ALBUM REVIEW: PRIMITIVE MAN – OBSERVANCE

PRIMITIVE MAN ‘Observance’ ALBUM REVIEW

Relapse Records. October 31st, 2025

Doom metal, Sludge metal, Death metal

Setelah lima tahun lamanya menunggu, trio misanthropic doom metal bengis, PRIMITIVE MAN akhirnya bangkit lagi dari tartarus dengan full-length keempat mereka, ‘Observance’. Sepanjang lima tahun terakhir band asal Denver, Colorado, Amerika Serikat ini sebenarnya gak berdiam diri belaka, selain masih touring, mereka juga produktif dari segi rilisan, selain menghasilkan album kolaborasi bareng FULL OF HELL, ‘Suffocating Hallucination’, mereka juga menghasilkan sebuah mini album bertajuk ‘Insurmountable’, yang dirilis via Closed Casket Activities, eksklusif dalam format digital dan vinyl. Tapi buat gua pribadi, jujur agak kurang puas sih, dengan segala rilisan yang dilepaskan PRIMITIVE MAN pasca ‘Caustic’, baik EP, split, hingga album penuh ‘Immersion’ memang masih ganas gak ada obat, tapi durasinya rata-rata nanggung, karena menurut gua LP doom metal yang berintensitas tinggi plus emotionally heavy bakalan lebih khidmat kalau durasinya di atas lima puluh menit, malah kalau bisa diatas satu jam.

Dalam album terbarunya, PRIMITIVE MAN masih terdengar sejahat yang kita semua kenal, dari riff lambat nan keji yang mampu menyeret pendengar sampai kedalam jurang terdalam tartarus, hentakan drum masif menggelegar yang menggilas perlahan tanpa belas kasihan, cabikan bass yang mengisi ruang-ruang sesak dengan gemuruh rendah yang mencengkeram setiap jengkal lagu, dan tentunya death growl mencekam layaknya makhluk jadi-jadian dari gorong-gorong gehenna. Semua elemen tersebut melebur jadi satu kedalam 68 menit of pure uncompromising sonic violence, dengan atmosfer begitu intens yang secara perlahan melumat indera pendengaran mereka yang punya nyali untuk mendengarkan album ini. ‘Observance’ jelas merupakan sebuah album yang harus benar-benar disimak lalu diresapi tanpa distraksi, agar mampu menyerap esensi kekejamannya secara menyeluruh. PRIMITIVE MAN sendiri cukup lihai menjaga dinamika agar tetap engaging dari awal hingga akhir, entah itu lewat letupan death metal primitif, gelombang disonan yang bisa bikin terombang-ambing, noise abrasif, surprising melodic finish yang terasa ganjil namun efektif di “Natural Law”, sampe ketukan nge-punk tapi lamban kayak di lagu pembuka (“Seer”) dan “Social Contract”, ataupun intro trek ketujuh (“Social Contract”), yang intro-nya sempet gua kira tetangga lagi manggil tukang buat benerin atap bocor.

Lewat ‘Observance’, PRIMITIVE MAN menampilkan wujud mereka yang paling soul-crushing dan ganas sejauh ini, sebuah album yang perlahan mampu mencekik nafas pendengarnya sampai tak ada lagi udara tersisa di paru-paru, namun anehnya album ini tetap terasa seperti menghipnotis sekaligus cathartic parah. Setiap kali mendengarkan lagu-lagu dalam album ini, bawaanya selalu muncul dorongan untuk langsung meringkuk di tanah, kayak ditindih bobot emosional albumnya, sambil berteriak dalam kepala sendiri, efek mental barriers perlahan lenyap satu per satu digerogoti kegelapan. Baik dari segi songwriting, performa, produksi, pacing, flow dari lagu ke lagu, hingga durasi, ‘Observance’ merupakan sebuah album yang flawless tanpa pengecualian. Album ini tak hanya pantas disebut album terbaik yang pernah dimuntahkan PRIMITIVE MAN, tapi juga Album of the Year 2025 versi gua pribadi, sekaligus layak dicatat sebagai salah satu rilisan doom metal terbaik sepanjang masa. (Peanhead)

10 out 10