WARNING ‘Rituals of Shame’ ALBUM REVIEW
Relapse Records. June 19th, 2026
Doom metal

Hampir satu dekade sejak memutuskan untuk kembali naik ke atas panggung, serta nyaris hampir 20 tahun sejak mempersembahkan album penuh kedua mereka yang legendaris, ‘Watching from a Distance’, WARNING akhirnya kembali dengan LP ketiga mereka, ‘Rituals of Shame’. ‘Watching from a Distance’ sendiri tentunya sudah menjadi sebuah mahakarya aliran doom metal, yang punya andil besar menginspirasi band-band doom besar kontemporer layaknya PALLBEARER dan KHEMMIS, hingga jagoan scene bawah tanah seperti CROSS VAULT. Patrick Walker, sang frontman sekaligus motor utama WARNING, sebenarnya tak begitu saja menarik diri dari sorotan ketika band tersebut ditidurkan selama kurang lebih 8 tahun, ia dengan sesegera mungkin langsung mendirikan 40 WATT SUN, yang album pertamanya masih kentel banget aroma-aroma WARNING, sebelum akhirnya meninggalkan penuh aliran doom, demi bergeser ke perpaduan rock alternatif, atmospheric rock, slowcore, hingga chamber folk. Bahkan setelah Patrick Walker, Wayne Taylor, dan Marcus Hatfield memutuskan untuk reuni pun, 40 WATT SUN justru makin rajin menghasilkan album dan manggung. Makanya, menurut ogut, kedatangan album ketiga dari WARNING ini gak terasa seperti kejutan besar, sebab ruh musikal dari band doom metal asal Essex, UK ini tetap dijaga menyala oleh Patrick Walker di proyekan satunya lagi.

Meski jarak rilis album yang begitu panjang, WARNING tetap berhasil menghadirkan kembali kepedihan yang begitu mengiris sampai ke tulang yang dulu membuat ‘Watching from a Distance’ mampu mengobok-obok batin para pendengarnya. Namun, setelah mendengarkan ‘Rituals of Shame’ secara berulang secara khidmat (dengan jeda taktis tentunya), sayangnya album ini memang belum punya lagu yang sanggup menandingi the sheer emotional devastation “Footprints” dan “Faces” dari magnum opus mereka dulu, yang mampu membuat mereka yang berjiwa paling tegar sekalipun bisa langsung remuk sampe bertekuk lutut. LP ketiga WARNING ini dimulai dengan title track hampir 13 menit, mengikuti tradisi rilisan sebelumnya yg juga diawali dengan title track dengan durasi terpanjang. Bedanya kalau “Watching from a Distance” dari segi komposisi rada bertumpu dalam struktur yang relatif ajek dan monolitik, “Rituals of Shame” punya struktur lagu yang lebih episodik, karena masuk bagian pertengahan mulai bergerak menuju lanskap lebih dinamis, dengan build-up pelan tapi dengan sigap nan pasti menghanyutkan, yang jadi bukti bahwa rembesan pengaruh silang dari 40 WATT SUN ke WARNING memang nyata, terbukti karena pendekatan struktural lagu ala MARILLION (yang merupakan salah satu inspirator utama proyekan solo si Patrick Walker), semakin terdengar lebih kentara.
Selain konstruksi lagu yang lebih luwes, aransemen vokal dalam ‘Rituals of Shame’, juga terdengar lebih berani kalau dibandingkan album keduanya, paling menonjol dalam dalam “Night Comes Down”, “Landing Lights”, dan “Teacher”, dimana Patrick Walker mulai memainkan pola lantunan yang lebih ekspresif tanpa menghilangkan karakter kontemplatif dan sendunya. Sayangnya lagu kedua, “Stations”, dari segi racikan komposisi dan agak datar, walaupun kalo soal lirik sih, masih sangat makjleb poll. Proses rekaman album ini dilakukan di The Arch Studio bareng Chris Fullard (ULVER, SUNN O))), IDLES), yang menangani recording dan mixing, yang hasilnyamemberikan karakter produksi lebih empuk dan menghangatkan sukma. Berbanding terbalik dengan ‘Watching from a Distance’, yang terdengar lebih harsh sekaligus kering kerontang, layaknya jeritan dari jiwa yang sudah lama terisolasi dalam kehampaan. Meski belum mampu menyamai pencapaian monumental ‘Watching from a Distance’ ataupun debut 40 WATT SUN, ‘The Inside Room’. ‘Rituals of Shame’ setidaknya masih berdiri mandiri sebagai sebuah album doom metal yang kompeten dengan beberapa momen cemerlang, sekaligus menjadi koleksi lagu paling catchy dari WARNING. Apakah nantinya album ini bakal meraih cult following, dan bakal terus diperbincangkan selama bertahun-tahun mendatang? only time will tell.(Peanhead)
8.5 out of 10