ALBUM REVIEW: MASTODON – MARROW DEEP

MASTODON ‘Marrow Deep’ ALBUM REVIEW

Loma Vista Recordings. August 28th, 2026
Progressive metal

Kendati antusiasme gua sudah tak sebesar dulu lagi, setiap kali MASTODON melepaskan rilisan baru entah itu album, EP, ataupun kompilasi b-sides sekalipun, gua selalu meluangkan waktu untuk mendengarkan dengan seksama, hingga beli/import rilisan fisiknya. Memang secara objektif dan konsensus umum, sejak dimuntahkannya album yang dianggap bak mahakarya mereka, ‘Crack The Skye’ (2009), MASTODON belum pernah benar-benar melepaskan karya gagal. Sepanjang periode dari ‘The Hunter’ hingga ‘Hushed and Grim’, setidaknya mereka masih berhasil melahirkan lagu-lagu kelas wahid, namun ketika dinilai sebagai sebuah paket utuh, MASTODON masih kesulitan menyamai kualitas empat full-length awal. Gua sendiri pun merasa bahwa karya band asal Atlanta, Georgia ini, belum ada yang mampu membekas secara personal sejak 2009, karena tiap-tiap album paling hanya 20-30% lagu yang berkesan dalam jangka panjang, outlier paling (karena sudah on the right track) adalah ‘Hushed and Grim’, meskipun format album dobel-nya bloated parah, dan juga ‘Cold Dark Place’, lantaran hanya memuat empat lagu.

Karena sudah lebih dari satu dekade selalu bikin ekspektasi pribadi terus kandas, gua sempat sudah menyerah dengan MASTODON, sampai menjual semua kepingan CD-nya yang tersimpan di rak. Belum lagi pada pertengahan tahun 2025, MASTODON memutuskan untuk berpisah dengan gitaris lead sekaligus vokalis Brent Hinds (R.I.P), yang efek hengkangnya semakin membuat segala sisa antusiasme gua terhadap MASTODON semakin padam. Karena ia punya andil besar dalam membentuk identitas komposisi band ini sejak awal, berkat gaya distingtif permainannya yang mungkin banyak meleburkan teknik hingga kosakata musikal yang cukup nyeleneh dari pakem umum musik heavy metal pada zamannya, yang berakar kuat pada aliran blues, bluegrass/country, psychedelic rock, 70’s prog rock, yang tentunya membuatnya menonjol di antara para shredder segenerasinya.

Selang beberapa bulan saja seusai perpisahan MASTODON dan sang gitaris, pada 20 Agustus 2025, Hinds meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas setelah sepeda motor yang dikendarainya ditabrak kendaraan lain, yang tentunya sangat tragis mengingat dalam dokumenter ‘The Mastodon in the room’, Brann Dailor, Bill Kelliher, dan Troy Sanders mengkonfirmasi sebenarnya mengambil keputusan untuk mengeluarkan sang mendiang gitaris dari band adalah langkah terakhir untuk membantunya, yang dilakukan atas dasar rasa sayang dan kepedulian terhadapnya, dan ketiganya berharap ia bakal bangkit dari keterpurukan. Selain itu, mereka pun masih berharap perpisahan bukanlah bersifat permanen dan suatu hari nanti mereka dapat berekonsiliasi agar bisa kembali berkarya bersama.

‘Marrow Deep’ yang dirilis pada 28 Agustus 2026 via label baru Loma Vista Recordings. Menjadi LP pertama grup ini pasca hengkang dan kemudian wafatnya sang mantan gitaris, Troy Sanders, Bill Kelliher, dan Brann Dailor, tak begitu saja mencari pengganti yang dipaksa mengisi peran Brent Hinds dengan pendekatan serupa, mengingat karakter permainannya terlalu idiosinkratik untuk direplikasi begitu saja. MASTODON akhirnya merekrut gitaris lead yang punya karakter khas tersendiri, Nick Johnston, berserta kibordis berkebangsaan Brasilia, João Nogueira (THE CLAYPOOL LENNON DELIRIUM), untuk mengisi segala relung-relung kekosongan yang ditinggalkan salah satu arsitek musikal MASTODON.

