EXHUMATION / FUNERAL CHANT ‘Sacred Oath: Temple of Death’ ALBUM REVIEW
Carbonized Records. April 3rd, 2026
Death Fucking Metal!

Dua tahun berselang dari diedarkannya ‘Master’s Personae’, garda terdepan scene metal kematian tanah air, EXHUMATION, telah kembali dengan gebrakan paling mutakhir mereka. Namun, rilisan yang diusung dengan tajuk ‘Sacred Oath: Temple of Death’ ini, bukan lah sebuah album penuh ataupun mini-album/EP, tetapi merupakan sebuah karya kolaborasi bersama unit extreme metal bengis asal Amerika Serikat, FUNERAL CHANT, sebuah nama yang tentunya bakalan sangat familiar bagi mereka yang masih rajin ngulik death metal dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir, karena debut self-titled mereka sempet dibuat versi lokalnya oleh Morbid Bastard Records, dan LP kedua mereka, ‘Dawn of Annihilation’, waktu baru nongol dulu, cukup banyak diperbincangkan para abang-abangan death metal luar dan dalam negeri.

Sebenernya gua biasanya tidak terlalu antusias sama rilisan yang punya embel-embel split, karena agak jarang nemu yang bener-bener greget, palingan dari beberapa tahun terakhir yang benar-benar memantik hasrat dan minat ogut paling hanya ‘Starpath’ (WORM & DREAM UNENDING), ‘Time’s Withering Shadow’ (MALTHUSIAN & SUFFERING HOUR), dan kongkalikong brengsek antara UNDERGANG dan SPECTRAL VOICE. Jadi, jjarang banget lah yang mampu setara level-nya dengan ‘The Gravespirit Sessions’, ‘Disciples of War’, ‘Initiated in Impieties as Mysteries’ dan berbagai split berengsek dari GNAW THEIR TONGUES. Tetapi karena yang terlibat dalam persekutuan maut ini adalah EXHUMATION dan FUNERAL CHANT gua jadi lumayan penasaran dengan ‘Sacred Oath: Temple of Death’ .
Persekongkolan biadab ini dirintis oleh EXHUMATION via “Master’s Prayer”, dimana grup asal Yogyakarta ini menggandeng Dewadji Ratriarkha (DJIWO), yang membacakan mantra sebagai titah pembuka ritus, sekaligus membangun aura keramat secara efektif, yang menyelimuti setiap jengkal materi terbaru yang digagaskan oleh Bones dan Ghoul. Sebagai band yang selalu memperkenalkan pendekatan berbeda di tiap-tiap album yang mereka muntahkan, EXHUMATION, meski belum secara penuh membuka tabir haluan visi artistik untuk opus nomor lima mereka, setidaknya kalau ditelisik secara seksama, keempat lagu dalam album split ini (yang merupakan penyempurnaan ramuan mematikan dari ‘Master’s Personae’), bakal sedikit memberikan gambaran tentang ke mana moncong senjata EXHUMATION akan diarahkan.
Tak sekedar serangan membabi buta saja, EXHUMATION juga sangat lihat dalam membangun atmosfir yang mampu mendekap ke semua track dalam kegelapan absolut, selain itu banyak momen yang pantas dijadikan highlight, seperti lolongan Bones di lagu pembuka yang mampu mencuri atensi di tengah agresi departemen instrumental, manuver lead guitar dan hantaman drum liar namun sangat presisi yang menggerakkan “Meditation Through Death”, hingga galloping riffis dalam “Subterranean Ways” pemecah cakrawala. Ketika saatnya bagi EXHUMATION untuk mengakhiri kontribusinya dalam split ini, mereka menuntaskannya dengan sangat kuat lewat “Everlasting Wail”, yang langsung memberikan karpet merah kepada FUNERAL CHANT untuk mengambil alih panggung.
Apabila EXHUMATION secara metodis sekaligus terukur memberikan ruang untuk memupuk atmosfer dan merajut nuansa mencekam, FUNERAL CHANT justru datang dengan penuh kekejaman lewat trek pertama mereka yang barbar dan penuh kebuasan dan raw primal energy, Meski pada akhirnya terdengar masih sangat tradisionil bin primitif. FUNERAL CHANT jelas bukan tipe band yang sekadar mendaur ulang formula death metal lawas. Komposisi yang mereka beberkan dalam ‘Sacred Oath: Temple of Death’ dipenuhi ide-ide menggugah selera serta struktur lagu yang dinamis, sembari tetap menancapkan pondasi mereka kuat-kuat di kitab-kitab death metal puritan (dengan sesekali menyimpang ke wilayah black metal). Di sepanjang tiga lagu yang mereka sumbangkan untuk split ini, intensitas yang dihadirkan mereka nyaris tak pernah surut, seolah menolak memberikan kesempatan bagi pendengarnya untuk menarik nafas sejenak, alias auto kelojotan dari awal hingga akhir babak kedua.

Meskipun masih belum pantas disebut sebagai instant classic atau AOTY contender, terutama karena daya gedor paruh kedua yang sedikit kalah saing dari segi impact to listeners maupun kesan yang ditinggalkan oleh babak pertama, rilisan ini tetap wajib didengarkan bagi para death metal connoisseur. Pasalnya, tak seperti banyak split di pasaran yang acap kali terdengar seperti tempat “pembuangan” lagu sisa, demo, atau materi yang tak cukup kuat untuk berdiri sendiri, ‘Sacred Oath: Temple of Death’ justru memperlihatkan dua band yang sama-sama muncul dengan amunisi terbaik mereka. Hasilnya adalah sebuah persekongkolan keji, yang mampu berdiri sejajar dengan banyak LP yang beredar tahun ini. Karena kedua kubu yang terlibat (EXHUMATION & FUNERAL CHANT), sama-sama haus darah, ganas, dan yang paling terpenting, sama-sama punya sesuatu untuk dibuktikan.(Peanhead)
8.8 out of 10