SIGNS OF THE SWARM ‘To Rid Myself of Truth’ ALBUM REVIEW
Century Media Records, August 22nd, 2025
Deathcore

SIGNS OF THE SWARM dulu sempet jadi salah satu band deathcore paling menjanjikan waktu masih di bawah naungan Unique Leader Records, label spesialis brutal death, tech death, slam, dan semakin kesini deathcore. Tiga album mereka di bawah label yang bermarkas di California, Amerika Serikat tersebut, ‘The Disfigurement of Existence’, ‘Vital Deprivation’, dan ‘Absolvere’, berhasil membuktikan kalau deathcore bukan sekadar parade breakdown murahan belaka, namun aliran ini mampu menghadirkan kompleksitas sekaligus brutalitas yang tak kalah dengan aliran extreme metal lainnya. Karya-karya yang mereka lahirkan juga memperlihatkan kalau deathcore bisa tetap relevan tanpa harus kehilangan identitasnya, kontras dengan SUICIDE SILENCE yang sempet banting setir ke nu-metal (sebelum akhirnya toba), WHITECHAPEL yang sempet eksplor di luar pakem deatchore, JOB FOR A COWBOY yang mantap di jalur progressive death metal, atau THROUGH THE EYES OF THE DEAD dan THE RED CHORD yang seperti hidup segan mati pun tak mau. Sampai akhirnya pada pertengahan tahun 2022, SIGNS OF THE SWARM ditarik oleh major label Century Media Records, dan tak lama kemudian mereka merilis ‘Amongst the Low & Empty’, yang malah jadi album terburuk sepanjang karier band ini. Album tersebut entah dengan sengaja atau enggak malah mengenkapsulasi segala klise ampas yang menjamur di scene deathcore sejak meledaknya “To The Hellfire” dari LORNA SHORE.

30 detik masuk ke album baru mereka, ‘To Rid Myself of Truth’, gua udah langsung ilfil. Lagu pembuka sekaligus title track malah bikin males banget, dengan riffing dan groove yang terlalu pasaran. “HELLMUSTFEARME” sebenernya agak mendingan, dengan racikan cukup brutal bertabur blast beat intensitas tinggi, sayangnya produksinya terlalu overprocessed, yang bikin kurang nonjok, belum lagi breakdown utamanya nge-gimmick parah, mungkin biar viral kali ya, tapi ya telat dua tahun lurd. ‘Natural Selection’, merupakan lagu dektor paling generik yang gua dengerin tahun ini, kayak terdengar seperti versi imitasi kelas rendahan hibrida deathcore dan djent yang dulu sempat meramaikan forum-forum era awal 2010’an. Gua baru bener-bener nangkep lagi nih album pas masuk trek keenam “Clouded Retinas”, yang mungkin efek terangkat charisma Will Ramos, yang featuring di lagu tersebut, begitu pula “Iron Sacrament” yang turut mengundang Phil Bozeman, namun, di kasus lagu ini, emang karena komposisinya lumayan catchy juga sih, “Forcing to Forget” juga berhasil menarik pendengaran ogut, mungkin karena track nya secara sound lebih nyerempet tradisional djent daripada deathcore, “Sarkazein” pun lumayan lah dengan atmosfer yang pekat, cuma bagian akhirnya aja caur banget. Sisa dua lagunya jujur gua gak masuk sama sekali, karena tak ada momen yang bisa bikin wah juga sih. ‘To Rid Myself of Truth’ membuktikan kalau SIGNS OF THE SWARM belum berhasil keluar dari keterpurukan, dengan songwriting sangat one-dimensional dan produksi over kompresi bikin sakit telinga, dari segala aspek, nih album emang salah satu terburuk yang gua denger tahun ini. (Peanhead)
4.0 out of 10