STORMKEEP ‘The Nocturnes of Iswylm’ ALBUM REVIEW
Vesperian. June 12, 2026
Symphonic black metal

Usai tiga tahun menghilang dari peredaran, dan terpaut hampir lima tahun sejak debut album ‘Tales of Othertime’. STORMKEEP telah kembali menampakkan wujudnya dengan LP kedua mereka, ‘The Nocturnes of Iswylm’, yang menjadi penanda babak terbaru perjalanan band black metal asal Denver, Colorado, Amerika Serikat tersebut, pasca ditarik ke label asal Berlin besutan Philipp Schulte (ex-Century Media Records). Apabila full-length perdana mereka tahun 2021 lalu, dirancang layaknya sebuah kompendium black metal era 90’an, yang menghimpun berbagai spektrum aliran tersebut, mulai dari melodic black metal, symphonic black metal, epic black metal, hingga dungeon synth. Maka ’The Nocturnes of Iswylm’ menjadi representasi evolusi musikal dari kuartet beranggotakan Otheyn Vermithrax aka Isaac Faulk (BLOOD INCANTATION), Nebula Husk, Apokteino, dan Lord Dahthar ini, yang mengarahkan komposisi mereka agar mendekati corak musikal hingga estetika symphonic black metal era mid 1990’s to early 2000’s.

Meskipun kehilangan racikan komposisional berskala epik dengan produksi agak mentah dari rilisan sebelumnya, ’The Nocturnes of Iswylm’ berkat talenta dibelakangnya, masih ditopang kualitas songwriting di atas rata-rata sympho black, sekaligus mampu melahirkan beberapa nomor yang berpotensi jadi penghuni tetap setlist mereka. Trek pertama “The Taste of Immortal Blood” punya chorus ala power metal yang mudah nancep di kepala karena catchy poll!, dimana ada kemungkinan besar bakal cocok ke kuping mereka yang doyan band model OLD MAN’S CHILD dan (early) CATAMENIA. Berikutnya, “The Black Dragons of Iswylm” menyuguhkan pendekatan bombastis ala DIMMU BORGIR dengan IMMORTAL-esque twang yang cukup medok, lalu lagu ketiga “Saccharine Subjugation” sarat aura kegelapan dan intensitas EMPEROR zaman ‘IX Equilibrium’. Hanya saja penempatan lagu kedua dan ketiga dalam tracklist kurang klop, seandainya posisi keduanya ditukar mungkin dari sisi pacing dan alur album ini bakalan lebih luwes dan nonjok.
Sangat disayangkan clean vocal dalam lagu keempat yang menurus ke teritori gothic black metal, “Imperious Sanguine Eroticism”, agak canggung dan kurang terdengar meyakinkan, dengan arrangement–wise yang memang rada datar dan kurang menggigit. Beranjak menuju back half ’The Nocturnes of Iswylm’, satu-satunya nomor yang mampu bener-bener memorable dan berkesan hanyalah “Echoes In The Vasts Of Sequestration”. Sedangkan baik “Carnal Tapestries Of Nailtorn Flesh” dan “Ballad Of A Fallen Star” kurang mampu menggugah selera gua pribadi, khususnya lagu terakhir, dimana lagi-lagi clean vocal dari Otheyn Vermithrax masih dapet tenaganya, tak mampu mengimbangi kekuatan departemen instrumennya, yang bikin 9 menit durasi agak menguras kesabaran, karena banyak missed opportunity. Overall ’The Nocturnes of Iswylm’ masih terbilang masih sangat listenable lah, terlepas dari beberapa ketidakcocokan secara personal plus nitpicking yang gua sebutkan. Tapi mau gimana lagi, ‘Tales of Othertime’ dan EP ‘Galdrum’ dulu emang begitu begitu kuat, alhasil ketika STORMKEEP mencetak album yang belum berhasil menyentuh standar tersebut, kesenjangannya jadi terasa begitu mencolok untuk ditolerir, dan akhirnya kekecewaan pun sulit dihindari.(Peanhead)
7.5 out of 10