Album yang berisikan 12 lagu dengan durasi hampir 70 menit ini, tak hanya hadir sebagai bentuk penghormatan untuk sosok mendiang Brent Hinds, ‘Marrow Deep’ juga menjadi sebuah momen selebrasi perjalanan karir MASTODON yang sudah menginjak 26 tahun lamanya. Ketika pertama kali memutar album ini, gua seperti dibawa kembali ke masa ketika pertama kali nonton ‘Unholy Alliance Tour DVD’ bajakan yang hasil beli di pasar, yang mengubah gua dari sekadar pendengar selingan menjadi jama’ah setia, berkat live performance gila mereka bawain “Crystal Skull”, “Capillarian Crest”, dan “Blood And Thunder”. Karena dalam ‘Marrow Deep’, MASTODON mampu meyakinkan ogut, kalau mereka masih punya naluri tajam dalam menulis materi-materi progressive sludge metal.

Kebuasan dan keganasan riff era ‘Leviathan’ dan ‘Blood Mountain” lumayan terdengar lantang di “Poisonous Weapons”, “Golden Spires”, dan “A Vampire’s Demeanor”, yang mampu membuat old-school fans tersenyum lebar. Begitu pula nomor-nomor prog rock atmosferik nan epik ala ‘Crack The Sky’ yang mampu bikin bulu roma berdiri seperti “Out Like a Lamb”, “The Vanishing”, dan closer “The Three Fates”, meski belum ada yang menyentuh durasi diatas sepuluh menit layaknya “The Czar”, “Hearts Alive”,  dan “The Last Baron”, dan sayangnya belum ada nomor yang sebarbar era ‘Lifesblood EP” & ‘Remission’.

Bahkan nomor radio-friendly, yang biasanya selalu ogut skip di album-album MASTODON sebelumnya, justru dalam ‘Marrow Deep’, baik “Snakes for Dinner”, “In the Ruins”, dan “Moth and Bone”, malah jadi lagu-lagu yang paling sering gua putar ulang dari rilisan ini. Belum lagi “Your Ghost Again” dan “Snakes for Dinner”, dimana grup ini secara blak-blakan menumpahkan segala menumpahkan segala kepedihan dan rasa kehilangan mereka, yang langsung menghujam sampai ke hati. Walaupun secara keseluruhan ‘Marrow Deep’, bisa dibilang layak disebut menjelma sebagai koleksi lagu terkuat yang dilepaskan MASTODON sejak 2009, masih ada dua lagu yang menurut ogut kurang begitu nampol dan bikin manjang-manjangin durasi saja, keduanya adalah “Barbarians Blood” dan “They’re Coming For You”, karena setiap gua dengerin kayaknya selalu “kok kurang bertenaga”, dan minim daya eksplosif, kalo dibandingkan sepuluh track lainnya.

Dari aspek produksi, ‘Marrow Deep’, menurut gua terdengar lebih nendang dari dua album sebelumnya, yang tentunya tak mengherankan mengingat MASTODON merekrut tim produksi yang isinya bukan orang-orang sembarangan: Kurt Ballou, Patrik Berger, Andrew Scheps, Ted Jensen, dan Miles Landrum. Selain itu untuk urusan artwork. Paul Romano kembali dipercaya untuk duduk di balik kemudi artistik, setelah sempet absen sejak ‘The Hunter’ hingga kompilasi ‘Medium Rarities”, sebelum akhirnya diajak terlibat lagi dalam ‘Hushed and Grim’. Kalau ‘Marrow Deep’ disejajarkan langsung dengan album-album elemental klasik MASTODON dulu, rasa kekecewaan mungkin bakalan masih tetap tak terelakan. Namun, apabila album ini dipandang sebagai evolusi, sekaligus penyempurnaan perjalanan musikal MASTODON pasca-‘Crack the Skye’, ‘Marrow Deep’ pantas dibilang sebuah pencapaian besar. Terlepas dari segala gonjang-ganjing yang terjadi sebelum proses penggarapan LP ini, ‘Marrow Deep’ menjadi bukti nyata kegigihan dan ketangguhan manusia untuk bangkit dari keterpurukan, sekaligus hadir sebagai kumpulan materi MASTODON yang paling solid, terarah, dan berdaya gebrak tinggi dalam lebih dari satu dekade terakhir.(Peanhead)

9.6 out of 10