fbpx

ALBUM REVIEW: FULL OF HELL – COAGULATED BLISS

FULL OF HELL ‘Coagulated Bliss’ ALBUM REVIEW

Closed Casket Activities. April 26th, 2024

Grindcore

Padahal baru aja di masa injury time tahun 2023 lalu FULL OF HELL melepaskan kolaborasi kurang terpanas 2023, ‘When No Birds Sang’, bareng band shoegaze/soft grunge idola para bapak-bapak kantoran, NOTHING, ehh akhir april 2024 kemaren quintet asal Amerika Serikat ini udah melemparkan album penuh baru aja, yang sepertinya sebagai santapan penutup pasca rentetan tiga karya split dan kolaborasi yang dirilis sepanjang 2023, dimana FULL OF HELL selain ngajak NOTHING, turut pula berkongkalikong dengan PRIMITIVE MAN berserta GASP. Bertajuk ‘Coagulated Bliss’, album kesebelas FULL OF HELL ini menampilkan ilustrasi sampul yang lebih berwarna dari Brian Montuori, tak seperti trio LP sebelumnya ‘Trumpeting Ecstasy’, ‘Weeping Choir’, dan ‘Garden of Burning Apparitions’, karya boss Youth Attack, Mark McCoy, yang lebih gelap dan monokromatik, artwork lebih terang dan berwarna tersebut sepertinya jadi kisi-kisi kepada para calon pembeli/pendengar, karena memang sih kalau dibandingkan tiga album pendahulunya, ‘Coagulated Bliss’ agak lebih variatif dan sekaligus aksesibel, tanpa harus kehilangan taring. Dibuka dengan nomor deathgrind, “Half Life Changelings”, yang penuh intensitas dan yang paling penting to the point alias gak pake basa-basi, namun masih dibumbui riff rada miring, track tersebut langsung disamber dengan “Doors to Mental Agony”, yang terdengar seperti hibrida haram antara powerviolence, mathcore, dan grindcore, sedangkan “Transmuting Chemical Burns” punya corak racikan yang kurang lebih sama dengan dua lagu teratas di tracklist, namun dengan struktur lagu yang sedikit lebih tradisionil.

Baru lah di trek keempat FULL OF HELL menyimpang ke ranah industrial, kemudian dilanjutkan dengan title track nyerempet post-hardcore/noise rock, sebelum beranjak ke territorial sludge metal di nomor “Bleeding Horizon”, dengan durasi terpanjang di full-length ini, karena hampir menginjak tujuh menit sendiri, tetapi kalo dibandingkan dengan album teranyar END, integrasi multi aliran yang diterapkan FULL OF HELL masih termasuk kurang. Setelah tiga lagu selingan yang bereksplorasi ke ranah lain, FULL OF HELL kembali kehabitatnya via duo maut “Vomiting Glass” dan “Schizoid Rupture”, begitu pula “Vacuous Dose” yang entah kenapa lumayan terngiang-ngiang dikepala, berbanding terbalik dengan lagu kesepuluh dan kesebelas “Gasping Dust” dan “Gelding of Men”, yang hanya mampir tayang doang tanpa memberikan kesan, dan sebagai penutup band ini menggelontorkan “Malformed Ligature”, yang sayangnya kurang greget, terkesan begitu doang dan random. Setelah album kolaborasi impresif banget yaitu, ‘When No Birds Sang’, agak sedikit berharap sih kalo FULL OF HELL menghasilan album penuh sendiri namun segila rilisan tersebut, kayak kasus CULT OF LUNA pasca ‘Mariner’, tapi pas dengerin sampai habis berkali-kalipun, ‘Coagulated Bliss’ terdengar biasa aja dan kurang berkesan (untungnya durasinya pas karena gak sampe 30 menit), belum mampu mencapai level kesintingan ‘Trumpeting Ecstasy’ plus  ‘Weeping Choir’, tapi setidaknya LP ke-11 dari FULL OF HELL ini menurut ogut udah lebih baik dari ‘Garden of Burning Apparitions’, yang sampe sekarang pun belum masuk sama sekali ditelinga. (Peanhead)

7.0 out of 10