fbpx

ALBUM REVIEW: BLEED FROM WITHIN – SHRINE

BLEED FROM WITHIN ‘Shrine’ ALBUM REVIEW

Nuclear Blast Records. June 3rd, 2023

Metalcore

BLEED FROM WITHIN awal mulanya diformasikan di Glasgow, Skotlandia tahun 2005 silam, meskipun dulunya mereka adalah band cover LAMB OF GOD, namun ketika album pertama mereka diluncurkan, BLEED FROM WITHIN justru malah ngikut maenin deathcore, yang cukup banyak dipengaruhi SUICIDE SILENCE dan juga album pertama BRING ME THE HORIZON dan AS BLOOD RUNS BLACK, karena punya corak gothenburg-core yang cukup terasa. ‘Empire’, yang merupakan album kedua grup ini semakin pekat influence dari NWOAHM, lewat komposisi yang lebih groovy, dan puncaknya adalah ‘Uprising’, yang menjadi debut BLEED FROM WITHIN bersama major label, Century Media Records, dimana mereka akhirnya menemukan jati dari, menggabungkan metalcore/melodeath dan groove metal, dengan sedikit bumbu deathcore bertebaran disana sini, dimana formulasi tersebut kembali dikembangkan dan menurut saya disempurnakan lewat ‘Era’, sebelum akhirnya otak-atik lagi dengan dirilisnya LP kelima ‘Fracture’, yang semakin banyak memasukan clean vocal plus chorus anthemic, ngikut jejak ARCHITECTS dan PARKWAY DRIVE, kayak mau mengejar pasar kekinian.

Sebenarnya ngejar pasar sih gak masalah juga, masa udah 15 tahun lebih berkarya cuma ngandelin fan base disitu-situ aja dan gak melebarkan saya lagi, toh ‘Fracture’ juga menurut saya masih sangat agresif dan cukup nendang alias bikin melek kalo disetel pas pagi-pagi buta. ‘Fracture’ sepertinya juga dianggap suatu keberhasilan, karena setelah lepas kontrak dari Century Media, BLEED FROM WITHIN langsung dipinang raksasa metal lain, Nuclear Blast Records, dan bersama label tersebut lah Scott Kennedy, Ali Richardson, Craig Gowans, Davie Provan, dan Steven Jones melepaskan ‘Shrine’, sebuah babak baru dalam karir BLEED FROM WITHIN, dengan materi yang notabene semakin komersil tapi masih garang poll. Album ini dibuka dengan “I Am Damnation”, yang gak main-main, dan menurut ogut merupakan trek paling catchy yang pernah ditulis band ini, dengan dari intro yang bisa bikin penonton nge-hype, riff utama bouncy parah, chorus besar yang bisa menghidupkan stadium/arena, plus breakdown bikin leher keseleo kalu bener-bener diresapi. Lagu berikutnya pun tak kalah nendang pantat, “Sovereign”, yang sarat rasa-rasa post-thrash era 2000’an.

Nomor selanjutnya, “Levitate”, mungkin merupakan lagu paling radio-friendly BLEED FROM WITHIN, namun entah kenapa ogut justru baru ngangkep setelah puluhan kali denger, dan awal-awal denger ‘Shrine’, lagu tersebut pasti langsung di skip, karena track berkutnya “Flesh And Stone” sebenernya lebih tepat jadi suksesor “Sovereign”, karena punya intensitas yang mampu menyeimbangi, dan buat cooling down band ini menyuguhkan “Invisible Enemy”, yang nge-groove gak ketulungan. Tapi pas masuk pertengahan album, makin keliatan banget kalo ‘Shrine’ tak seberagam ‘Fracture’, karena BLEED FROM WITHIN pas nulis album baru terlalu fokus buat ngehasilin big hit, yang jadinya bikin bagian pertengahan hingga akhir terdengar terlalu formulaic, emang setelah interlude singkat “Stand Down” masih menjanjikan, tapi pas masuk “Death Defined” dan “Shapeshifter” udah mulai jadi bosen gimana gitu pas nyetel, untungnya “Temple Of Lunacy” kembali on the track, walau lagi-lagi “Killing Time” bikin males karena uninspired banget, sebelum akhirnya diselamatkan epilog “Paradise”, yang merupakan lagu paling kalem dalem album. Meskipun menurut saya secara kualitas agak jomplang bagian awal dan pertengahan/akhir, sekaligus kalah variatif dari full-length sebelumnya, ‘Shrine’ terbukti sukses besarbuktinya bulan November ini, Nuclear Blast Records bakal melepaskan versi Deluxe Edition nya dengan tambahan tiga lagu “The Will To Resist”, “Overthrone”, dan “Chemical Carnival”, gak mungkinlah label kelas kakap asal reissue edisi deluxe berjarak satu tahun saja kalo albumnya gak meledak dipasaran, karena meskipun secara overall rada kurang kohesif dan kayak koleksi single belaka, ‘Shrine’ banyak menyimpan nomor-nomor paling memorable yang pernah dihasilkan BLEED FROM WITHIN sebagai grup. (Peanhead)

7.5 out of 10