LOATHE ‘A Stranger to You’ ALBUM REVIEW
SharpTone. July 17th, 2026
Alternative metal/Metalcore

Setelah jadi bahan gurauan di scene/sirkel metalcore metal, gara-gara album keempat yang tak kunjung kelar, meskipun proses penggarapannya sudah berjalan sejak 2022. Sampai-sampai vokalis THE CONTORTIONIST, Michael Lessard, sempat berkelakar di Story IG pribadinya kalau band-nya gak bakal rilis album baru sampai LOATHE merilis full-length ke-4 mereka. LOATHE akhirnya melepaskan album ‘A Stranger to You’, yang menjadi LP pertama Kadeem France, Erik Bickerstaffe, Feisal El-Khazragi, & Sean Radcliffe sejak ditinggal Connor Sweeney, yang cabut tahun 2021 lalu. Jawaban atas penantian setengah dekade para penggemar LOATHE, datang dalam bentuk “Gifted Every Strength” dan “Revenant” (featuring ex-CODE ORANGE Jami Morgan), keduanya seperti sebuah penegasan kepada mereka yang masih punya keraguan, perihal kemampuan kwartet ini untuk mencetak materi yang at least se-level ‘I Let It In and It Took Everything’.

‘A Stranger To You’ dibuka lewat sebuah intro cukup jazzy dilapisi spoken word dari rapper BUCKI SUGAR, yang kemudian mengalir mulus menuju sajian pertama album ini, “Block Of Flats”, dimana LOATHE langsung memamerkan racikan eklektik antara alt-metal, metalcore, industrial metal, bahkan indie rock, yang pas banget sebagai introduksi. Baru masuk kedua (kalau tanpa menghitung “Entrance”), LOATHE sudah langsung menyodorkan trek non-cadas bertajuk “Fortress Down”, yang untungnya masih cukup upbeat dan tetap bisa menjaga laju momentum album, tensinya pun naik di menit ke-50, sebelum akhirnya mereda dengan sebuah segmen ambient, yang bermuara menuju lagu paling heavy sekaligus penuh kekacauan dalam LP ini, “Gemini”. Sebuah tembang yang mampu menghantam pendengar dengan breakdown pemecah gendang telinga, selain itu grup ini juga sekonyong-konyong memasukan selipan ala hard bass di bagian pertengahan track.
Kalau gua pantengin, baik dalam Side A maupun Side B, LOATHE cenderung menyusun tracklist dengan pola berselang-seling antara lagu gahar dan nomor cenderung eksploratif secara komposisi. Alhasil paruh pertama ‘A Stranger To You’ dari segi alur terdengar seperti tarik ulur state of mind, yang memotret pergolakan hingga kegaduhan dan kekacauan di dalam batin. Pergerakan trek keenam hingga kedelapan misalnya, dimulai dari “Harder To Pretend”, yang kalau harus gua simplifikasi/generalisasi secara kasar, terdengar seperti peleburan antara MUSE era ‘Black Holes & Revelations’ dan SWERVEDRIVER, kemudian singgah di selingan ambient + spoken words “اثينا (Athena)”, hingga akhirnya meledak lewat “Revenant”, sebuah nomor nu-metalcore buas yang nyaris gak memberi ruang menghela nafas. Sayangnya, di lagu-lagu menghentak, tekstur gitar Erik Bickerstaffe terdengar begitu kasar sampai kontur riff-nya sulit gua tangkep, rada curiga tekstur yang keruh tersebut, memang sengaja dipertahankan, agar sound mereka tak menyerupai kebanyakan band modern metal di pasaran yang terlalu bersih dan generik.
Memasuki paruh akhir ‘A Stranger To You’, LOATHE justru semakin nyeleneh, dimana single perdana, “Gifted Every Strength” dan lagu terakhir “No Stranger To You…” , menjadi materi yang paling konvensional (untuk standard band in), sekaligus yang paling mendekati sound ‘I Let It In and It Took Everything’, jadi sangat jelas kenapa “Gifted Every Strength” ditunjuk jadi appetizer album ini tahun lalu. Seandainya “The Way It Breaks” dijadikan single pertama, pastinya ekspektasi pendengar bakalan melenceng kemana-mana, karena secara aransemen semakin menjurus ke ranah shoegaze/dream pop, bukan lagi sekedar mengemulasi momen-momen paling romantic, ethereal dan mengawang-awang DEFTONES, layaknya “Two-Way Mirror” dan “Is It Really You?” dari ‘ILIIAITE’. Berikutnya ada “Fangs” yang terdengar seperti hibrida antara R&B kontemporer dan psychedelic/stoner rock, “The Ladder” yang kelewat “ngindies”-pop, begitu pula “Meet My Maker”, yang gak bakalan salah tempat kalo diputar di O Channel era pertengahan tahun 2000-an, dan penggemar HUM-core pastinya bisa jatuh hati dengan track penutup “No Stranger To You…”.
Karena lagu “keras”-nya hanya praktis cuma ada empat biji: “Block Of Flats”, “Gemini”, “Revenant”, dan “Gifted Every Strength”, gak heran kalau sih, banyak pendengar yang dengernya mentok di sekitaran spektrum musik ‘-core’ belaka, bakalan langsung mencak-mencak karena hampir tiga perempat materi dalam ‘A Stranger To You’, mengusung formulasi yang lebih eksploratif dan eksperimental, apalagi mix-nya yang sengaja dibiarkan kasar, jauh dari standar produksi kinclong kekinian. Jadi pendengar yang playlist-nya muter-muter disekitaran BAD OMENS, INVENT ANIMATE, SILENT PLANET, ARCHITECTS, VIANOVA, dkk, mungkin bakalan sulit mencerna koleksi lagu terbaru dari LOATHE ini. Kalau gua sendiri sih, justru makin betah dengerin ‘A Stranger To You’ berulang-ulang, Ganjalan terbesar malah muncul dari empat nomor heavy yang ditawarkan, selain karena tone gitar kelewat kasar dan kabur, yang bener-bener impactful hanya “Gemini” dan “Gifted Every Strength” saja, sisa dua lainnya sebatas masuk kuping kiri, keluar kuping kanan belaka. Dan yang paling penting, meskipun udah masuk album keempat, LOATHE masih sanggup menyajikan sesuatu yang terasa segar dan melampaui ekspektasi gua, tentunya tanpa kehilangan karakter khas mereka.(Peanhead)
9.1 out of 10