HAUL ‘Magna Kalahar’ ALBUM REVIEW
Disaster Records. October 29th, 2026
Progressive death metal

HAUL, band paling ghoib asal Kota Bandung, akhirnya telah menampakkan diri mereka lagi, setelah sempat membenamkan diri dalam palung kesunyian selama tiga tahun. Gerombolan lima pemuda jahanam akhirnya kembali mencuat ke permukaan via trilogi single pemecah keheningan “Agenda dalam Siklon Kelabu”, “Sabda Malaprosa”, dan “Benam”, yang menjadi pembuka jalan akan datangnya LP kedua mereka ‘Magna Kalahar’ di masa-masa injury time bulan Oktober 2026. Layaknya komet berorbit ganjil, tiap-tiap momen nongolnya HAUL, perlu disyukuri dengan khidmat, pasalnya sejak periode paling aktif mereka sepanjang 2012-2013, dimana mereka melepaskan ‘Rima Penghitam Cakrawala’ LP, berserta split bareng AVHATH dan juga 4-way split ‘Ider Jawa Dwipa’ bersama TERAPI URINE, BROMOCORAH, SERIGALA JAHANAM. Grup ini baru muncul lagi tahun 2016, lewat maxi single ‘Death From Beyond’, lantas menghilang cukup lama sampai akhirnya EP ‘Adamar’ digelontorkan ke publik pada tahun 2023 lalu.

Awalnya, pasca mengkhatamkan ‘Adamar’ dulu, di benak ogut langung muncul kekhawatiran, kalau HAUL bakalan ikut-ikutan arus gothic metal kekinian yang lagi naek daun ala TRIBULATION, UNTO OTHERS, dan THE NIGHT ETERNAL. Tetapi, setelah mendengarkan ‘Magna Kalahar’ secara utuh, Kenny, Dendry, Cakra, Hasbi, dan Hendrawan dengan lantang menegaskan bahwa mereka bukanlah epigon belaka. Karena, selain menjadi puncak evolusi musikal mereka sebagai penganut mazhab metal kematian, ‘Magna Kalahar’ menjadi bentuk penolakan HAUL terhadap segala bentuk dan upaya untuk mengotak-ngotakkan mereka ke dalam kerangkeng genre tertentu, atau membanding-bandingkan mereka dengan band mana pun, entah di dalam maupun luar negeri. Sikap tersebut tentunya berbanding terbalik dengan banyak band atau musisi era sekarang yang cepat terpuaskan dengan formula gitu-gitu doang atau sekedar jadi pengekor handal.
Setelah dibukanya gerbang menuju dimensi kehampaan absolut dengan “Sekapur Sirna”, ritus ‘Magna Kalahar’ dimulai dengan “Matasayat” sebuah nomor death metal yang sekaligus menjadi lagu paling sejalan dengan racikan era ‘Death From Beyond’. Berkat 12 detik pertama yang benar-benar bengis, sempet gua kira kalau “Agenda dalam Siklon Kelabu”, bakalan jadi sebuah lagu dengan kebrutalan yang hakiki (maklum belum sempet denger single-nya waktu dirilis). Namun, ternyata di trek tersebut HAUL sudah langsung menyodorkan kejutan saja, lewat sebuah ramuan extreme metal mematikan yang digodok dengan dark rock hingga punk. Kemudian dalam “Tanasalarasa” HAUL membuat pendengar seperti terseret ke dalam titik pusat pusaran badai gurun lewat intensitasnya yang begitu ganas, sedangkan track selanjutnya, “Omegat Roh” punya daya gedor yang seeksplosif letusan gunung anak krakatau.
Layaknya makhluk kosmik yang tak berbentuk dari alam kegelapan, Memasuki babak kedua ‘Magna Kalahar’, HAUL malah makin seenak jidat menggonta-ganti wujud mereka, karena tak pernah mau menetap dalam satu bentuk yang konkrit. Diawali dengan sebuah interlude transisional “Bina Runtuh”, lalu kemudian disahut dengan sebuah tembang bercita-rasa occult doom metal kuat, yang turut mengundang Marshella Safira (MOONER), dimana lantunannya mampu memperkuat aura mencekam lagunya. Sementara dua lagu berikutnya, “Menjilat Sangrawi” dan “Nista-Nista”, HAUL menghadirkan komposisi progressive death metal dibalut atmosfer gelap yang meleburkan batas-batas antara nyata dan khayal, seraya menuntun sukma menembus pintu persepsi, menuju tempat dimana segala hasrat, trauma, kegilaan, hingga penyesalan dari alam bawah sadar termanifestasi secara gamblang di hadapan pendengar.
Ritus ‘Magna Kalahar’ ditutup dengan “Sabda Malaprosa”, sebuah nomor dimana HAUL kembali lagi membelokkan arah tanpa aba-aba, lewat sebuah sajian lagu yang menyeberang jauh ke teritorial heavy metal. Agak disayangkan saja, lagu ini justru dijadikan single, padahal shock value-nya bakalan lebih telak, seandainya twist-nya sekonyong-konyong nongol di ujung, saat pendengar lagi seksama mendengarkan album ini. Layaknya ‘1000 Thoughts of Violence’ (KEKAL), ‘Eye Cry’ (SIKSAKUBUR), ‘Black Clouds Gathering’ (VALLENDUSK), ‘Opus Death’ (EXHUMATION), dan ‘The Epitome of Transgression’ (INCINERATED), yang menjadi tonggak monumental, dalam mendobrak cakrawala khazanah musik extreme metal tanah air saat dirilis. ‘Magna Kalahar’ menurut gue sangatlah pantas disejajarkan dengan deretan mahakarya di atas, sebagai sebuah album yang membongkar dogma death metal dan black metal, kemudian merekonstruksi ulang kerangkanya, lalu meleburkannya dengan berbagai pengaruh dari segala penjuru, yang membuat ‘Magna Kalahar’ menggaungkan karakteristik yang memancarkan identitas distingtif HAUL. Jadi sudah jelas!!, ‘Magna Kalahar’ hukumnya wajib didengarkan bagi kalian-kalian penikmat musik extreme metal.(Peanhead)
9.9 out of 10