fbpx

ALBUM REVIEW: SWALLOW THE SUN – SONGS FROM THE NORTH I, II, III

SWALLOW THE SUN ‘Songs From The North I, III, III’ ALBUM REVIEW

Century Media Records. November 13th, 2015

Melodic Death/Doom, Acoustic/Folk Rock, Funeral Doom Metal

Tepat enam tahun lalu (ketika resensi ini dituliskan), SWALLOW THE SUN, grup melodic death/doom dari Finlandia, merilis keenam mereka bertajuk ‘Songs from the North I, II & III’, dari judulnya saja sudah ketahuan kalau debut SWALLOW THE SUN bersama Century Media Records, bakalan tersebar dalam tiga babak, dan tak tanggung-tanggung Mikko Kotamäki (vokal), Markus Jämsen (lead guitar), Juha Raivio (rhythm guitar), Matti Honkonen (bass), Aleksi Munter (keyboards), dan penggebuk drum baru masuk saat itu, Juuso Raatikainen (menggantikan Kai Hahto, yang mau fokus dengan NIGHTWISH) mempersembahkan sebuah triple album dengan total durasi lebih dari 150-menit, alias ngalahin durasi mayoritas film yang tayang di bioskop, dimana setiap babak bakal menampilkan persona berbeda dari band dibentuk sejak awal tahun 2000 ini. Sudah dari album perdana ‘The Morning Never Came’ (2003), SWALLOW THE SUN punya standar termasuk tinggi ketika menggarap full-length ataupun EP, Setiap rilisan yang mereka rampungkan selalu berani bereksplorasi eksplorasi. Dalam ‘Ghost of Loss’ dan ‘Hope’, band ini mulai memasukan elemen gothic metal, ‘New Moon’ yang dirilis tahun 2009, mengadopsi hawa dingin black metal, kemudian dalam ‘Emerald Forest and the Blackbird’ SWALLOW THE SUN mulai mengarah pada zona progressive metal, dan ‘When a Shadow Is Forced into the Light’ (2019), SWALLOW THE SUN sudah semakin banyak memasukan unsur post-rock/post-metal.

‘Songs from the North I, II & III’ merupakan sebuah album luar biasa masif yang bisa menjadi pekerjaan sangat melelahkan apabila didengarkan sekali jalan langsung, terpecah kedalam 3 kepingan cakram padat (atau 5 keping vinyl), album ini untungnya gak nyambung secara kontekstual, jadi didengarkan secara terpisah pun no problemo. Chapter pertama yang diberi judul ‘Gloom’ kurang lebih menampilkan muka melodic death/doom SWALLOW THE SUN yang sudah familiar, namun saya rasa disc kesatu ini agak sedikit bland, meskipun menyimpan ada standout macam “10 Silvers Bullets”, “Rooms & Shadows”, “Silhouettes” dan trek doom metal esensial “From Happiness to Dust”, lagu lainya khsususnya “With You Came the Whole of the World’s Tears” dan “Lost & Catatonic” terdengar kurang greget, karena elemen progresif dan black metal dari rilisan pendahulunya menghilang begitu saja, selain itu lagu mellow (dalam tanda kutip) “Heartstrings Shattering”, juga belum bisa menandingi sensasi kesuraman  “Cathedral Walls” dan “Lights on the Lake (Horror Part III)”. Hal tersebut tentunya membuat saya agak skeptis dengan dua kepingan CD berikutnya, tetapi untungnya, Episode kedua ‘Beauty’ menghadirkan nuansa yang lebih segar, karena delapan lagu yang dihadirkan, SWALLOW THE SUN membuang jauh-jauh distorsi berserta death growl, dan pindah jalur membawakan tembang-tembang folk rock/acoustic rock syahdu.

