ALBUM REVIEW: KELELAWAR MALAM – KESURUPAN

KELELAWAR MALAM ‘Kesurupan’ ALBUM REVIEW

Grieve Records. March 30th, 2026

Horror punk

Pendekar ‘Horror Metal Punk’ asal Ibu Kota, KELELAWAR MALAM, akhirnya melepaskan album ketiga mereka, dengan judul ‘Kesurupan’, sembilan tahun sejak ‘Jalan Gelap’ bergentayangan di seantero negeri. Karena kebangkitan dari kuburan orkes yang bermarkas di Rossi Fatmawati ini biasanya lumayan sporadis, alias tergantung wangsit udah turun dari gunung gede apa belum. Maka tiap ada rilisan baru, praktis selalu disambut dengan ritual hingga hajatan khusus di kalangan para pengikutnya. Perkenalan pertama dari album baru, “Harut Marut”, yang nongol di penghujung tahun lalu, menurut gue memang menjanjikan untuk sebuah single pertama dari LP terbaru, sebuah nomor horror punk dengan hook dan vocal arrangement sangat on-point yang mampu menancap sampai ke ubun-ubun, dan sanggup meninggalkan kesan positif alias gak sekedar seliweran sejenak di playlist DSP begitu saja.

Meskipun ‘Kesurupan’ dibuka dengan track yang cukup terinjeksi logam berat, yang dipandu dengan tarikan vokal gahar dari Deta Beringas, album keempat dari KELELAWAR MALAM ini secara keseluruhan, lebih mengedepankan nomor-nomor punk rock dengan sensibilitas pop yang kuat, sebuah tendensi yang sebenernya emang udah terdengar dari album kedua, yang secara overall lebih catchy dari mayoritas lagu di album debut. Selain itu, ‘Kesurupan’ entah kenapa vibe-nya rada nyerempet 90’s punk-rock banget, tak begitu memancarkan aura mencekam. Karena saat dengerin title track, “Cahaya”, “Budak Kelelawar” dan “Harut Marut”, bawaannya langsung keinget band-band macam THE QUEERS, THE HUNTINGTONS, SCREECHING WEASEL, PARASITE, selain tentunya MISFITS, yang udah mendarah daging. Walau dari dulu gue (biasanya) lebih cepat nangkep sama nomor-nomor KELELAWAR MALAM yang punya kecenderungan beririsan ke  heavy rock/metal layaknya: “Palu Keadilan”, “Kengerian”, “Suara Kegelapan”, “Jalan Gelap”, “Babylon”, dan “Merapi”. Dalam album ‘Kesurupan’, justru gue malah kebalikannya, lima nomor horror punk super duper catchy yang dilepaskan dari kandang kelelawar yang gue sebutkan diatas, begitu cepat membius sampe pengen langsung sing along, efek porsi vokal dan backing vokal yang lebih kuat sekaligus berani dari segi penataan dan eksekusi kalo dibandingkan dengan album sebelumnya.

Masuk tiga lagu terakhir dalam album, KELELAWAR MALAM masih mampu untuk mempertahankan momentum, lewat “Khundang” yang sarat nuansa heavy rock dan bisa memecvt raga sampe melek meskipun baru bangun tidur, lalu dilanjutkan dengan “Kosong”, yang menurut gue merupakan trek paling nge-pop dalam diskografi KELELAWAR MALAM, dengan lirik yang melankolis dan bagian solo gitar bikin makin nyandu, sayangnya lagunya gak begitu masuk untuk selera pribadi, jadinya ogut skip terus tiap muter albumnya. Tembang terbaik album ‘Kesurupan’ justru ditaruh paling ujung, “Tulang Belulang” punya aroma yang bikin sedikit terngiang sama MISFITS era Michale Graves, liriknya paling relevan dengan kondisi dunia saat ini yang semakin amburadul, bagian chorus-nya langsung ngena banget, “Woo o o oo… Lihatlah dunia tenggelam. Woo o oo… Dalam darah dan air mata”, dijamin sih bakalan potensi jadi lagu fan favourite kalo dibawain pas manggung kelak.

“Tulang Belulang” ditutup dengan pembacaan sebuah puisi perpisahan kepada Fahri Al Maut, yang memutuskan untuk pindah ke negeri seberang, pembacaan puisi tersebut langsung disamber solo gitar yang mampu mengiris-ngiris qolbu. Dari segi produksi, jelas gue lebih nyangkut sama album ini daripada ‘Jalan Gelap’, yang kala itu IMO agak terlalu kinclong produksinya, sedangkan ‘Kesurupan’ sedikit lebih mentah, meskipun belum  bisa menandingi auditory rawness album pertama. Dengan durasi dua puluh delapan menit, mungkin bagi sebagian orang bakalan dianggap terlalu pendek, apalagi bagi mereka yang udah menunggu hampir satu dekade sejak album KELELAWAR MALAM sebelumnya, tapi gua jamin ‘Kesurupan’ tetap memuaskan, karena 8 nomor yang dipersembahkan KELELAWAR MALAM dijamin All Killer No Filler!. SALAM PECVT!!!!.(Peanhead)