MOVIE REVIEW: BANSHEE CHAPTER (2013)

BANSHEE CHAPTER
Sutradara:
Blair Erickson
USA (2013)

Review oleh Tremor

Pada awal 1950-an, pemerintah AS dan CIA memulai program rahasia yang disebut MK Ultra, di mana banyak warga Amerika Serikat dan Kanada dijadikan subjek percobaan dalam penelitian ‘rekayasa perilaku’. Proyek ini juga kadang disebut sebagai “program eksperimen pengendalian pikiran”. Selama lebih dari dua dekade, banyak orang menjadi korban dari percobaan ini. Metodenya adalah lewat pemberian obat-obatan halusinogen, hipnosis, gangguan sensorik, isolasi, pelecehan dan penyiksaan verbal maupun seksual oleh pemerintah mereka sendiri sebagai bagian dari tes untuk melihat bagaimana keadaan mental dan fungsi otak manusia dapat diubah, serta bagaimana perilaku manusia dapat dimanipulasi secara kimiawi. Proyek MK Ultra dihentikan secara resmi pada tahun 1973 setelah skandal Watergate terbongkar dan membuat pemerintah panik. Beberapa tahun kemudian, rincian tentang eksperimen rahasia ini diumumkan kepada publik, dan beberapa kelompok pemerhati teori konspirasi percaya kalau eksperimen semacam ini masih berlangsung hingga sekarang secara rahasia.

Kisah di atas bukanlah kisah fiksi, melainkan sedikit rangkuman mengenai apa itu program MK Ultra yang memang pernah terjadi di dunia nyata, bukan di dalam film. Mengapa saya perlu menuliskan sedikit sejarah kelam tersebut? Tentu saja karena MK Ultra merupakan salah satu elemen yang digunakan dalam film yang saya review kali ini. Banshee Chapter adalah sebuah film horor sci-fi yang ditulis dan disutradarai oleh Blair Erickson. Setidaknya dari yang terdaftar di halaman IMDb, Erickson belum pernah membuat apapun, bahkan film pendek sekalipun, sebelum ia membuat Banshee. Sebagai film debut, Banshee Chapter memang sangat mengesankan. Blair Erickson bisa dibilang sangat berhasil dalam percobaan pertamanya ini.

Film ini dimulai dengan rekaman dari James Hirsch, seorang penulis sekaligus pembuat film yang sedang menginvestigasi dugaan penggunaan obat halusinogen rahasia yang pernah dipakai oleh pemerintah AS dan CIA pada pasien bahan percobaan, dengan hasil yang sangat disturbing dan telah dirahasiakan sejak 1970an, MK Ultra. Lewat berbagai cara yang kemudian akan dijelaskan dalam film ini, James akhirnya mendapat sebotol kecil sampel obat tersebut, substansi kimiawi bernama dimethyltryptamine (DMT) murni. James pun meminta seorang teman untuk memfilmkannya saat ia meminum obat tersebut. Tujuannya adalah untuk merekam langsung apa yang sesungguhnya akan terjadi kalau James terpapar dengan DMT murni. Tidak sampai beberapa menit, James dan teman kameramennya mulai merasa ketakutan. Radio di rumah James tiba-tiba menyala, mengeluarkan suara-suara bising statik yang aneh dan mengerikan, diselingi potongan lagu jingle yang terus berulang serta suara-suara yang menyerupai suara perempuan atau anak kecil yang menyebutkan angka-angka secara acak. Suara-suara statik semacam ini belakangan diketahui disebut sebagai “number station”, dan memang ada di dunia nyata (kalau tertarik, silakan googling mengenai number station). James yang tampak ketakutan kemudian merasa kalau mereka sedang dikunjungi oleh entitas jahat yang misterius. Pada akhirnya, James terekam kamera dengan wajah yang sangat mengerikan. Rekaman berhenti disitu, dan sejak itu James hilang tanpa jejak.

