MOVIE REVIEW: NEAR DARK(1987)

NEAR DARK

Sutradara: Kathryn Bigelow

USA (1987)


Review oleh Tremor

 

Tahun 1987 adalah tahun yang baik untuk para penggemar vampir karena ada dua film vampir yang dirilis. Yang pertama adalah The Lost Boys (Juli), disusul dengan Near Dark (Oktober). Kalau kita bicara dalam konteks kesuksesan secara komersial, The Lost Boys memang film yang lebih unggul, membuat Near Dark sedikit tertutup oleh bayang-bayangnya. Namun ini bukanlah persaingan dan saya pikir kita bisa menikmati keduanya. Near Dark adalah film debut penyutradaraan solo dari Kathryn Bigelow berdasarkan naskah yang ia tulis bersama Eric Red, penulis film psychological thriller berjudul The Hitcher (1986). Di kemudian hari, Bigelow meraih banyak kesuksesan lewat film-film drama thriller dan action yang ia buat dari mulai Point Break (1991), The Hurt Locker (2008), hingga Zero Dark Thirty (2012). Awalnya, Bigelow dan Red ingin membuat sebuah film western / koboi, sebuah genre yang sudah lama ditinggalkan dan tidak lagi populer pada tahun 80-an di Amerika. Karena pada saat itu Bigelow masih dianggap sebagai seorang pembuat film pemula yang belum memiliki nama, maka tidak ada produser yang tertarik untuk mendanai ide tersebut. Bigelow dan Red pun akhirnya disarankan untuk memilih genre yang lebih populer agar lebih mudah mendapat dukungan finansial. Hasilnya adalah sebuah persilangan antara genre western kontemporer dan thriller bertema vampir berjudul Near Dark, yang seperti umumnya kisah vampir, juga dibumbui dengan sedikit elemen romance.

Di sebuah kota pertanian kecil, seorang pemuda bernama Caleb jatuh hati pada pandangan pertama dengan seorang hitchhiker perempuan muda bernama Mae. Malam itu juga Caleb mengajak Mae untuk melihat kuda milik keluarganya, namun Mae bersikeras ia harus segera pulang. Caleb sama sekali tidak pernah membayangkan kalau Mae sebenarnya adalah seorang vampir yang harus segera berlindung dalam gelap sebelum matahari terbit. Untungnya, Mae juga tertarik pada Caleb sehingga ia tidak membunuhnya, melainkan mengubah Caleb menjadi vampir lewat gigitan pada lehernya. Sebelum memahami apa yang benar-benar terjadi pada dirinya, Caleb segera diculik oleh sekelompok vampir nomaden yang merupakan “keluarga” bagi Mae yang selama ini bersama-sama bertahan hidup dengannya. Kelompok ini dipimpin oleh Jesse yang dingin, beranggotakan Diamondback, Homer, Severen yang liar, dan Mae sebagai vampir yang paling muda di antara mereka. Mae memohon agar mereka mau mempertimbangkan untuk menerima Caleb sebagai bagian dari kelompok ini, karena tindakan Mae yang mereka anggap gegabah telah menyebabkan Caleb terlanjur berubah menjadi vampir. Namun mereka meminta Caleb untuk membuktikan bahwa ia mampu membunuh manusia untuk bertahan hidup.

