
TOGETHER
Sutradara: Michael Shanks
Australia / USA (2025)
Review oleh Tremor
Together adalah debut film fitur dari sutradara sekaligus penulis pendatang baru asal Australia, Michael Shanks. Dari mulai materi promosi poster hingga trailer-nya, rasanya sudah cukup jelas bahwa Together merupakan sebuah film drama komedi romantis untuk para penggemar horor. Lewat debutnya ini, Michael Shanks mencoba mengeksplorasi tema seputar kebergantungan dalam hubungan romantis menggunakan kacamata salah satu sub-genre horor favorit saya: body horror.

Film ini bercerita tentang pasangan muda Millie dan Tim, yang pindah dari kota besar untuk menetap di pedesaan karena Millie yang berprofesi sebagai guru mendapat pekerjaan baru di sekolah setempat. Sementara itu, Tim adalah seorang musisi pengangguran yang masih memegang teguh mimpi remajanya yang tidak realistis untuk menjadi seorang rockstar. Mimpi tersebut membuatnya sedikit ragu untuk ikut pindah bersama Millie ke pedesaan, karena ia menyukai kehidupan di kota yang memiliki lebih banyak peluang untuk karir musiknya. Setelah menjalin hubungan romantis selama lebih dari satu dekade, dinamika hubungan mereka mulai dipenuhi rintangan emosional. Kehangatan antar keduanya juga mulai berubah sejak Tim kehilangan orang tuanya dan ia membutuhkan banyak ruang dan waktu untuk perlahan pulih dari traumanya. Meskipun Millie berusaha menemani dan menghiburnya sebaik ia bisa, namun Tim tetap terasa berjarak secara emosional. Terkadang situasi ini melelahkan bagi Millie. Dengan kepindahan mereka ke pedesaan, Millie berharap hubungan mereka bisa sedikit membaik. Suatu hari ketika sedang hiking di hutan dekat lingkungan barunya, mereka terjebak di tengah hujan lebat dan terperosok ke dalam sebuah goa bawah tanah. Keduanya terpaksa menghabiskan malam di dalam goa tersebut sambil menunggu hujan reda. Sejak awal, goa tersebut sudah cukup misterius karena terdapat lonceng tua yang seakan telah tertanam di bibir goa, serta terdapat semacam kolam air tawar di tengahnya. Saat menyadari bahwa persediaan air minum mereka telah habis, mereka mulai minum dari air kolam misterius tersebut. Sejak itu, mulai ada perubahan dalam hubungan Millie dan Tim. Secara perlahan, hubungan mental dan fisik mereka memang terasa semakin dekat, namun dengan cara yang tidak terduga dan tak terkendali.

Sebelum unsur horor muncul dalam film ini, Together sudah lebih dulu mengembangkan dua karakter utamanya dengan cukup baik. Selain karena penulisan dan akting yang bagus, dinamika serta chemistry antara Millie dan Tim terasa cukup meyakinkan dan alami karena kedua karakter ini diperankan oleh sepasang aktor yang memang merupakan pasangan suami istri di kehidupan nyata, yaitu Alison Brie dan suaminya Dave Franco. Mereka berdua menjadi kekuatan utama film ini bukan hanya dalam plotnya saja, tetapi juga pada sisi produksinya, karena Brie dan Franco adalah produser dari Together. Seperti layaknya film komedi romantis pada umumnya, drama dalam Together berpusat pada hubungan romantis antara Millie dan Tim beserta semua intriknya yang cukup realistis. Meskipun hubungan mereka sedang menghadapi rintangan, tapi cukup jelas kalau mereka saling mencintai satu sama lain. Together bisa juga bekerja pada tingkatan simbolis, misalnya menggambarkan kehidupan pernikahan pada umumnya: ikatan di mana dua orang menjadi satu. Beberapa orang berpendapat kalau ikatan semacam itu adalah hal yang baik dan merupakan bentuk komitmen cinta tertinggi. Namun makna kebersamaan dua orang menjadi satu dalam konteks film ini tidak digambarkan dengan imaji-imaji yang manis. Pada akhirnya Millie dan Tim harus berhadapan dengan tema utama film ini, yaitu tentang apa yang seseorang rela lakukan untuk hubungannya. Pada titik ini, Together semakin menggeser narasi romantisnya menjadi sesuatu yang jauh lebih gelap, ekstrim, dan mengganggu. Apa yang dimulai sebagai hubungan romantis dengan ketegangan yang wajar, secara bertahap mulai terurai menjadi kisah body horror dengan sedikit bumbu dark comedy dan folk horror.

Pada sisi body horornya, Together bisa terasa cukup menjijikkan, menggelikan, sekaligus juga brilian di waktu bersamaan. Momen ketika hal-hal ganjil dan mengerikan terjadi pada tubuh Millie dan Tim justru adalah momen-momen yang paling menghibur dari film ini. Desain body horror dalam Together memang tidak seekstrim dan sebrutal The Substance (2024), tetapi tetap terasa sangat efektif. Setiap adegan body horror ini dieksekusi dengan sangat baik lewat penggabungan special effect tradisional dan makeup prostetik yang cukup mengesankan, lalu diperkuat dengan sentuhan CGI yang berhasil diintegrasikan dengan baik. Special effect body horror favorit saya dari Together, dan mungkin favorit banyak penonton lainnya, adalah sesuatu yang Tim temukan di dalam goa pada babak ketiganya.
Together bukanlah film yang sempurna, tapi film ini tetap merupakan debut yang mengesankan dan cukup menghibur. Tentu saja ada beberapa masalah kecil dalam Together yang perlu kita abaikan untuk bisa menikmati film ini. Di luar semua kekurangannya, Shanks tetap berhasil mencapai keseimbangan yang bagus antara drama romantis dan pengalaman body horror yang mengerikan sekaligus kreatif, tanpa terasa dipaksakan. Sebagai sebuah film body horror, Together memang tidak akan pernah bisa berada pada tingkatan yang sama dengan The Thing (1982), Society (1989) dan The Substance (2024), tapi ini adalah kontribusi yang menyenangkan untuk subgenre tersebut. Michael Shanks telah menulis dan menyutradarai debutnya dengan cukup baik, membuat saya penasaran dengan apa yang akan ia buat selanjutnya.

