ALBUM REVIEW: CONVERGE – LOVE IS NOT ENOUGH

CONVERGE ‘Love is Not Enough’ ALBUM REVIEW

Epitaph. February 13th, 2026

Hardcore punk

Tak terasa sudah hampir sembilan tahun berlalu semenjak dirilisnya album kesembilan CONVERGE, ‘The Dusk In Us’. Selama rentang waktu itu, Jacob Bannon, Kurt Ballou, Nate Newton, dan Ben Koller tahun 2021 lalu mereka sempet berkolaborasi dengan Chelsea Wolfe (dan juga Stephen Brodsky) dalam proyek kolaboratif bertajuk ‘Bloodmoon: I’, yang mendapat apresiasi positif dari semua kalangan. Selain itu para personil CONVERGE pun turut disibukkan dengan sampingannya masing-masing, mulai dari Jacob Banon dengan supergrup death metal-nya (UMBRA VITAE), Nate Newton yang kini ikut ngebantuin CAVE IN pasca berpulangnya Caleb Scofield, Ben Koller yang masih aktif dengan MUTOID MAN ditambah KILLER BE KILLED pula, lalu Kurt Ballou yang tentunya sangat sibuk sebagai CEO PT. GodCity Studio. Jadi, saat CONVERGE mengumumkan album terbaru mereka pada November 2025 kemarin, gue termasuk gak expect sama sekali, karena gua kira CONVERGE bakal bikin ‘Bloodmoon Part 2’ lebih dulu.

Album terbaru dari kwartet hardcore asal Salem, Massachusetts, U.S. ini, dibuka dengan dua nomor yang mampu menggeretak dengan agresi mentah yang tak terkendali. Walaupun LP predecessor-nya punya lagu pertama yang nampol parah (“A Single Tear”), lagu keduanya (“Eye of the Quarrel”), menurut gue agak biasa-basa aja. Sedangkan ‘Love Is Not Enough’ mampu langsung tancap gas dengan maksimal lewat dengan one-two punch yang mampu curb-stomping f—-ing your head off lewat title track yang bajingan, kemudian “Bad Faith”, sebuah trek ENTOMBED-esque dengan riff dan groove yang renyah dan tight parah. Setelah diganyang dua opener yang dijamin sick af, kita langsung disuguhkan dua tembang chaotic hardcore yang mampu mengentaskan dahaga yang selama ini tak pernah benar-benar terpuaskan. Memang CONVERGE punya banyak pengekor yang tak kalah edan, tetapi dengerin musik hardcore penuh kekacauan, yang punya time signature diluar nalar, dengan amukan-amukan frekuensi atonal langsung dari empunya langsung emang terasa beda.

Setelah intermisi dua menit “Beyond Repair”, CONVERGE sedikit melambatkan serangan dengan “Amon Amok” yang tentunya masih tetap gahar, lalu disaut dengan presisi oleh “Force Meets Presence”, lagu yang sarat bau-bau tengik metal kematian, dengan rif gitar yang semematikan left hook dari Oleksandr Usyk, sedangkan lagu kedelapan, “Gilded Cage”, punya cita rasa yang paling menjurus ke ‘Bloodmoon’. Satu-satunya hal gue sayangkan terletak di final stretch album ini. IMO keknya ‘Love Is Not Enough’ bakalan lebih maksimal pol seandainya disudahi trek kesembilan “Make Me Forget You” saja, yang punya nuansa melodic crust/d-beat medok parah, belum lagi liriknya membawa beban emosional luar biasa, tentang penyesalan yang tak pernah sempat diucapkan, alias bakalan lebih impactful kalo digantung disitu saja, alih-alih disudahi dengan “We Were Never The Same” sebagai trek penutup. Meskipun telah berkarir lebih dari 35 tahun, CONVERGE merupakan sebuah band yang sangat langka, karena belum pernah (ya BELUM PERNAH!), melepaskan album ampas ataupun medioker sekalipun, but….. ‘‘Love Is Not Enough’ bagi gue merupakan kumpulan materi terkuat yang dirilis CONVERGE pasca ‘Axe To Fall’, dan bagi yang takut kalo CONVERGE bakal semedi dalam waktu lama lagi sebelum melepaskan album penuh lagi, pertengahan 2026 nanti, jagoan chaotic hardcore ini bakalan merilis album lagi, “Hum of Hurt”, yang langsung melesat jadi album paling ogut tunggu-tunggu tahun ini.(Peanhead) 

9.6 out of 10