Pada dasarnya, Near Dark mengeksplorasi dunia vampir dari perspektif seseorang yang baru berubah menjadi vampir dan bagaimana ia berjuang untuk belajar menerima takdir barunya bahwa ia sudah bukan manusia lagi. Namun untuk tahun 1987, Near Dark bisa dianggap sebagai film vampir yang cukup unik karena ia mendekonstruksi mitologi vampir tradisional dengan cara membuang banyak “peraturan” dan ciri khas yang umumnya digambarkan dalam banyak film vampir klasik, setidaknya hingga saat Near Dark diproduksi. Bahkan kata “vampir” beserta penjelasannya tidak pernah disebutkan satu kalipun dalam Near Dark. Sebagian besar film ini diceritakan dari sudut pandang Caleb yang pada dasarnya tidak tahu menahu tentang vampir. Ini adalah konsep yang mirip dengan banyak film zombie di mana dalam dunia filmnya diasumsikan bahwa tidak satupun orang yang familiar dengan konsep zombie. Bahkan mungkin para karakter dalam Near Dark juga tidak tahu makhluk apa mereka sebenarnya. Yang mereka tahu adalah mereka sudah bukan manusia biasa, satu-satunya makanan yang bisa mereka konsumsi hanyalah darah manusia, mereka tidak menua, memiliki kekuatan fisik super kuat, dan tidak dapat dibunuh dengan cara biasa kecuali terpapar sinar matahari. Karakteristik-karakteristik tersebut sudah cukup untuk menjadi dasar kita mengklasifikasikan mereka sebagai vampir. Rupanya Bigelow ingin menciptakan mitologi vampirnya sendiri, menjadikan vampirnya sebagai perpaduan unik antara villain horor klasik dengan penembak pistol ala film koboi, dan saya pikir ia cukup berhasil. Dengan sengaja Bigelow menghilangkan unsur-unsur yang biasa dipakai untuk melawan vampir tradisional seperti salib, bawang putih, peluru perak, air suci, hingga pasak kayu. Dalam salah satu adegan kita bisa melihat dengan jelas sebuah simbol salib pada gagang pistol Jesse, dan ini menandakan bahwa salib sama sekali tidak menakutkan bagi mereka. Namun, perbedaan paling mencolok antara vampir Near Dark dengan vampir pada umumnya adalah tidak adanya satupun gigi taring yang terlihat dalam Near Dark. Kebanyakan pembunuhan mereka lakukan dengan senjata, hingga darah segar mengalir untuk mereka minum. Jadi, perilaku dan wujud mereka lebih mirip dengan pembunuh berantai berdarah dingin yang tidak dapat dibunuh, dan tentu ini menjadikan konsep vampir Near Dark lebih unik sekaligus lebih terasa dekat dengan manusia.

Film ini juga memiliki jajaran pemain yang cukup familiar bagi para penggemar horor pada masanya. Ketika Near Dark dibuat, Kathryn Bigelow sedang dekat dengan calon suaminya, James Cameron, sutradara dari film Aliens yang dirilis satu tahun sebelum Near Dark. Cameron menyarankan Bigelow untuk menggunakan beberapa aktor dari Aliens, yaitu Lance Henriksen (berperan sebagai Jesse), Bill Paxton (Severen), dan Jenette Goldstein (Diamondback). Meskipun Lance Henriksen tampil dengan penuh kharisma dan berwibawa sebagai Jesse, namun aktor Bill Paxton lah yang paling menonjol dalam film ini, memperlihatkan karakter Severen sebagai vampir yang paling liar dan jahat dari kelompoknya. Sayangnya pasangan karakter Caleb dan Mae yang diperankan oleh Adrian Pasdar dan Jenny Wright justru memperlihatkan akting yang paling lemah dan terasa gagal menyeimbangkan peran dengan yang lainnya.

Walaupun mengambil tema vampir, tapi Near Dark tidak pernah benar-benar terasa sebagai film horor. Namun sebagai film western, Near Dark cukup berhasil menata adegan tembak-tembakannya yang dibalut dengan kisah vampir. Ini terlihat jelas dalam adegan konfrontasi di tengah jalan pada malam hari yang sangat terasa sebagai film koboi dengan kemasan yang sama sekali berbeda. Meskipun disutradarai dengan cukup baik, tapi secara keseluruhan Near Dark adalah film yang memiliki banyak kekurangan, terutama dalam hal penulisan. Dari sisi thriller, film ini tidak terasa menegangkan, sementara dari sisi romance pun film ini tidak romantis. Near Dark mungkin memang tidak sesukses film-film vampir 80-an lainnya. Tetapi film ini tetap saja memiliki penggemarnya sendiri dan mendapat status cult hingga hari ini. Banyak penggemar horor bahkan menganggap Near Dark sebagai salah satu karya klasik vampir terbaik, yang mana saya kurang sependapat. Atau mungkin juga Near Dark telah termakan jaman kalau ditonton ulang di tahun 2026. Saya pribadi bukanlah penggemar Near Dark, tapi saya cukup menghargai beberapa aspeknya, terutama tentang bagaimana Kathryn Bigelow berhasil mengawinkan film western dengan tema vampir.