BLACKBRAID ‘Nocturnal Womb’ EP REVIEW
Wolf Mountain Productions. March 6th, 2026
Black metal

Sebagai band black metal yang bisa dibilang paling cepat dan instant melesat namanya sejak mencuat tahun 2022 lalu, BLACKBRAID, unit black metal yang dimotori oleh Sgah’gahsowáh a.k.a.Jon Krieger ini, bener-bener gak ngasih napas dan celah sama sekali buat para pengikutnya, karena BLACKBRAID ngebut banget dalam urusan menggulirkan album baru, padahal jadwal touring/manggung di festival mereka sebenarnya sangat padat. Gue sendiri sebenernya kurang begitu bisa nyangkut sama album pertama mereka, kalo dari segi branding okelah, solo indigenous black metal project dari belantara pegunungan Adirondack, yang mengangkat tema alam hingga mitologi-mitologi suku asli Amerika Utara. Tapi kalo dari segi materi gua sih merasa debut mereka kurang greget dan idiosinkratik, kalau dibandingkan dengan ribuan band yang dilabeli tag aliran (genre) atmospheric black metal di Encyclopaedia Metallum.

Barulah pas album kedua gua jadi ikut-ikutan mantengin BLACKBRAID, berkat lagu fenomenal “Moss Covered Bones on the Altar of the Moon”, berserta tiga lagu babak akhir, “Twilight Hymn of Ancient Blood”, “Sadness and the Passage of Time and Memory”, dan sebuah cover lagu legendaris dari BATHORY, “A Fine Day to Die” yang, Meskipun begitu, kalau harus dengerin satu album full sering-sering, bisa agak keblinger juga, karena durasinya kelewat overdosis, sebuah problema yang masih menjangkiti LP ketiga, meski secara susunan lagu, overall materi yang dipersembahkan, berserta alur dari nomor ke nomor yang jauh lebih baik. Tetapi, tetep aja ‘Blackbraid III’ sebenernya masih bisa dipadatkan lagi, karena 2-3 lagu kayaknya bisa dipecah untuk jadi stand alone EP aja. Awal tahun 2026 ini, Jon Krieger belom ngasih kendor para pendengar setia BLACKBRAID, karena doi melepaskan mini-album/EP dalam format digital dan limited edition colored 10″ vinyl berjudul ‘Nocturnal Womb’.
Meskipun hanya berisikan tiga buah lagu, tiga materi yang dihadirkan BLACKBRAID dalam ‘Nocturnal Womb’ cukup fresh dalam konteks diskografi mereka, title track yang berdurasi hampir sembilan menit, layaknya jadi ajang uji coba evolusi sound proyek ini, yang mulai perlahan dijalani sejak ‘Blackbraid II’, dengan melebarkan sayap keluar pakem atmospheric black metal. Dalam “Nocturnal Womb”, pendengar langsung dihajar dengan kombinasi ngeri antara riff jahat, betotan bass bergemuruh, dan gebukan drum agresif, yang lumayan keji. Namun, secara struktural trek ini malah bikin ngingetin ke MGLA, karena setelah motif settled in, tidak ada perkembangan motif yang cukup signifikan, tak ada pula resolusi dramatis, ataupun klimaks yang eksplisit, part penghujungnya lebih ke akumulasi daripada pelepasan, pas kelar pun diakhiri dengan fade out.
Dalam track berikutnya “Celestial Bloodlust”, BLACKBRAID langsung berubah lebih galak dan liar sebelumnya, lagu tersebut sekaligus jadi nomor paling mosh friendly dalam katalog mereka. Sedangkan sebagai penutup, BLACKBRAID menyajikan “Barefoot Ghost Dance on Blood Soaked Soil” dalam versi akustik, agak disayangkan aja versi akustik ini secara penuh dibawakan tanpa vokal, padahal gua lumayan penasaran gaya nyanyi Jon Krieger bakal seperti apa, tapi ya sebagai dessert masih oke lah, mampu memberikan nuansa comforting yang menghangatkan kayak ‘Kveldssanger’, tapi versi lite. Walaupun tak menaruh harapan sama sekali dengan ‘‘Nocturnal Womb’, karena emang baru diumumkan tiga hari sebelum dirilis, jadi gak dapet waktu untuk menaruh ekspektasi, EP baru dari BLACKBRAID ini cukup kuat, lewat 3 komposisi yang punya identitas yang distinct. Tetapi, kalau kata gua sih BLACKBRAID kalau bisa jangan terlalu sering menggelontorkan rilisan baru, kasih jeda dikit dulu lah, beri waktu materinya digodok lebih dalam di studio, biar hasilnya lebih mateng dan tracklist akhir lebih kebentuk maksimal.(Peanhead)