ALBUM REVIEW: CANDLEMASS – THE DOOR TO DOOM

CANDLEMASS ‘The Door to Doom’ REVIEW

Napalm Records. February 22th, 2019

Doom Metal

Ekspektasi terhadap sebuah album terkadang bisa menjadi pisau bermata dua, di satu sisi apabila ekspektasi tersebut dapat dijawab dengan sebuah produk yang memuaskan bahkan melebihi harapan, sudah pasti karya tersebut bisa jadi katalis untuk menjadikan sang empunya jadi lebih besar lagi, tapi apabila karya yang di hasilkan kurang memuaskan atau biasa saja, justru bakal jadi buah simalakama, dan tak jarang kekecewaan bisa membuat iman para penggemar setia goyah lalu jadi ogah dan malas apabila nantinya ada berita pengumuman album baru setelahnya. Jadi ketika berita kembailnya Johan Längquist kedalam formasi CANDLEMASS untuk merekam album baru, langsung membuat scene metal gempar, para penggemar dan media pun seperti kejatuhan duren ditengah hari bolong, pasalnya walau Messiah Marcolin adalah vokalis yang paling identik dengan nama CANDLEMASS, tapi Johan Längquist lah yang mengisi debut album legendaris mereka ‘Epicus Doomicus Metallicus’ yang
memperkenalkan jagad permetalan dengan varian dari aliran doom metal yang lebih megah, bombastis dan bertempo lebih cepat, tak seperti kakek buyut mereka seperti BLACK SABBATH, TROUBLE, dan PENTAGRAM ataupun senior mereka SAINT VITUS yang bermain lebih lambat, album yang dirilis di tahun 1986 berhasil memberi jalan kepada grup-grup doom metal macam WHILE HEAVEN WEPT, SOLITUDE AETURNUS, DOOMSWORD hingga ATLANTEAN KODEX, alhasil ekspektasi terhadap album keduabelas bertajuk ‘The Door to Doom’ cukup besar dan pada level membahayakan apa bila hasilnya cuma medioker doang.

Bagi yang berharap ‘The Door to Doom’ bakal menjadi ‘Epicus Doomicus Metallicus II’ harus gigit jari, materi yang ditulis dalam album ini sebenarnya masih berkiblat ke gaya penulisan 15 tahun terakhir, khususnya ‘Death Magic Doom’ dan ‘Psalms for the Dead’, kedatangan Johan Längquist sepertinya di saat injury time ketika Mats Levén (YNGWIE MALMSTEN, THERION, AMASEFFER) di depak keluar, tetapi walaupun begitu gaya vokal Johan Längquist justru tetap lebih saklek pada karakter CANDLEMASS sekarang, lagu ‘House of Doom’ yang sebelumya dinanyikan oleh Mats Levén pada mini-album berjudul sama setahun sebelumnya, terdengar lebih powerfull, begitu juga pada lagu lainya yang saya rasa bakal kurang pas dengan gaya vokal Mats Levén. CANDLEMASS kali ini juga mengundang the godfather of heavy metal, Tony Iommi pada ‘Astorolus – The Great Octopus’, sebuah lagu kolosal yang menjadi highlight album ini bersama ballad ‘Bridge of the Blind’, yang atmosfirnya paling terasa dekat dengan materi zaman ‘Epicus Doomicus Metallicus’. Bagi yang sudah familiar dengan karya CANDLEMASS bersama vokalis Robert Lowe, sudah pasti gampang mencerna ‘The Door to Doom’, track seperti ‘Splendor Demon Majesty’, ‘Death’s Wheel’, dan lagu terakhir ‘The Omega Codex’ sudah pasti dapat menjadi fan favorites dalam setlist panggung, dan apabila dibandingkan dengan tiga album terakhir yang dirilis, saya rasa kali ini porsi dan komposisi bagian-bagian lambat nge-Doom dengan part bertempo cepat berhasil di rancang lebih proporsional.
Memang bagi yang sudah terlanjur kemakan hype dan berekspektasi tinggi, ‘The Door to Doom’ bakal terasa agak mengecewakan, saya sendiri sudah terlanjur berharap agak kesulitan untuk menyimak materi album ketika pertama kali mendengarkanya, tetapi setelah memberikan waktu dan ingat kalau sebenernya ‘Death Magic Doom’ itu album yang cukup mumpuni (bahkan di beberapa bagian lengkinan Dio-esque Johan Längquist terdengar seperti Robert Lowe) , akhirnya saya berhasil menemukan titik enjoyable dari karya teranyar CANDLEMASS ini, semua trademark dan karakter songwriting yang sudah dipatenkan semenjak debut dan album kedua mereka ‘Nightfall’ berhasil dirangkum dengan rapi tanpa terjebak dengan nostalgia belaka, dari delapan lagu yang ada tidak ada satu lagu pun yang bisa dibilang jelek disini, semuanya memorable dan punya strong point-nya masing-masing. Setelah sempat luntang lantung perihal jadi pensiun apa enggak, CANDLEMASS sekali lagi berhasil mengukuhkan eksistensi mereka dalam dunia persilatan heavy metal sebagai salah satu master Doom metal. Cuma pesan saya jangan terlalu berharap berlebihan saat memutar ‘The Door to Doom’. (Peanhead)
8,7 out of 10