fbpx

ALBUM REVIEW: LEPROUS – APHELION (Tour Edition)

LEPROUS ‘Aphelion (Tour Edition)’

Inside Out Music. February 3rd, 2023

Progressive rock

Pada Jumat, 27 Agustus 2021 silam, unit rock progresif asal Notodden, Norwegia, LEPROUS, melepaskan LP ketujuh mereka via Inside Out Music, album yang berjudul ‘Aphelion’ ini bisa dibilang adalah sebuah surprise bagi para progheads ditengah dunia yang lagi kacau balau tahun itu, mengingat pengumuman mengenai tanggal kedatangannya baru dibeberkan berjarak dua bulan saja sebelum rilis, meskipun pada penghujung tahun 2020, sebenarnya LEPROUS sempat merilis single ‘Castaway Angels’, namun kala itu single tersebut hanya dikira non-album single belaka. ‘Aphelion’ sendiri bukanlah merupakah sebuah album yang benar-benar terencana, karena awalnya Einar Solberg, Tor Oddmund Suhrke, Robin Ognedal, Simen Daniel Lindstad Børven, dan Baard Kolstad hanya berencana membuat sebuah EP saja ditengah-tengah kondisi lockdown, dimana isinya bakal berisikan dari lagu-lagu sisa yang gak berhasil masuk tracklist final ‘Pitfalls’, tapi gara-gara pas proses rekaman single “Castaway Angels” para personil pada enjoy banget dengan sesi rekaman, LEPROUS akhirnya keterusan menggarap lagu-lagu sisaan lain berserta beberapa lagu baru dibeberapa studio, yang dikumpulin akhirnya jadilah sebuah album penuh. Awal tahun ini menjelang tur bareng MONUMENTS dan KALANDRA, ‘Aphelion’ dirilis ulang oleh Inside Out Music dengan tambahan dua lagu plus mini-live album bertajuk ‘Live 2022’.

Karena proses penciptaan ‘Aphelion’ bisa dibilang sangat spontan, album ini jadinya terdengar lebih luwes dari album-album LEPROUS sebelumnya, namun spontanitas pada proses penggodokan album juga membuat ‘Aphelion’ kalau di konsumsi secara keseluruhan dari awal sampe akhir malah terdengar lebih seperti sebuah kompilasi B-sides doing karena flow dan pacing albumnya rada kurang seimbang dengan transisi mayoritas gak kena, selain itu beberapa lagu seperti “Out of Here” terdengar seperti daur ulang konsep dari ‘Pitfalls’, tapi dengan nuansa gloomy yang tidak dapet sama sekali. Tetapi kalau dipreteli satu per satu, lagu-lagu dalam full-length ketujuh dari LEPROUS ini terbukti masih sangat variatif seperti rilisan pendahulunya, dan meskipun masih tetap accessible, kesepuluh trek dalam ‘Aphelion’ terdengar cukup ngejelimet dan kompleks secara komposisi, lebih mendekati gaya prog rock ala ‘Malina’ daripada ‘Pitfalls’ yang lebih pop artsy. Memang ‘Aphelion’ terbukti lebih guitar-oriented dari album sebelumnya tapi sensibilitas pop LEPROUS masih sangat melekat, kayak “Have You Ever?”  yang penuh aroma trip-hop/trap/RnB, “The Shadow Side” yang lumayan funky, hingga trek pop elektik/symphonic rock “On Hold”. Tapi tetap yang menjadi favorit saya ya track yang lebih heavy macam, “Silhouette” dan “The Silent Revelation”, lalu lagu prog rock khas LEPROUS seperti “All the Moments”, “Running Low”, dan “Castaway Angels”, sampai penutup epic “Nighttime Disguise” dimana Einar Solberg mengeluarkan growl pertamanya sejak ‘The Congregation’ walaupun hanya sekejap, jadi ajang intermezzo sekilas ke era-era awal LEPROUS yang masih banyak terkontaminasi extreme metal.

Sebagai tambahan edisi reissue 2023 Inside Out Music turut memasukan dua buah bonus lagu, sebuah nomor popish yang sedikit bland yaituA Prophecy to Trustdan versi live 2021 salah satu lagu LEPROUS favorit saya, “Acquired Taste”, dari album kedua mereka ‘Bilateral’, selain itu diselipkan pula bonus disc berisikan penampilan band ini di Motocultur Festival 2022, dimana band ini membawakan beberapa greatest hits mereka layaknya “Below”, “The Price”, “From The Flame”, dan “The Sky Is Red”, berserta dua lagu dari ‘Aphelion’ (“Out of Here” dan “Nighttime Disguise”). Ketika mendengarkan ‘Aphelion’ pertama kali waktu baru dirilis, jujur saya agak sangat kecewa dengan albumnya, pasalnya sebelum dengerin ogut habis sesi intens dengerin ‘Malina’ dan ‘Pitfalls’, jadi ‘Aphelion’ jadi terdengar kayak kurang terstruktur, materinya gak terlalu gampang nempel dikepala, ditambah hasil produksi dari Adam Noble (PLACEBO, BIFFY CLYRO) dan Robin Schmidt (THE 1975, THE GASLIGHT ANTHEM) rada kering, dan setelah memberikan waktu cukup lama pun biar album ini terfermentasi di otak, ‘Aphelion’ menurut saya masih menjadi album terburuk dalam diskografi LEPROUS, tapi ya sejelek-jeleknya rilisan LEPROUS masih tetep sangat enjoyable didengerin, apalagi didalamnya ada beberapa trek yang cukup memorable, dan dari hasil pemantauan via YouTube, versi live nya juga ok lurd. Selain itu Inside Out aneh-aneh aja reissue rilisan masih baru dua tahun, emang sih mau gelar headlining tour, tapi mendingan rilis koleksi kumpulan demo ‘Aeolia’ kebelakang dan reissue debut ‘Tall Poppy Syndrome’ yang sekarang udah jadi harta karun. (Peanhead)

7.7 out of 10