa.

 

 

Apabila banyak band pengusung hardcore berbalut death metal lain di pasaran lokal, mencomot referensi cetak biru dari yang 4L (lu lagi lu lagi), yang berujung pada karakter musik mentok gitu-gitu doang. Dalam ‘State to Kill’ EP, PREJUDIZE justru dengan lantang menunjukkan penolakannya untuk sekadar menjadi pengekor. Alih-alih mengemulasi sound spesifik era/regional tertentu atau jadi kloningan ‘Si A’ atau ‘Si B’ misalnya, PREJUDIZE justru berupaya untuk menyerap ruh dan esensi fundamental aliran metal kematian secara lebih luas, untuk membangun identitas mereka sendiri yang autentik. Meskipun udah sempet tau kisi-kisi via single yg dilemparkan lebih dahulu, gua tetap gak menyangka bakal dibuat tergeletak di tanah efek diberondong langsung oleh kebiadaban nomor-nomor seperti “Born Into The Dying Ruins” dan “Endless Descent”. Grup ini pun tidak lantas melupakan akarnya, karena fondasi hardcore-nya masih terdengar begitu paten, dimana “Truth Decay”, “Sinners Unleashed”, dan tentunya “Blood of Purgatory”, bakalan mampu menyulap arena dansa klab-klab malam yang mereka parani, menjadi medan peperangan bagi para mosher untuk saling membabi-buta. Komposisi Materi? Check. Eksekusi? Check. Produksi? Check. Estetika keseluruhan? Check. Satu-satunya kekurangan ‘State To Kill’ praktis cuma durasinya yang kelewat singkat. Wajar sih, karena secara format masih EP, alhasil tiap selesai menggaung, bawaannya selalu pengen dengerin ulang. Karena kelima track dalam ‘State to Kill’ memang seganas itu.(Peanhead)

9.8 out of 10