HÄLLAS ‘Panorama’ ALBUM REVIEW
Aventyr Records. January 30th, 2026
Hard rock/Progressive rock

Sejak mencuri perhatian sirkel penikmat heavy/hard rock lewat ‘Self-Titled EP’ (2015) dan debut album ‘Excerpts From a Future Past’ (2017), HÄLLAS telah menjadi pemain kunci di ranah retro rock saat ini, sekaligus merupakan salah satu comfort group terfavorit ogut bersama HIGH SPIRITS, HAUNT, GRAVEYARD, dan THE NIGHT FLIGHT ORCHESTRA. HÄLLAS sendiri mengusung formula hard rock yang menurut pendengaran gua pribadi sepertinya banyak terinspirasi band-band lawas layaknya URIAH HEEP, UFO, BUDGIE, ASHBURY hingga geliat-geliat awal scene NWOBHM, tentunya dengan hembusan progressive rock yang cukup menonjol. Meskipun gua cukup doyan dan sangat mengapresiasi ‘Conundrum’ (2026) dan ‘Isle of Wisdom’ (2022), jujur keduanya belum mampu menggantikan sense of discovery atau into the unknown vibe dari album pertama HÄLLAS. Ketika band asal Swedia ini mengumumkan LP keempat ‘Panorama’, rasa penasaran gua langsung terpantik lagi, ditambah lagi lead single ”Face of an Angel” punya nuansa AoR/80’s rock yang sangat kental.

Dan bener saja dugaan ogut, kalau ‘Panorama’ bakalan lebih greget dari dua album sebelumnya, aransemen wise, sebagai lagu pertama HÄLLAS langsung mempersembahkan sebuah nomor progressive rock epik nan kolosal berdurasi 21-menit lebih, yang tak hanya kental pengaruh dari band-band yang sudah lama mempengaruhi mereka kayak URIAH HEEP, WISHBONE ASH, GENESIS hingga NEKTAR, namun “Above the Continuum” juga sarat aura-aura italian prog model BANCO DEL MUTUO SOCCORSO hingga ELOY, malah pas pertengahan menit pertama hingga menit ketiga, gua sempet pangling karena gua pikir salah nyetel nomor eurodisco atau gimana, karena mendadak kayak Giorgio Moroder era mid-to-late 70’s, malah HÄLLAS juga menyelipkan dua strofa dalam bahasa italia. Walaupun lagu berikutnya udah kembali ke durasi yang lebih standard, “Face of an Angel” tetep impresif, karena emang luar biasa catchy (ada rasa-rasa ALAN PARSON PROJECT gimana gitu), begitu pula dengan “The Emissary”, yang punya chorus pada bagian pertama bikin terngiang-ngiang di kepala.
“Bestiaus” yang menjadi obligatory sentimental ballad album ini sayangnya kurang begitu bisa ngena di telinga gua, meskipun liriknya sih cukup pedih. Tentunya dalam sebuah album progressive rock, nomor pamungkas memang luar biasa penting, dalam ‘Panorama’, grup ini dengan lantang menyajikan “At the Summit”, yang dibuka lewat petikan-petikan gitar akustik berlanggam folk dengan balutan synth yang menghangatkan hati, sebelum akhirnya menggelegar lewat racikan heavy metal yang bombastis, teatrikal dipenuhi performa vokal luar biasa dari Tommy Alexandersson. Komposisinya berhasil membangun klimaks dengan dinamika yang tersusun matang, dimana setiap transisi yang mengalir meyakinkan, dengan penegasan resolusi yang kuat sampai ke puncak. Hampir satu dekade sejak debut full-length mereka, HÄLLAS tak hanya kembali membuktikan konsistens, tetapi juga sukses menghadirkan album terbaik yang pernah mereka ciptakan sejauh ini. Dengan durasi 44 menit yang terbilang singkat untuk ukuran album progressive rock, ‘Panorama’ sama sekali tak menyisakan ruang untuk filler, dan mampu tetap fokus pada tujuan utama dari awal hingga akhir.(Peanhead)
9.6 out of 10