Dibuka dengan instrumental track “Womb Of Winter“ yang bikin mengigil kayak materi-materi ambient ULVER, lalu dilanjutkan “Heart Of A Cold White Land” sebuah nomor yang pas didengarkan didepan api unggun saat musim dingin. “Away” dan “Pray For The Winds To Come” punya pembawaan lebih emosional, ditambal lagi vokal lirih Mikko Kotamäki, cukup mengingatkan pada karakter vokal Daniel Cavanagh, aransemen kedua lagu tersebut juga lumayan mirip ANATHEMA di album ‘Hindsight’ dan ‘Falling Deeper’. “Songs From The North” menampilkan duet flawless dari Mikko Kotamäki dan Kaisa Vala, namun lagu tersebut agak kurang relateable, karena menggunakan bahasa suomi  pada chorus dan menggambarkan suasana tengah malem saat winter di Eropa Utara, sedangkan disini paling banter cuma dapet musim hujan. “66°50′N, 28°40′E” (instrumental) dan “Autumn Fire” mulai medok pengaruh post-rock nya, jadi kayak dengerin MONO versi folkish. ‘Songs From The North’ bagian kedua ditutup dengan “Before The Summer Dies”, yang kembali membuktikan kemampuan songwriting SWALLOW THE SUN bukan kacangan, seandainya mereka banting setir gak maenin metal lagi pun, transisi mereka bakalan semulus ANATHEMA dulu.

Lanjut ke Babak pamungkas,, SWALLOW THE SUN sekali lagi menjajaki wilayah yang sebelumnya mereka belum pernah jelajahi. Bagi mereka  yang meanggap karya-karya dari band ini kurang ekstrim dan heavy, dijamin bakal puas dengan ‘Songs From The North III’, yang berkadar murni 100% funeral doom metal, penuh atmosfir penderitaan dan keputusasaan, aransemenya dan nuansa muramnya gak kalah lah dengan para pengusung funeral doom kawakan seperti EVOKEN, MOURNFUL CONGREGATION, ESOTERIC, WORSHIP, dll. Walaupun menghilangkan seluruh unsur melodic death, fans lama yang sudah mengikuti sejak awal akan tetap mudah mencerna kelima lagu dalam Episode ‘Despair’, karena    karakter khas SWALLOW THE SUN tetap masih kental, dan yang paling penting mereka berhasil meracik komposisi funeral death/doom metal kolosal tanpa terasa membosankan sama sekali, sebuah pencapaian sulit kalau mengingat tempo aliran ini yang kelewat lambat kayak slowcore dengan durasi minimal 9 menit. Saya rasa part ketiga album ini bakalan lebih cocok dirilis terpisah, karena ‘Despair’ benar-benar surem dan luar biasa gelap tanpa ada secerca cahaya sama sekali, dan sangat pantas kalau bagian terakhir ‘Songs From The North’ disejajarkan dengan album funeral doom ngeri lainya dari era 2010-an, macam ‘Mirror Reaper’, ‘Horizonless’, ‘Paragon of Dissonance’, dan ‘L’etre Et La Nausee’. ‘Songs from the North I, II & III’ jelas kelewatan ambisus, setengah bagian pertama terlalu hambar, yang bisa bikin males ngelanjutin ke dua disc selanjutnya. Untungnya baik ‘Beauty’ dan ‘Despair’ cukup berhasil dikelasnya masing-masing dan yang penting sangat beda alias fresh dalam diskografi SWALLOW THE SUN, tapi tetep men chapter ketiga memang yang paling ngena, dengan ramuan funeral doom metal super depresif nya, karena sebagus-bagusnya materi akustik/folk SWALLOW THE SUN di bagian kedua, liriknya gak ada relatability samsek buat yang tinggal di negara tropis. (Peanhead)

R.I.P Aleah Liane Stanbridge (1 July 1976 – 18 April 2016)

7.0 out of 10 (Songs From The North I)

7.8 out of 10 (Songs From The North II)

9.9 out of 10 (Songs From The North III)