ALBUM REVIEW: BILLFOLD – VAXA AFTUR

BILLFOLD ‘Vaxa Aftur’ ALBUM REVIEW

Disaster Records. June 1st, 2026

Pop punk/Easycore

Setelah sempat menutup perjalanannya di penghujung tahun 2018, banyak yang mengira BILLFOLD tak akan pernah muncul lagi ke permukaan alas bakal benar-benar tamat tokk, meski saat itu banyak juga fans mereka yang saat itu belum sepenuhnya menerima perpisahan tersebut. Maklum saja, setelah hampir satu windu mengarungi liga pop punk/easycore tanah air, unit asal Bandung tersebut telah meninggalkan napak tilas yang tak terabaikan, mulai dari anthem generasi pemuda era 2010’an layaknya “Abaikan” dan “Bisa”, hingga debut album ‘Brave’ (2014), yang melesatkan nama mereka ke jajaran terdepan scene musik pop punk lokal era itu. Namun, kata bubar atau perpisahan ternyata tak selalu berarti akhir yang absolut, karena toh CYNIC (2006) dan NEVERMORE (2024) pun bisa comeback.

Empat tahun berselang setelah pamit mundur, BILLFOLD akhirnya kembali bangkit dengan formasi baru yang menghadirkan Savira Razak (eks-KILLING ME INSIDE) dan Mustika Kamal (eks-LAST GOAL! PARTY) di balik mikrofon untuk menggantikan Gania Alianda. Gue sendiri sebenernya gak familiar dengan materi-materi BILLFOLD sebelum bubar, dan udah cukup lama gak nyetel pop punk, karena terakhir intens denger genre ini sekitar 2017-2018 ketika NEW FOUND GLORY, HEARTSOUNDS, hingga ICARUS THE OWL baru rilis album baru, dan BELMONT merilis debut mereka. Sedangkan untuk easycore sendiri, kendati udah terekspos sejak pertengahan 2000’an, berkat A DAY TO REMEMBER, FOUR YEAR STRONG, dan RUFIO, kalau gak salah ‘In Some Way, Shape, or Form’ (2011) jadi rilisan dari cabang pop-punk tersebut yang terakhir gua denger.

Tiga tahun setelah comeback mereka menghebohkan kancah permusikan nasional, lewat penampilan luar biasa di gelaran Maternal Disaster Live Session, BILLFOLD akhirnya nongol dengan single baru “Memori”, yang diambil dari album baru, ‘Vaxa Aftur’, yang dalam bahasa Islandia berarti ‘Tumbuh Kembali’ (kalau kata mbah google). Berhubung album/rilisan termutakhir dari band-band favorit ogut kayak STORMKEEP, HAUL, KHEMMIS, dan WARNING masih belum dirilis, akhirnya gue secara iseng-iseng memberanikan diri mendengarkan album ketiga BILLFOLD, walaupun buta sama sekali dengan dua album sebelumnya, efek waktu itu sempet gak sengaja mendengarkan single “Memori” via autoplay Youtube, yang ternyata luar biasa catchy dengan sensibilitas pop kuat tapi tak overdosis.

Pas lagu pertama, “Terjaga”, mulai menyapa telinga, gua rada kaget, apa ini server DSP lagi error atau gimana, karena kok lagunya malah jadi surf pop tulen, tetapi ternyata bukan glitch, bukan bug, karena memang band ini sepertinya sedang mencari suasana baru buat lagu intro, sebab untuk lagu kedua, BILLFOLD langsung menyodorkan sebuah suguhan pop-punk sangat enerjik, “Manipulasi Benih Gamang”, kemudian langsung disambar dengan trek yang semakin meledak-ledak energinya, “Muskil Tanpa Akhir”, sebelum akhirnya cooling down sebentar dengan lead single “Memori”.

Bagian pertengahan bisa dibilang merupakan segmen paling solid dari album ‘Vaxa Aftur’, ditopang oleh tiga lagu sangat impresif “Kontradiksi”, “Pelik Membaik”, dan “Bebal”, yang gua jamin bakalan mampu mengobrak-abrik lantai mosh pit, hingga membuat penonton paling belakang pun ikut jingkrak-jingkrak dengan antusiasnya. Selain itu, saat bagian heavy-nya masuk pada part akhir “Kontradiksi” serta di porsi pertengahan “Pelik Membaik”, hasilnya gak caur, alias mampu dirajut dengan rapi. Sementara itu, “Bebal” yang lebih ngebut punya potensi jadi nomor wajib para pendekar two-step dan praktisi crowd surf masa kini, ditambah riff gitar-nya emang gahar punya. Di momen tiga lagu tersebut juga lah, gue akhirnya baru benar-benar bisa nyambung sepenuhnya dengan sound BILLFOLD. Sebagai jeda sebelum masuk ke pengujung album, BILLFOLD kembali mengingkari ekspektasi pendengar dan menunjukkan tabiat nyeleneh. karena dalam “Myuzz”, mereka malah bawain sebuah intermisi bercorak musik hawaiian syahdu.

Memasuki sisa dua lagu (plus sebuah outro) akhir, kualitas songwriting BILLFOLD masih belum kehilangan bensin ataupun meleset, karena “Akhir Tujuan” mampu bisa lebih catchy dan memorable dari “Memori”, karena langsung nyangkut dan terngiang-ngiang di kepala secara instan ketika lagunya sudah berakhir. Sedangkan “Energi” sesuai judul dan liriknya, mampu memuntahkan energi yang meledak-ledak dan tak terbendung, apalagi dari segi komposisi dan aransemen gitar, lagu ini jelas menjadi yang terfavorit ogut dalam ‘Vaxa Aftur’. Agak disayangkan saja, album ini kalau menurut ogut kekurangan setidaknya satu lagu buat penghabisan, untuk menuntaskan segala euforia secara lebih maksimal, karena di saat momentum lagi tinggi-tingginya berkat track kesebelas, BILLFOLD malah udahan secara prematur dan langsung masuk outro “Pilu”, yang memang sih.. kembali lagi menampilkan fleksibilitas BILLFOLD sebagai band, tapi endingnya jadi rada nanggung dan abrupt aja, belum berhasil dituntaskan dengan memuaskan.

Pada akhirnya, ‘Vaxa Aftur’ bukanlah sebuah comeback yang hanya mengandalkan nama besar BILLFOLD dan nostalgia para fans-nya belaka. Gua sendiri yang awam total dengan mereka sekalipun, dan awalnya hanya iseng-iseng berhadiah nyetel album ini, malah dibuat (mostly) cukup terpukau dan terperanjat dari awal hingga akhir, karena di luar penutup yang agak curam dan gaya vokal shouting/berteriak yang butuh aklimatisasi secara pribadi lumayan lama, ‘Vaxa Aftur’ berhasil jadi rilisan yang sukses bikin pendengar dari lingkar luar sekali pun, ikut terseret masuk dalam pusaran energinya. Dan bagi penggemar/pendengar diehard BILLFOLD, gua rasa bakal sangat puas dengan ‘Vaxa Aftur’.(Peanhead) 

9.4 out of 10