ALBUM REVIEW: CONJURER – UNSELF

CONJURER ‘Unself’ Album Review

Nuclear Blast Records. October 24th, 2025

Post-metal/Atmospheric sludge metal

Empat puluh dua bulan lalu, CONJURER memuntahkan album kedua mereka, ‘Páthos’, yang sekaligus menjadi debut band asal UK ini bersama Nuclear Blast Records. Sayangnya, meskipun disokong oleh promosi dari label gede, sampe dibuatin tiga video klip (“It Dwells”, “Rot”, dan “Cracks in the Pyre”), ‘Páthos’ justru masuk kedalam jajaran album paling overlooked tahun 2022. Wajar sih, mengingat full-length kedua dari Dan Nightingale, Brady Deeprose, dan Conor Marshall (SYLOSIS) tersebut bisa dibilang materinya terlalu campur aduk, efek CONJURER sepertinya ogah harus main aman di pakem post-metal/atmospheric sludge begitu saja, lalu turut menggodok pula berbagai elemen dari death metal, black metal, hingga post-hardcore, dalam lagu “Suffer Alone” misalnya, CONJURER malah sedikit kelewatan meminjam inspirasi dari band-band mathcore era 2000’an. Tapi justru karena faktor curated chaos itulah gua malah bener-bener berhasil tenggelam dalam labirin psikologis ‘Páthos’, yang mampu mewakili banget kekacauan di kepala sendiri, belum lagu raw emotional intensity yang bener-bener menusuk lalu mencabik-cabik batin.

Fast forward bulan Oktober tahun kemarin, nama CONJURER akhirnya mencuat lagi, berkat perilisan LP ketiga mereka ‘Unself’, yang sayangnya seperti lagi-lagi flew under the radar bagi banyak orang, promosi dari label juga tak begitu masif, hanya melepas dua buah single berserta official video saja, itu pun keknya lebih low budget dari biasanya. Dalam album terbaru, CONJURER sepertinya mencoba menjawab segala kritik dari ‘Páthos’, pertama, secara komposisi, ‘Unself’ jauh lebih seimbang bobot paruh awal dengan paruh akhirnya, kalau dibandingkan dengan rilisan sebelumnya yang kelewat front-loaded, yang kedua, secara musikalsembilan materi baru yang ada semua terdengar lebih menyatu, alias tak terdengar seperti terfragmentasi atau agak disjointed. Namun, gara-gara kekacauannya jadi lebih terkontrol, malah membuat ‘Unself’ agak kurang menghantam secara aransemen sekaligus minim daya kejut, gak ada riffing death metal ala IMMOLATION atau MORBID ANGEL yang mampu menggiling habis pendengar layaknya dalam “Rot” atau epic post-black moment ala “It Dwells”.

Tapi jangan salah, CONJURER masih banyak bereksplorasi dalam album teranyar mereka, karena diluar trek quintessential macam “All Apart” dan “Let Us Live”, kwartet ini juga melontarkan lagu kayak “The Searing Glow”, yang nyerempet tech-death miring ala ARTIFICIAL BRAIN dan PYRRHON, lalu “Hang Them In Your Head” masih cukup ketara juga pengaruh death metal-nya, cuma secara struktural sedikit nanggung dan kurang eksplosif. Kalo perihal luapan emosi jangan ditanya lagi dah band ini, karena dari lagu pembuka sekaligus title track hingga dua lagu terakhir “Foreclosure” dan “This World Is Not My Home” mampu membuat gue sampai terkapar di tanah, khususnya lagu penutup yang merupakan kelanjutan (lyrically dan musically) langsung nomor pembuka, yang bikin makin makjleb. Secara overall paling kekurangan album ini paling middle part-nya sedikit datar dan “There Is No Warmth” yang bertendensi untuk tenggelam di tengah tracklist, meskipun udah didengerin sampe puluhan kali pun. Kalo dari sisi produksi sih sebelas dua belas dengan album sebelumnya (ataupun ribuan album metal modern lain dipasaran), lumayan overloud dan dynamic range sempit, tapi yang penting gak sampe sember kayak LP teranyar WHITECHAPEL dan ORBIT CULTURE. ‘Unself’ tentunya merupakan sebuah rilisan solid dari salah satu band extreme metal terbaik asal UK saat ini, belum mampu menyentuh level yang sama seperti ‘Páthos’ sih, tapi setidaknya, album ini masih pantes lah, disebut sebagai salah satu rilisan cadas paling ngehe tahun 2025. (Peanhead)

8.7 out of 10