Seorang sahabat lama James di masa kuliah yang bernama Anne, memutuskan untuk menyelidiki kasus hilangnya sahabatnya tersebut. Ia mendatangi rumah James untuk mencari petunjuk, dan menemukan beberapa berkas dan kaset video yang berhubungan dengan investigasi yang sedang James lakukan sebelum menghilang. Salah satu video yang Anne temukan adalah video dimana James menenggak DMT murni, dan apa yang terjadi setelahnya. Anne pun kemudian mau tidak mau mulai mencari tahu tentang semua ini. Sama seperti James, kebetulan Anne adalah seorang jurnalis investigasi juga, jadi ini adalah misi yang sangat tepat untuk ia lakukan. Kaset rekaman lainnya yang ia temukan di rumah James rupanya berisi dokumentasi eksperimen MK Ultra yang menyeramkan. Ia menjadi ikut tertantang untuk mengungkap kebenaran tentang DMT dan proyek rahasia MK Ultra yang kontroversial, dengan harapan ia akan bisa mendapat petunjuk tentang apa yang terjadi pada James. Anne memulai investigasinya dari rekaman siaran radio statik number station yang ia dengar dalam rekaman terakhir James, dan mulai mencari sumber gelombang radio number station tersebut. Dalam pencariannya, Anne kemudian dipertemukan dengan Thomas Blackburn, seorang penulis tua yang dapat membantunya untuk menyusun potongan-potongan puzzle penuh misteri seputar proyek rahasia, substansi DMT murni, dan kemana hilangnya sahabatnya, James. Berdua, mereka akhirnya mendapatkan jawaban yang ternyata jauh lebih mengerikan dari yang mereka pikir sebelumnya.

Banshee adalah sebuah film horror modern lintas genre yang unik dan memiliki ide menyegarkan -sekaligus mengerikan, memberi kita sesuatu yang belum pernah kita lihat dalam banyak film horor lainnya, menjadikannya sebagai sebuah film yang sangat menyenangkan untuk ditonton,. Saya sangat merekomendasikan kalian menonton film ini hingga post-credit berakhir, karena ada beberapa footage yang melengkapi keseluruhan ceritanya dalam selingan credit roll. Gagasan dalam film ini sangat menarik, mengambil unsur teori konspirasi mengenai sesuatu yang mengerikan yang sudah menjadi rahasia publik, dan mengubah sisi kengerian-nya dengan pendekatan unsur monster dari dimensi lain; menghubungkan eksperimen MK Ultra yang memang merupakan kisah nyata, dengan peristiwa supernatural horor kosmik yang fiktif. Film ini juga memadukan lintas genre dengan sangat efektif. Saat film ini dimulai, kita akan berpikir bahwa Banshee Chapter adalah film berjenis found-footage. Tetapi untungnya bukan. Elemen found-footage yang ada pada awal film, serta montase footage (sebagian footage asli dan sebagian lagi buatan) memang digunakan di sebagian porsi film ini, tetapi tidak pada keseluruhan film. Sebagian besar bagian dari Banshee Chapter adalah film normal, bukan found-footage. Saat Anne melakukan investigasinya seorang diri, ia tidak membawa seorangpun kawannya untuk menjadi kameramen. Yang membuat film ini terasa seperti found-footage adalah, walaupun pengambilan gambarnya menggunakan kamera yang proper untuk membuat film, tapi sepertinya Banshee dengan sengaja direkam dengan gaya kamera tangan. Saat ada adegan dimana Anne berlari panik karena dikejar sesuatu, kamera ikut berlari di belakangnya dengan tetap terkendali dan tidak kehilangan fokus. Itulah yang membedakannya dengan film found-footage, dimana biasanya semua fokus akan hilang dan kamera bergerak2 tak terkendali saat ada adegan lari karena biasanya kameramen dalam film found-footage adalah salah satu karakter film yang tentu saja akan ikut panik kalau dikejar monster. Penggunaan teknik ini membuat film Banshee Chapter menjadi jauh lebih menegangkan dan menyeramkan dari seharusnya. Penonton seakan diajak ikut bersama Anne untuk melakukan investigasi, ikut merasakan frustasi karena tidak ada jalan keluar, dan tidak ada yang bisa kita lakukan selain menahan nafas.

