ALICE ‘Derai’ EP Review
Disaster Records. February 13th, 2026
Hardcore

Kumpulan pendekar chaotic hardcore asal Bandung, ALICE, kembali menegaskan eksistensinya lewat perilisan mini-album/EP bertajuk ‘Derai’ pada 13 Februari 2026 lalu. Kolektif yang sudah berdiri sejak tahun 2005 ini sebenarnya sempat beberapa kali menghilang (dalam tanda kutip), setelah melewati fase super produktif sepanjang 2010 hingga 2015, periode di mana mereka melahirkan ‘Konsorsium Humaniora’ (2010), split bersama WICKED SUFFER (2012), serta Self Titled EP dalam format 7 inchi (2013). Setelah periode keemasan itu, ALICE memilih untuk menepi cukup lama sebelum akhirnya comeback pada tahun 2019 lewat perilisan single “YOUR BELOVED HEX”. Namun, takdir sepertinya berkata lain karena segala rencana sepertinya harus terhenti gara-gara global pandemic, dan kebangkitan ALICE akhirnya baru benar-benar terealisasikan pada akhir 2024, yang ditandai dengan penampilan mereka di DISASTER SHOWCASE VOL 36, berbagi panggung dengan GODLESS SYMPTOMS, IRON VOLTAGE, PELTERAS, ROUNDER, dan SUNLOTUS, yang disusul dengan rentetan penampilan mereka di berbagai panggung, baik di dalam maupun luar negeri.

Berisikan tiga buah lagu, “[,]”, “Tanpa Jelaga” dan “Abstrak Anomali”, ‘Derai’ bisa dibilang sangatlah berhasil dalam merangkum dengan presisi segala esensi ALICE. Pendengar langsung dihantam dengan nomor pembuka tanpa basa-basi yang dijamin mampu menendang bokong, tentu dengan manuver yang sulit diterka seperti selipan nge-jazz singkat selama lima detik, hingga 33 detik terakhir yang sebenernya bisa dijadikan ancang-ancang untuk wall-of-death atau minimal slam dance lah, namun akhirnya malah dihentikan secara abrupt, jadi inget dulu celetukan orang di sebelah gua pas nonton mereka di Rossi Fatmawati beberapa tahun lalu, yang berujar secara terang-terangan “ini gimana cara moshing-in nya”, karena memang ALICE paham betul bagaimana cara memainkan ekspektasi pendengar.
Lagu kedua “Tanpa Jelaga”, punya nuansa post-hardcore/emo yang cukup kuat. Sempat kepikiran kalau ini semacam efek pengaruh silang dari COLLAPSE ke ALICE, mirip bagaimana SOILWORK perlahan menyerap sensibilitas melodic rock ala THE NIGHT FLIGHT ORCHESTRA. Tapi kemudian gue keinget kalau ALICE pernah merekam cover “In The Name Of Forgiveness, I’ll Be Leaving This Secret With You” milik PITFALL, jadi benih-benih post-hc ini sebenarnya sudah tertanam sejak lama. Bedanya, di sini ALICE jauh lebih berani memainkan clean vocal, sampai bisa bikin pendengar awam terkecoh setengah lagu pertama, karena baik garis melodi maupun harmoni yang dipakai memang tajam dan langsung nusuk. Sebagai lagu terakhir ALICE kembali lagi menyajikan nomor hardcore yang tentunya penuh kekacauan, yang kali ini punya durasi lebih panjang dari lagu pertama, jadi bakalan lebih maksimal dalam bikin kelojotan. Meskipun 3 materi yang dihadirkan dijamin nendang semua, tapi karena EP atau lebih tepatnya maxi-single ini cukup singkat, yang ditotal hanya berdurasi hampir delapan menit, cocoknya mungkin jadi appetizer saja sebelum nanti album penuh-nya datang di kemudian hari, dan semoga saja hari itu datang gak lama-lama amat.(Peanhead)
8.5 out of 10