EVILBREED ‘Astral Imprisonment’ ALBUM REVIEW
Ironbound Records. April 4th, 2026
Death metal

Sudah beberapa tahun terakhir, Ironbound Records jadi salah satu records label lokal terfavorit saya, berkat rilisan-rilisan mereka yang selalu on point tiap tahun. Sejak 2025 label ini menurut gue kelewat ngeri setiap ada pembaruan katalog, mulai dari ‘Chainmail Commandos’ (STERÖID), ‘Bite the Blade’ (ON FIRE), Edgelords from Hell (ANTAGONIZÖR), hingga Fears to Fathom (ËVIL SÍNNER). Selain itu, tak hanya band-band internasional saja, Ironbound Records juga mencetak band dalam negeri yang enggak kalah killers!, mulai dari versi remastered debut album dari TUMENGGUNG hingga threesome laknatullah antara VENTOR, NATTMARAN, dan DEMON SACRIFICE bertajuk ‘Faster than the Devil IV’. Sedangkan, awal tahun 2026 ini, Ironbound Records melepaskan album perdana EVILBREED, unit metal kematian asal Kediri, Jawa Timur.

Meskipun rilis pers mendeklarasikan EVILBREED sebagai unit death metal, yang sekilas memang terasa agak melenceng dari modus operandi sang label yang selama ini identik (mostly) dengan heavy metal, speed metal, hingga thrash. Namun, setelah ‘Astral Imprisonment’ diputar secara seksama dan penuh konsentrasi, kesan itu cepat luruh, karena visi misi EVILBREED ternyata masih berada dalam satu garis yang selaras. Karena, alih-alih mabok sama band-band lawas kayak MORBID ANGEL, INCANTATION, ENTOMBED, DISMEMBER, ataupun MALEVOLENT CREATION, Wahyu (gitar), Nanda (bass), Heru (drum), dan Satya (vokal) justru menarik garis genealogi dari para punggawa-punggawa death metal/extreme metal yang lebih purba, layaknya POSSESSED, INFERNÄL MÄJESTY, SLAUGHTER (CA), POISON (DE), hingga VENOM alhasil 10 lagu dalam debut ‘Astral Imprisonment’ terdengar sangat urakan dengan energi meledak-ledak, sekaligus memancarkan aura gelap yang cukup pekat.
Dengan durasi sepuluh lagu yang di-total hampir mencapai 25 menit, ‘Astral Imprisonment’ doesn’t overstay its welcome, alias dengan sigap dan tanpa banyak omong kosong langsung mampu menggasak segala atensi pendengar, terus langsung pulang ke markas tanpa permisi, mulai dari nomor-nomor awal (“Descent to Oblivion”, “Realm of Damnation”, “Obscured Sanctrum”) terinjeksi keliaran punk ala band-band thrash generasi awal dari scene kota San Francisco, yang balls to the walls dengan agresi nya, sampai marathon tiga track babak akhir (“Astral Imprisonment”, “Doom Parallax”, “Cryptic Dominion”) yang sarat pancaran radiasi para perintis black metal gelombang pertama. Agak disayangkan aja sih, dari segi produksi ‘Astral Imprisonment’ kurang mentah banget, padahal dari segi performa sudah oke untuk ukuran album pertama. Dari sisi materi pun, walau punya kecenderungan saling membaur antara satu sama lain (bila tak didengarkan dengan jeli), sudah lebih maju dibandingkan mayoritas band-band lokalan lain yang mengusung death metal dengan embel-embel punk. ‘Astral Imprisonment’ memang jauh dari kata sempurna, tapi EVILBREED wajib bangga dengan pencapaian mereka dalam album pertama, karena album ini lumayan nampol maksimal.(Peanhead)
8.4 out of 10