ZIP ‘Model Citizen’ ALBUM REVIEW
4490 Records. December 3rd, 2025
Hardcore Punk

Band hardcore punk asal Ibu Kota, ZIP, akhirnya merilis debut album mereka, ‘Model Citizen’, pada bulan Desember ini, yang dirilis via jalur kerja sama dengan records label asal Singapura, 4490 Records. Meskipun tak punya social media presence sama sekali, dan hanya bermodalkan halaman Bandcamp berserta keberadan lagu-lagu mereka di streaming platform populer saja, sejak merilis ‘Self Titled’ EP mereka di tahun 2020 lalu, ZIP dengan cepat merangsek ke segala penjuru scene musik hardcore tanah air tanpa ada resistensi. Gak mengherankan sih kalo ZIP mampu dengan cepet meroket sampe kaos-nya jadi harta karun bagi para anak HC, semua terpampang jelas dalam dokumentasi penampilan mereka di Audio Access Live Volume 2 hingga Lawless Fest 2024, karena emang band yang digawangi oleh Jan (VAGUE/RAINCOAT), Chino (FINAL ATTACK), Indra (FRACK), Regy (BRAVE HEART) dan Bagas (TARRKAM/BAP) ini brengsek dan pecah banget sih waktu live.
Tak seperti band-band hardcore lokal yang lagi rame belakangan ini, dimana banyak dari mereka lebih heavy dari segi sound, layaknya BLEACH (metalcore), KEEP IT REAL (beatdown), COLDSKIN (metallic hardcore), hingga DAZZLE (crossover thrash), yang tentu banyak digemari mereka-mereka yang doyan two step di mosh pit atau anak HC TikTok. ZIP justru mengusung 80’s hardcore punk yang banyak terinspirasi band-band seperti SS DECONTROL, JERRY’S KIDS, NEGATIVE FX, THE F.U.’S sampe AGNOSTIC FRONT era belum terkontaminasi metal (‘United Blood’ & ’Victim in Pain’), hal ini lah yang menurut gua menjadi faktor kenapa ZIP mampu standout ditengah gempuran band hardcore yang semakin hari makin menjamur, belum lagi live-nya terbukti gokil.

‘Model Citizen’ dibuka dengan sebuah intro dari TORTUREWAVE, sebelum masuk ke lagu pertama sekaligus single kedua ‘Hound’, yang nendang parah, dan cocok banget untuk jadi ‘a call to arms’ untuk para penonton agar segera maju kedepan demi mengisi shaf-shaf lantai dansa sebelum ibadah pogo dimulai. Liriknya pun mampu mewakili kegusaran manusia zaman sekarang, di mana dunia bukannya jadi cerah malah semakin suram, dari perang tanpa akhir hingga kebangkitan fasisme dan otoritarianisme. Tiga lagu selanjutnya mampu mempertahankan momentum dengan nomor-nomor hardcore punk yang tidak bertele-tele, singkat, dan jelas, fokus untuk menendang bokong para pendengar, dimana title track ‘Model Citizen’ gua rasa mampu bikin susana depan stage bakal chaos karena pada berebut mikrofon buat sing along.
Setelah sebuah ‘Intermission’ hampir satu menit dari LOGIC LOST, ZIP langsung menggelontorkan ‘Confines’, yang dengan cepat menjadi trek andalan gua dari album ini, lewat perpaduan antara riff gitar dan gebukan gahar dari Bagas Wisnu dengan chorus (dalam tanda kutip) infectious parah. Back half album ini malah kalau kata gua malah semakin ganas dari empat lagu pertama, saat dengerin “City Slab”, “Waste Badge”, “Koma”, dan “Like The Rest” bawaannya pengen langsung moshing, stage dive, atau naik TIJE sampe ke senayan buat menendang gerbang gedung parlemen, ditambah “Koma” punya lirik yang pas banget untuk mewakili rasa muak atas realita panggung politik negeri ini yang penuh kepalsuan dan kemunafikan. ‘Model Citizen’ ditutup dengan “The Pack” yang punya formulasi beda dari nomor lainnya, yang pas buat cooling down setelah lima menit di gass terus tanpa ampun, yang kata gua pas sih buat jadi lagu pra-encore.
Direkam di Studio Kandang bersama sound engineer ahli sekaligus lihai, Haryo Widi Adhikaputra, ‘Model Citizen’ sudah dipastikan bakal maksimal secara sound, Semua track yang dipersembahkan oleh ZIP terdengar tajam, berisi, dan terartikulasikan dengan jelas, namun masih terdengar organik, dan yang paling penting mampu meng-capture keliaran ZIP di atas stage. Meskipun baru nongol di masa-masa injury time 2025, ‘Model Citizen’ langsung melesat sebagai salah satu rilisan terfavorit gua tahun ini, karena mampu meresap sampe ke ubun-ubun secara instant, sekaligus menjadi salah satu album/EP hardcore punk non-metallic lokal yang bener-bener mampu memantik animo ogut secara absolut (terakhir kali TARRKAM yang punya penggebuk drum sama), sampe-sampe penasaran pengen nonton secara langsung, tinggal nunggu jadwal launching di bulan Januari tahun depan besok mencuat ke permukaan, biar langsung atur jadwal berangkat untuk paranin langsung. (Peanhead)