PURE WRATH ‘Bleak Days Ahead’ ALBUM REVIEW
Debemur Morti Productions. April 24th, 2026
Atmospheric black metal

Indonesia’s premier one-man atmospheric black metal band, PURE F*cking WRATH, telah kembali dari perenungan panjang selama empat tahun, lewat album penuh keempat, ‘Bleak Days Ahead’, yang masih dirilis di bawah naungan bendera salah satu records label spesialis extreme metal paling eklektik saat ini, Debemur Morti Productions. Hubungan gua sama katalog proyek yang dinahkodai maestro sejuta band, Januaryo Hardy (CADAVORACITY, ex-PERVERTED DEXTERITY, etc) ini rada rumit dan gak pernah konsisten. Jelas, PURE WRATH sampai saat ini belum pernah merilis rilisan yang ampas ato medioker sekalipun, dan gua beneran kepincut parah sama ‘Ascetic Eventide’ (2017), mini-album/EP ‘The Forlorn Soldier’ (2020), sampe album debut dari sister project-nya pun (LAMENT) gua masih bisa kecantol, tapi entah kenapa, gua gak pernah bisa sepenuhnya nyambung sama ‘Sempiternal Wisdom’ (2018), dan ‘Hymn to the Woeful Hearts’ (2022), meskipun keduanya hampir tick all the boxes di atas kertas kalau ngikutin kriteria dan selera aliran atmospheric black metal versi personal.

Ketika PURE WRATH mengumumkan kabar perihal album terbaru mereka ‘Bleak Days Ahead’, bulan maret lalu. Gua termasuk agak acuh dan gak begitu peduli amat, kalo udah mulai dijual versi rilisan fisiknya pasti langsung beli, tapi gua tak bakalan menaruh banyak ekspektasi, karena toh sudah terbiasa dikecewakan realita hidup. Kalau melihat dari judul gambar sampul depan karya Aghy Purakusuma, album terbaru PURE WRATH ini jelas bener-bener suram, auranya segelap tagar #IndonesiaGelap dan #KaburAjaDulu, yang menjadi wadah kegelisahan para kelas pekerja dan anak-anak muda yang makin terjepit nasib di era late-stage hyper capitalism. Tapi, jujur gua agak tidak expect kalau PURE WRATH malah jadi sesuram ini di full-length terbaru, kalo ‘The Forlorn Soldier’ dan ‘Hymn to the Woeful Hearts’ mengangkat sisi gelap dan kepedihan yang ditutup-tutupi sejarah versi pemenang, ‘Bleak Days Ahead’ mencoba menatap ke depan, tentang kecemasan yang sangat nyata dan relevan, dimana mimpi kehidupan layak yang dijanjikan sistem, sudah semakin mustahil untuk dicapai. Rasa cemas juga semakin diperkuat dalam title track yang terbagi dalam dua episode misalnya, yang bermain dalam komposisi yang dibangun dengan time signature berotasi dalam grouping of three, yang gak pernah beneran mendarat ke resolusi, terus berayun tanpa ada kejelasan tempat untuk berpijak,
Dalam “Haven of Echoes”, PURE WRATH lebih mengandalkan racikan dan struktur lagu ala post-black/atmospheric black metal pada lazimnya, yang secara tatanan musik bakalan lebih make sense kalau didengarkan dalam konteks album dibanding kalo diketeng jadi standalone track. Di tembang tersebut Ryo turut pula sedikit bermain-main dengan gesekan harmonik, yang bakalan digali lebih dalam di lagu berikutnya, “Spectral Insomnia” yang merajut disonansi kedalam lapisan-lapisan harmoni dengan lihai (tanpa harus terdengar gimmicky), dijamin akan membuat pendengar seperti terombang-ambing dalam ruang sonik yang semakin menghimpit. Yurii Ciel (ex-STONED JESUS, ex-WHITE WARD), drummer yang telah terlibat sejak ‘The Forlorn Soldier’ EP, gebukannya semakin sedeng dalam ‘Bleak Days Ahead’, letupan-letupan aksentuasi-nya baik dalam kedua title-track dan “Spectral Insomnia”, mampu memberikan pondasi kokoh untuk segala gejolak dan jeritan batin sang frontman, yang penyampaian emosinya lebih gila, dan bisa bikin pendengar sampe terguncang ketika mendengarkan album ini. Sebagai suguhan paling paripurna, PURE WRATH masih sempet aja melayangkan twist bikin geleng-geleng, “Opaque Mist”, sebuah nomor trip-hop berbalut post-meta, bikin gw teringat dengan proyek dewekan dari Steven Le Moan a.k.a. NETRA. Meskipun kombinasi trip-hop kontra metal punya kans besar jadi jaka sembung bawa golok, untungnya eksekusi PURE WRATH di trek tersebut sangat on-point alias berhasil, dan mampu menjadi closer yang memuaskan. Tersaji dalam lima lagu dengan durasi 41 menit yang sangat padat (paling pendek dibanding LP PURE WRATH lain), ‘Bleak Days Ahead’ hampir nihil kekurangan, diluar beberapa momen dengan performa vokal yang kurang ngena di hati. Alhasil berkat densitas dan dinamika sangat kuat, ‘Bleak Days Ahead’ langsung nangkring di posisi pertama album of the year 2026 (..so far) versi pribadi, sekaligus mampu menggeser ‘Ascetic Eventide’ dari top spot personal rilisan PURE WRATH.(Peanhead)
9.9 out of 10