SPIRIT ADRIFT ‘Infinite Illumination’ ALBUM REVIEW
20 Buck Spin. April 10th, 2026
Doom metal

Kabar sangat mengejutkan datang pada bulan Maret 2026 lalu, SPIRIT ADRIFT, unit heavy/doom metal besutan Nate Garrett (NEON NIGHTMARE, ex-GATECREEPER), mengumumkan bahwa grup yang awalnya dirintis sebagai solo proyek ini akan menutup lembaran perjalanan mereka. Pengumuman tersebut disertai perilisan dengan dilepaskannya standalone single, “Eternal Celestial Energy”, sekaligus pengumuman rencana peluncuran album keenam sekaligus terakhir mereka, yang saat itu masih belum diungkapkan tanggal rilis berserta judulnya. Dibubarkannya SPIRIT ADRIFT tidak terlepas dari kelelahan Nate Garrett terhadap realitas suram industri musik era sekarang, yang makin diperparah dengan persoalan pribadi, ketidakstabilan finansial, hingga tur yang malah bikin boncos. Bahkan sokongan major label sekalipun layaknya Century Media Records (yang sejak 2015 sudah jadi subsidiary Sony Music), tak serta-merta mampu menyelamatkan mereka dari bobroknya bobroknya iklim industri musik saat ini, yang sudah banyak memakan korban harapan dan impian para musisi, apalagi mereka yang di jalur “ben andergron”. Untuk mempersembahkan persembahan terakhir mereka, SPIRIT ADRIFT kembali menggandeng kembali 20 Buck Spin. Tak sekedar pulang kampung saja, group yang bermarkas di Austin, Texas ini juga secara gamblang kembali ke akar doom metal mereka, yang sebenarnya sudah terdengar kuat dalam “Eternal Celestial Energy”.

Setelah menjelajahi jalur tradisional heavy metal, terutama sound sekolah lama era 80-an, paling ketara di dua album sebelumnya, ‘Enlightened in Eternity’ dan ‘Ghost at the Gallows’, reorientasi SPIRIT ADRIFT kembali ke teritorial doom metal tentu menjadi angin segar, khususnya bagi para pendengar yang lebih demen tiga full-length awal, yang merasa sejak band ini ditarik Century Media, materinya jadi kurang greget. Gua sendiri sih, lebih sreg sama pendekatan “doomed heavy metal” SPIRIT ADRIFT dalam ‘Divided by Darkness’, begitu pula corak yang menjurus keluar spektrum doom metal pada album keempat mereka. Bahkan, LP 3 + 4 tersebut gua anggap sebagai dua teratas karya terbaik mereka. Meski berbalik arah, ‘Infinite Illumination’ tetap berhasil melampaui segala ekspektasi gua berkat materinya yang benar-benar kuat. Sebelum nge-click ikon play di benkem 20 Buck Spin, gua sama sekali gak menyangka kalau Nate Garrett, Jason Dahlke, Sonny DeCarlo, dan Mike Arellano bakal menginjeksikan elemen epic doom metal sampai begitu meresap ke dalam komposisi 8 trek dalam rilisan ini. Sebagai jama’ah fanatik CANDLEMASS, SOLITUDE AETURNUS, dan WHILE HEAVEN WEPT, yang kenal dengan aliran doom via jalur epic doom, gua pun langsung tergetar ketika lagu-lagunya berkumandang, meski baru pertama kali denger, sekaligus tak kuasa menahan diri untuk ikut karokean penuh penghayatan, sambil ngikutin performa vokal menggelegar dalam title track pembuka album kolosal, serta lagu ketiga, “You Will Never Hold the Key”.
SPIRIT ADRIFT tentunya tak mencampakkan begitu saja naluri heavy metal mereka, yang telah diasah udah cukup lama, selain fragmen-fragmen logam berat masih banyak tersebar di seluruh penjuru album, dalam trek keenam “White Death”, band ini dengan lantang menyuguhkan ramuan heavy metal tulen yang gercep nyantol di telinga dengan segala atribut khasnya. ‘Infinite Illumination’ tak hanya menyajikan koleksi aransemen terkuat SPIRIT ADRIFT secara back-to-back, Nate Garrett juga mempertontonkan performa vokal paling powerful dan paling sarat muatan emosi sepanjang 11 tahun perjalanan grup ini. Sedangkan dari sisi produksi, Christopher “Zeuss” Harris akhirnya berhasil menemukan racikan yang tepat, tak seperti ‘Ghost at the Gallows’ yang terdengar kelewat steril di kuping gua. Kali ini, ia sukses mengembalikan ketajaman dan daya gigit yang pada album sebelumnya kurang terartikulasikan. Secara keseluruhan, ‘Infinite Illumination’ merupakan album yang nyaris sempurna dari awal hingga akhir, dengan pacing antar track yang dirajut begitu apik. Sayangnya, bagian penutup terasa agak abrupt dan menyisakan dahaga yang tak terpenuhi, padahal ‘Infinite Illumination’ merupakan album terakhir SPIRIT ADRIFT. Seandainya “Eternal Celestial Energy” disertakan sebagai bonus track, at least dalam edisi fisiknya, mungkin album ini bakalan terasa lebih paripurna dan gak meninggalkan semacam phantom pain yang menggerogoti hati. Meski begitu, gua angkat topi kepada SPIRIT ADRIFT, karena telah mencurahkan segenap isi hati mereka ke dalam swan song mereka ini, sekaligus menutup lembaran perjalanan SPIRIT ADRIFT dengan kepala tegak dan api yang berkobar hingga akhir.(Peanhead)
9.8 out of 10