MALEVOLENCE ‘Where Only the Truth Is Spoken’ ALBUM REVIEW
Nuclear Blast Records. June 20th, 2025
Metalcore

Pasca merilis album ketiga, ‘Malicious Intent’ (2022), tak bisa dipungkiri lagi kalo pamor MALEVOLENCE memang terus menanjak tajam, bahkan band asal Sheffield, UK ini kini sudah mantap melangkah jadi headliner tur mereka sendiri sampai menjadi salah satu billing teratas di The Summer Slaughter Tour 2025 bersama HATEBREED. Meskipun fondasi MALEVOLENCE berakar dari kancah metalcore/hardcore, pendekatan musikal yang mereka tawarkan bisa terbilang cukup segar, memadukan metalcore era 2000’an ala UNEARTH, HEAVEN SHALL BURN, dan SHADOWS FALL, dengan groove metal (MACHINE HEAD dan CHIMAIRA), hingga sludge metal (KINGDOM OF SORROW + CROWBAR) dan modern thrash, cukup kontras dengan band metalcore/metallic hardcore kekinian yang rata-rata kalo gak mentok berkiblat pada beatdown, paling menjurus ke teritorial djent, alt/nu metal, ARCHITECTS-core, atau malah jatuh ke ranah butt rock generik. Formula lintas subgenre tersebutlah yang membuat MALEVOLENCE jadi salah satu yang paling stand out (tanpa gimik aneh-aneh) di antara jutaan band metalcore/core-adjacent lain di pasaran, bersama band-band seperti XIBALBA (dari sisi lebih ekstrim) atau I PROMISE THE WORLD (dari sisi lebih “radio friendly”) yang masih berani bergerak sendiri diluar tren.

Karena album sebelumnya sudah mematok standar yang sangat tinggi, MALEVOLENCE jelas butuh usaha ekstra untuk benar-benar meluluhkan gue agar bisa kesemsem sama album ini, dan for the second time in a row, Alex Taylor, Konan Hall, Josh Baines, Wilkie Robinson, dan Charlie Thorpe sekali lagi berhasil melampaui standar mereka sendiri di full-length keempat, ‘Where Only the Truth Is Spoken’. Album penuh kedua MALEVOLENCE bersama Nuclear Blast Records ini memang tak benar-benar punya trek ikonik atau lead single kuat yang bakalan bisa menggaet pendengar baru secara instan kayak “On Broken Glass”, “Higher Place”, dan “Still Waters Run Deep”, tetapi secara overall ‘Where Only the Truth Is Spoken’ punya tracklist yang lebih berbobot dan konsisten, alias terjaga padat dari awal hingga akhir. Album ini juga punya standout track yang gak sembarangan, tengok aja “So Help Me God” yang menyepak bokong selama empat menit delapan belas detik nonstop, nomor speed metal bercorak NOLA sound “If It’s All the Same to You”, “Counterfeit” yang punya kocokan gitar moshcore-esque yang bikin moshpit bermutasi jadi ajang adu jurus karate, kemudian ada “Salt The Wound” yang sempet gue kira bakal jadi power ballad dalam tanda kutip kayak “Higher Power”, namun malah berbelok jadi nomor yang cukup menghentak.
Sepanjang 40 menit album ini bergulir, diluar produksi album ini yang terdengar terlalu steril, kompresi keblinger, dimana agresi mentah MALEVOLENCE seperti gagal tersalurkan dengan maksimal. gue hampir gak menemukan sama sekali sih hal-hal yang bisa di-nitpicking dari album ini, paling “Demonstration of Pain” agak bland saja, lalu (lagi-lagi) lagu yang mengundang vokalis tamu justru malah mid parah, apabila dalam ‘Malicious Intent’ “Salvation” (featuring Matt Heafy dari TRIVIUM) menjadi nomor paling ampas, karena terdengar seperti metalcore-by-numbers kacangan, dalam album ini ada “In Spite”, yang mengundang pentolan LAMB OF GOD, Randy Blythe, tapi sayangnya terlalu formulaic dengan groove, chorus dengan breakdown agak basi banget. Di luar produksi kurang greget dan dua trek mid, ‘Where Only the Truth Is Spoken’ masih pantas disebut sebagai album metalcore paling beringas tahun 2025, penuh riff jahat, groove plus breakdown ganas, solo gitar liar di beberapa tempat, hingga slam-inspired stomp riff yang mampu meninju pelipis tanpa aba-aba, dan yang paling penting tanpa embel-embel whiny-ass clean vocal klise. Kalau di luaran ‘Bodies’ dari THORNHILL banyak digadang-gadang sebagai AOTY 2025 dalam kategori metalcore, gue sih dengan keyakinan penuh, fuck that shit, ‘Where Only the Truth Is Spoken’ is THE metalcore album of 2025, no debat. (Peanhead).
9.0 out of 10