ALBUM REVIEW: DEVOURMENT – PIOUS IMPIETY

DEVOURMENT ‘Pious Impiety’ EP REVIEW

Relapse Records. June 11th, 2026

Slam/Brutal death metal

Tak ada angin, tak ada hujan, dedengkot slam/brutal death metal DEVOURMENT ujug-ujug memuntahkan rilisan baru dalam format mini-album/EP, ‘Pious Impiety’, pada pertengahan tahun 2026 kemarin. EP yang berisikan 3 buah lagu ini menjadi materi perdana setelah tujuh tahun lamanya, yang tentunya menjadi pemuas rasa lapar bagi mereka yang sudah ngidam gak ketulungan karya baru dari DEVOURMENT, karena ‘Obscene Majesty’ (2019) memang sebajingan itu tujuh tahun lalu, dan setengah dekade lebih untuk menunggu materi lanjutan, jelas bukan waktu yang singkat. Sebagai band yang lumayan rajin bongkar pasang personil, dimana Brad Fincher menjadi satu-satunya pendiri yang masih bertahan, dalam ‘Pious Impiety’ ia setidaknya masih turut dibantu ⅔ line-up dari LP sebelumnya, Ruben Rosas (vokalis) dan Dave Spencer (bassist), sementara posisi gitaris kini diisi oleh Marvin Ruiz (STABBING), menggantikan Chris Andrews, yang harus menepi karena usai setelah tumor otaknya kembali terdeteksi pada 2023.

Apabila ‘Obscene Majesties’, terdengar seperti DEVOURMENT kerasukan mahluk dari goa jadi-jadian, dengan tekstur sekeruh dan seabrasif PORTAL dan IMPETUOUS RITUAL, dengan raw intensity yang tak kalah dengan rilisan-rilisan berkode katalog ANTI-GOTH. EP teranyar dari DEVOURMENT ini jadi semacam kembalinya band ke khitah lama, dimana unsur kocokan slam groove-nya kembali jadi sajian utama, alih-alih kembali dijadikan hidangan pelengkap saja. Bisa dipastikan para penggila rilisan-rilisan era ‘Molesting The Decapitated’, yang sempet melengos karena menilai ‘Unleash the Carnivore’ dan ‘Conceived in Sewage’ terlalu overproduced, dan full-length sebelumnya kelewat muram dan klaustrofobik, bakal nyengir lebar. Tiga buah lagu yang digelontorkan tentunya tak mungkin lagi bisa sejorok dan sementah materi-materi DEVOURMENT era 1997-1999, karena teknologi sekarang emang sudah beda, namun “Pious Impiety”, “Mortiferous Dependency”, dan “Advanced Stage Decomposition”, setidaknya mampu jadi penegas mengapa nama DEVOURMENT begitu disegani dan sangat berpengaruh di kancah brutal death metal dunia, khususnya di Nusantara. 

Trek favorit gua tentunya ”Advanced Stage Decomposition”, yang rasanya bakalan punya kans besar akan selalu ditungguin penonton waktu mereka manggung, karena menurut pandangan pribadi gua, lagu ini pantas disebut sebagai nomor terbiadab dan ter-heavy yang mereka hasilkan sejak periode klasik. Meski cuma berisikan 3 buah lagu dengan durasi 12 menit kurang dua detik, ‘Pious Impiety’ punya daya kejut yang gak main-main, tentunya, sebagai penikmat racikan bengis ‘Obscene Majesty’, gua sempat berharap mereka melanjutkan pendekatan all-out-assault yang diusung album tersebut, tetapi keputusan untuk ngulik kembali pakem slamming brutal death metal yang filthy as fukk ternyata merupakan ide yang gak kalah brilian. Awas aja kalo kelamaan bikin album penuh follow-up nya, maksimal tahun depan lah harus udah nongol, kalo nggak siap-siap nanti tak parani.(Peanhead)

8.8 out of 10