Sebenarnya, pengambilan gambar dalam Banshee Chapter sejak awal memang menggunakan kamera 3D, dan itu memungkinkan film ini kemudian menjadi film full-length feature pertama yang dirilis dalam bentuk headset Oculus Rift pada tahun 2014. Oculus Rift sendiri adalah sebuah perangkat headset virtual reality yang memang dijual bebas. Silakan bayangkan bermain game Silent Hill menggunakan Oculus Rift. Dan sekarang bayangkan menonton sebuah film horor menggunakan perangkat tersebut. Brilian. Tentu saja penonton akan merasakan sensasi secara nyata seakan ikut terlibat di dalam setiap scene-nya, termasuk dalam scene bawah tanah dan adegan dikejar-kejar monster. Terus terang, kalau kesempatannya ada, tentu saja saya ingin merasakan sensasi menonton ulang Banshee Chapter menggunakan perangkat Oculus Rift.

Banshee Chapter bisa digambarkan sebagai sebuah bentuk penghormatan modern untuk salah satu cerpen H.P. Lovecraft berjudul yang “From Beyond”, yang juga pernah diadaptasi pada tahun 1986 oleh Stuart Gordon dan Brian Yuzna dengan judul yang sama. Dalam cerita tersebut, seperti dalam kebanyakan cerita karangan Lovecraft lainnya, science mencampuri sebuah teritori dimana hukum alam umum tidak berlaku. Dengan bantuan teknologi dan ilmu pengetahuan, manusia mendobrak batas-batas penghalang antara dunia nyata dengan dimensi lain yang penuh dengan makhluk misterius dan buas, dimana kemudian manusia normal dapat melihat apa yang tidak seharusnya bisa dilihat, mahluk-mahluk kosmik yang mengerikan. Tapi kemudian dengan terlambat, manusia pun menyadari bahwa mahluk-mahluk yang mereka lihat ini, juga bisa berbalik melihat ke dunia kita, menatap kita.

Salah satu hal yang membuat Banshee Chapter cukup berhasil sebagai film horror terletak pada kenyataan bahwa monster dalam film ini tidak pernah diperlihatkan secara penuh dan utuh. Justru penampakan-penampakan sekelibat seperti inilah yang membuat sebuah film horror menjadi jauh lebih menyeramkan. Satu-satunya hal yang sedikit mengganjal bagi saya adalah penggunaan jump-scare yang terlalu konstan dalam Banshee Chapter. Sebenarnya jump-scare dalam film ini bisa dibilang cukup otentik dan efektif. Hanya saja penggunaannya memang agak terlalu sering, dan dengan audio yang terlalu nyaring. Tapi mungkin itulah esensi jump-scare dalam film horror. Dalam kasus Banshee Chapter yang sudah cukup menyeramkan pada tataran ide, penggunaan jump-scare membuat film ini menjadi jauh lebih menyeramkan dari yang saya pikir sebelumnya.

Sedikit fun fact, Dimethyltryptamine, juga dikenal sebagai DMT, adalah zat kimia yang memang ada di dunia nyata. Dampak dari DMT ketika masuk ke dalam tubuh manusia adalah pengalaman halusinasi yang intens dan mendalam. Di bawah pengaruh obat ini, seseorang mungkin akan merasa terpisah dari alam nyata, dan banyak yang melaporkan kalau mereka juga melihat makhluk-mahluk aneh dan mengerikan. Dalam film dokumenter yang berjudul DMT 2010: The Spirit Molecule (2010), dikatakan kalau DMT umumnya bisa ditemukan secara alami pada tubuh mamalia, dan dapat ditemukan pada organ otak manusia di mana ia bertindak sebagai neurotransmitter. Lebih tepatnya, DMT bisa ditemukan dalam kelenjar pineal otak, dan dianggap sebagai salah satu zat kimia tubuh yang dilepaskan ketika seseorang sedang bermimpi, dan mati. Tapi ada beberapa kelompok yang percaya bahwa sensasi, pengelihatan dan pengalaman yang dirasa setelah terpapar DMT bukan hanya sekedar halusinasi belaka, tetapi merupakan pengalaman transenden yang benar-benar terjadi dan nyata: pengalaman terbukanya tabir-tabir pembatas antar dimensi. Setidaknya ide fantastis itulah yang kemudian digunakan dalam Banshee Chapter yang dengan sangat tepat dicampurkan dengan unsur horor lainnya.

 

 

Untuk berdiskusi lebih lanjut soal film ini, silahkan kontak Tremor di email: [email protected]