fbpx

ALBUM REVIEW: KNOCKED LOOSE – LAUGH TRACKS

KNOCKED LOOSE ‘Laugh Tracks’

Pure Noise Records. September 16th, 2016

Heavy Hardcore

Bersama CODE ORANGE, COUNTERPARTS, TURNSTILE, HARM’S WAY, TITLE FIGHT dan BEARTOOTH, KNOCKED LOOSE menjadi salah satu penebar racun hardcore/metalcore paling nyaring terdengar namanya pada dekade 2010-2019. Sebenarnya style heavy hardcore yang diusung oleh sekelompok anak muda asal Oldham County, Kentucky, Amerika Serikat ini tak terlalu original, mengingat konsep tersebut sudah sangat  populer sejak akhir 90’an, namun karena faktor hoki tinggi dan racikan beatdown hardcore yang in your face, sekaligus tajam, lugas, dan terpercaya dalam melontarkan breakdown-breakdown pemembakar emosi, akhirnya mampu melejitkan KNOCKED LOOSE hingga ke Billboard 200, bahkan album paling bontot ‘A Different Shade of Blue’ (2019) berhasil menembus posisi 40 besar, disaat band metal/hardcore lain banyak lagi seret performa penjualanya dalam chart tersebut. Faktor lain yang membuat dua ­full-length yang telah dirilis sangat diterima pasaran, karena mereka bisa menjangkau kesemua kalangan pencinta musik bawah tanah tak hanya mandek di scene HC, merangkul dari anak pop-punk/emo sampai metalhead garis keras, tengok saja portofolio touring selama ini, yang wara-wiri bareng metalcore, melodic hardcore, deathcore, sampe band death metal sekalipun. KNOCKED LOOSE juga telah menjadi gateway band, bagi anak muda yang baru terjun di dunia musik keras.

‘Laugh Tracks’ yang dirilis oleh Pure Noise Records tahun 2016 silam merupakan debut album dari KNOCKED LOOSE, sebuah album berisikan sebelas nomor penambah imun yang menampilkan wajah paling primitif band ini, jauh sebelum mereka mencoba ber-eksperimentasi dengan extreme metal lebih dalam dalam LP kedua ‘A Different Shade of Blue’ tiga tahun setelahnya, jadi ‘Laugh Tracks’ masih sebuah album metallic hardcore 96% murni, karena belum terkontaminasi riff Swedish old school death metal atau slam. Tak melenceng dari kodratnya sebagai band beatdown, semua lagu yang ada kurang lebih mengikuti format sejenis dengan rasio antara breakdown dengan part lain yang agak berat sebelah, struktur lagu non konvensional yang ada kayaknya memang dirancang untuk mengedepankan breakdown, gak ada dinamika standard verse-chorus-verse, karena bagian lain hanya sekedar perantara alias build-up menuju breakdown, beberapa lagu punya transisi langsung mengalir begitu saja dengan mulus, layaknya “Oblivions Peak” dengan “Deadringer”, begitu pula triad “Counting Worms”, ”My Heroes” dan ”Billy No Mates”, jadi kadang suka nggak engeh udah sampai di track nomor berapa, yang penting bisa buat headbang atau slam dance, walau temanya sama tembok doang karena masih PPKM.

Mengingat komposisi agak mirip-mirip ditambah song structure yang suka random, ‘Laugh Tracks’ bisa terasa sangat membosankan mulai dibagian pertengahan album kalau disetel pas mood kurang mendukung, padahal durasinya dibawah 30 menit. Tetapi apabila didengarkan disaat kondisi kejiwaan yang menunjang, ‘Laugh Tracks’ dijamin bakal nampol maksimal apalagi didukung sound production menohok dari produser sekaliber Will Putney (FIT FOR AN AUTOPSY), yang sudah banyak makan asam garam ngerjain album hardcore/metalcore/deathcore. Selain itu meskipun masih minim, mulai pertengahan album, KNOCKED LOOSE sudah mulai sedikit menyntikan berbagai variasi, contoh “My Heroes” riffing awal nya lumayan sludgy, slow breakdown pada akhir “Billy No Mates” dan “No Thanks” gak kalah brutal sama grup slamming death metai, sedikit sentuhan black metal pada menit akhir “Last Words”, atau letupan blastbeat sekelebat pada “A Fetish”. Namanya masih album pertama wajarlah kalau ‘Laugh Tracks’ masih banyak kekurangan disana-sini, selain rada monoton, bagian lain diluar breakdown juga seperti ditetelantarkan begitu saja, namun setidaknya keganasan materi dalam ‘Laugh Tracks’ bakal baru terasa apabila dibawakan secara live, keganasan di atas panggung tersebut lah yang  mengerek popularitas KNOCKED LOOSE, baru pada ‘A Different Shade of Blue’ nantinya band ini bakal bisa menjawab segala kritik dalam album pertamanya. (Peanhead)

6.8 out of 10