
DISAPPEAR COMPLETELY / Desaparecer por completo
Sutradara: Luis Javier Henaine
Meksiko (2022)
Review oleh Tremor
Disappear Completely, yang dalam bahasa aslinya berjudul Desaparecer por completo, adalah sebuah film thriller supranatural dengan sentuhan psychological horror karya sineas Meksiko, Luis Javier Henaine. Kisah yang ia tulis bersama Ricardo Aguado-Fentanes ini mencoba menjembatani tradisi praktek sihir penduduk asli Meksiko dengan tema yang lebih kontemporer, yaitu seputar obsesi jurnalistik Meksiko terhadap reportase true crime. Lewat Disappear Completely, Luis Javier Henaine mempertanyakan batasan moralitas dan etika dari “Nota Roja”, yaitu sebuah genre jurnalistik populer di Meksiko yang banyak berfokus pada berita seputar kekerasan berkaitan dengan kejahatan, kecelakaan hingga bencana alam. Secara harafiah, Nota Raja memiliki arti “catatan merah” atau “berita merah”, yang umumnya berupa tabloit sensasional dengan foto utama yang shocking di halaman depan.

Santiago adalah seorang fotografer tabloit kriminal di Mexico City yang bekerja dengan tidak etis demi memenuhi keinginan editor, pembaca, dan ambisinya sendiri. Setiap kali ada kematian yang tidak wajar, Santiago menyogok polisi yang menjaga TKP agar diizinkan menerobos masuk untuk memotret kondisi mayat korban secara eksplisit. Editor tabloit tempat Santiago bekerja selalu memuji hasil fotonya, tetapi pekerjaannya ini membuat Santiago menjadi seseorang yang tidak peka dan tidak memiliki empati terhadap para korban kejahatan, termasuk juga pada orang-orang di sekitarnya. Suatu malam, setelah mendapat informasi dari polisi informannya, Santiago menyelinap ke dalam sebuah TKP di mana seorang senator ditemukan dalam kondisi mengenaskan di kediamannya. Sepulang dari TKP, seseorang menyerang Santiago hingga tak sadarkan diri. Tak lama kemudian, Santiago mulai diganggu mimpi buruk, halusinasi, kejang, hingga penyakit misterius yang membuat panca indranya perlahan mulai mati rasa, dimulai dengan hilangnya indra penciuman. Ia baru menyadari kehilangan indra penciumannya setelah tidak dapat mencium bau mayat yang mulai membusuk. Setelah itu, indra pengecapnya menyusul kehilangan rasa secara perlahan. Pemeriksaan medis tidak menemukan ada yang salah pada tubuh Santiago. Akhirnya ia mencari bantuan pada seorang dukun yang percaya bahwa seseorang telah mengutuk Santiago lewat ilmu sihir gelap, dan cepat atau lambat Santiago akan kehilangan fungsi kelima panca indranya. Kini Santiago harus berlomba dengan waktu untuk mencari cara mencabut kutukan tersebut sebelum panca indra lainnya menyusul berhenti berfungsi.

Dalam film ini, Luis Javier Henaine mempertanyakan etika jurnalistik Nota Raja yang mengeksploitasi penderitaan orang lain tanpa mempertimbangkan bagaimana perasaan keluarga korban sama sekali demi keuntungan tabloit semata. Nota Raja sendiri memang telah menjadi bagian penting dari pers populer Meksiko sejak 1930-an. Persoalan ini dipertegas lewat karakter Santiago sebagai jurnalis foto yang pada dasarnya adalah seorang egois dan memang tidak memiliki empati, termasuk pada istri serta anjing peliharaan mereka. Ia terus menunggu sesuatu yang mengerikan terjadi agar ia bisa mengambil fotonya, dan agar publik bisa melihatnya. Secara tidak langsung, adanya fenomena tabloit bergenre Nota Raja yang populer di Meksiko memperlihatkan bahwa publik juga ingin menyaksikan tragedi secara eksplisit. Para pembaca tabloit semacam ini bisa dibilang juga kehilangan empati dan tidak pernah mempertimbangkan bagaimana keluarga korban mungkin bisa terdampak setelah melihat foto mayat anggota keluarga mereka terpampang dengan jelas pada sampul depan tabloit.
Henaine kemudian menggabungkan komentar sosialnya dengan bumbu horor supranatural dan praktek sihir Meksiko. Secara umum, praktek sihir memang merupakan sebuah tradisi lama yang cukup mengakar dalam masyarakat Meksiko. Mungkin mirip dengan di Indonesia, kepercayaan terhadap hal-hal gaib masih cukup dekat bagi masyarakat umum di Meksiko. Jadi, ketika Santiago percaya pada kutukan dan sihir dengan serius, itu bukanlah hal yang mengejutkan karena baginya dan jutaan masyarakat Meksiko lainnya, sihir dianggap sebagai salah satu kemungkinan yang masuk akal. Menariknya, di saat banyak film menggambarkan kutukan dan sihir sebagai sesuatu yang jahat, Disappear Completely justru menyajikannya sebagai sebuah tindakan balas dendam sosial terhadap Santiago yang dibutakan ambisi hingga tidak memiliki kepekaan etika dan empati.

Konsep tentang kehilangan satu persatu fungsi panca indra tentu adalah ide yang menyeramkan kalau dibayangkan terjadi pada diri kita. Ini seperti sebuah proses kematian yang ditunda dan tentu saja akan menyiksa batin. Henaine menggambarkan proses kehilangan satu persatu fungsi panca indra ini dengan cukup baik dan perlahan. Santiago tidak tiba-tiba mendapati indranya kehilangan fungsi begitu saja. Sebaliknya, ia mengalami distorsi secara bertahap dan dengan cerdik sutradara Henaine membawa penonton pada pengalaman setiap gejala tersebut. Contoh paling bagus adalah ketika Santiago mulai kehilangan pendengarannya, di mana audio film ini mulai ikut hilang secara bertahap. Ini bukanlah kesalahan teknis, melainkan teknik kreatif dalam membuat sebuah film sebagai sebuah pengalaman.
Apa yang paling menonjol dari Disappear Completely mungkin adalah sinematografinya yang cukup artistik, disertai dengan pencahayaan yang sangat mendukung dalam terbangunnya atmosfer. Belum lagi sound design-nya yang sengaja dibangun untuk menjadi bagian penting dari premis film ini. Namun sebagai sebuah film horor, Disappear Completely bukanlah film yang menakutkan. Mereka yang ingin mencari pengalaman horor intens tidak akan menemukannya di sini. Penulisan plot yang terasa terlalu lambat dan berantakan mungkin merupakan kelemahan terbesar dari Disappear Completely. Saya rasa sang penulis mungkin kebingungan dengan bagaimana cara mengakhiri kisah Disappear Completely hingga ia memberikan pembenaran yang sangat lemah untuk menyelesaikan film ini dengan cara yang sangat mengecewakan. Bagi saya, ending film ini adalah bagian terburuk dari keseluruhan film dan rasanya sedikit merusak. Apalagi setelah sebelumnya saya dibuat penasaran dengan bagaimana plot ini akan membawa saya. Meskipun bukan film horor terbaik yang pernah saya tonton, tetapi Disappear Completely tetap menjadi film yang cukup menyegarkan karena membawa kita ke dalam dunia yang sarat dengan budaya Meksiko dilengkapi dengan tema sihirnya.

