fbpx

MOVIE REVIEW: THE TAKING OF DEBORAH LOGAN (2014)

THE TAKING OF DEBORAH LOGAN
Sutradara:
Adam Robitel
USA (2014)

Review oleh Tremor

The Taking of Deborah Logan adalah sebuah film horor supranatural dengan teknik found-footage, debut dari sutradara Adam Robitel yang ia tulis bersama Gavin Heffernan. Film ini mengambil tema kerasukan dengan pendekatan yang sedikit berbeda dari film kerasukan pada umumnya. Sebagai sebuah debut, film ini sangat layak diapresiasi. Robitel mungkin bukanlah seorang master of horror, tetapi ia tahu betul bagaimana menciptakan suasana creepy yang efektif dan mengesankan. Setelah cukup sukses dengan The Taking of Deborah Logan, Adam Robitel dipercaya untuk membuat film ke-empat dari franchise Insidious yang berjudul Insidious: The Last Key (2018) dan juga film Escape Room (2019). Kisah dalam The Taking of Deborah Logan sendiri dibuka dengan seorang mahasiswi bernama Mia yang sedang membuat tesis film dokumenter tentang penyakit Alzheimer, yaitu suatu penyakit yang menyerang otak manusia. Penyakit ini menyebabkan penurunan daya ingat, berkurangnya kemampuan berpikir dan berbicara, serta perubahan perilaku. Pada tahap awal, penderita Alzheimer biasanya mengalami gangguan daya ingat yang bersifat ringan, seperti tidak bisa mengingat nama benda, percakapan, atau peristiwa yang belum lama terjadi. Pada tahap lanjut, penderitanya tidak mampu lagi melakukan pekerjaan sederhana sehari-hari bahkan tidak bisa mengenali orang-orang terdekatnya. Subjek penelitian dokumenter Mia dan kru-nya adalah Deborah Logan, seorang perempuan lanjut usia penderita Alzheimer ringan, serta apa pengaruh penyakit ini pada putri semata wayang Deborah yang bernama Sarah. Awalnya, penyakit yang diderita Deborah belum terlalu parah, namun tiba-tiba penyakitnya mulai memburuk di tengah proses pembuatan dokumenter ini. Deborah mulai berperilaku sangat aneh, hingga kejadian-kejadian tak logis terjadi. Sarah, Mia beserta kru filmnya pun mulai menginvestigasi semua keanehan ini hingga muncul misteri serius dari masa lalu Deborah. Ketika satu persatu petunjuk mulai terungkap, sudah sangat terlambat untuk menyadari bahwa sebenarnya sesuatu yang jahat tengah mengambil alih tubuh Deborah.

Untuk sebuah film kerasukan, plot The Taking of Deborah Logan bisa dibilang cukup standar: di awal film penderitanya menunjukkan tanda-tanda penyakit yang pada akhirnya terungkap bahwa kondisi ini diperburuk dengan hal-hal yang bersifat supranatural. Jadi apa yang spesial dari The Taking of Deborah Logan? Alasan yang paling dominan adalah akting-nya yang sangat bagus, terutama aktris veteran Jill Larson yang memerankan Deborah Logan, seorang perempuan tua dengan kondisi yang semakin menurun sekaligus menyeramkan. Larson melakukan pekerjaannya dengan sangat baik saat menggambarkan perbedaan ketika Deborah menderita Alzheimer dan ketika mulai kerasukan. Di satu sisi Deborah bisa tampak sangat rapuh tak berdaya, sementara di sisi lain ia juga bisa tampak sangat mengancam dan mengerikan. Interpretasi Larson tentang karakter Deborah sebagai seorang nenek tua yang tubuhnya mulai dikuasai iblis begitu menakjubkan lewat ekspresi wajah yang sangat ekspresif, hingga gerak tubuh yang menandakan perubahan ganjil dalam diri Deborah. Meskipun karakter Deborah Logan adalah salah satu elemen menakutkan dari film ini, tetapi jelas ia juga adalah korban, dan kita bisa merasa iba pada Deborah meskipun ia menyeramkan berkat kemampuan akting Jill Larson yang fantastis. Selain Larson, aktris Anne Ramsay yang memerankan Sarah juga bekerja dengan sangat baik. Ia bisa menggambarkan tentang seorang anak yang begitu tertekan karena penyakit ibunya, namun di sisi lain tetap bisa memperlihatkan betapa Sarah sangat menyayangi Deborah. Pada beberapa titik, relasi antar anak dan ibu ini juga bisa begitu menyentuh. Sekeras apapun Sarah berjuang, ia tidak akan bisa menemukan cara untuk membantu ibunya kembali seperti semula. Bahkan kalau tidak ada satu pun hal supranatural terjadi di dalam film ini, premis dasar The Taking of Deborah Logan tetap menakutkan sekaligus menyedihkan. Mungkin kita sudah terlalu sering mendengar guyonan ringan ini: ketika kita lupa tentang sesuatu, kita menghubungkannya dengan pikun dan faktor usia. Padahal penyakit Alzheimer sendiri adalah penyakit yang memang menyeramkan, terutama karena Alzheimer tidak bisa disembuhkan. Yang bisa dilakukan lewat bantuan medis hanyalah memperlambat degradasinya saja. Bayangkan seseorang yang kita sayangi mulai kehilangan ingatan-ingatan sederhananya secara perlahan. Penderitanya akan kehilangan dirinya sendiri, tidak bisa mengingat mana yang nyata dan tidak, dan jelas akan mempengaruhi kekuatan mental semua orang terdekatnya, terutama keluarga yang harus merawat dengan penuh kesabaran.

Para penonton horor yang mencari jump-scare dan adegan-adegan gore mungkin bisa kecewa dengan film ini, karena jumlahnya sangat minim. Namun justru ini adalah jenis film horor yang sangat saya apresiasi, di mana sebuah film bisa membangun suasana menyeramkan dan ganjil dengan sangat baik, terutama dalam adegan klimaks The Taking of Deborah Logan. Saya pikir membuat suasana menyeramkan jauh lebih sulit dibandingkan “sekedar” mengaget-ngagetkan penonton lewat jump-scare klise. Saya juga suka dengan bagaimana film ini tidak menggunakan pendekatan relijius sebagai solusi dari kerasukan Deborah karena hal itu sudah terlalu klise. Keputusan tersebut cukup menyegarkan untuk sebuah film bertema kerasukan. Bahkan dalam satu adegan, kita bisa melihat seorang pendeta katolik yang pada umumnya berhadapan dengan iblis dalam film sejenis, menolak untuk melakukan exorcism karena menurutnya ritual pengusiran setan adalah “science fiction”. Namun sebagai sebuah film dengan teknik narasi found-footage, saya hampir selalu memiliki komplain yang sama, yaitu bagaimana mungkin para karakternya bisa tetap merekam bahkan pada detik-detik di mana respon alami paling masuk akal adalah lari terbirit-birit tanpa peduli ke arah mana kameranya menyorot.  Tapi yang paling mengganjal dari film ini adalah ketika beberapa karakternya berbicara secara rahasia dengan jarak yang cukup jauh dari kamera genggam, namun dialog mereka tetap bisa terdengar meskipun samar. Di luar semua kekurangannya, saya tetap menganggap The Taking of Deborah Logan masih berhasil sebagai film horor. Mungkin memang tidak ada hal baru dalam film ini, namun sebagai film horor yang cukup menyeramkan dengan akting yang bagus dan ide menarik di balik misteri Deborah Logan, setidaknya semua itu tetap jauh lebih baik dibandingkan banyak sekali film horor modern yang generik.