NEUROSIS ‘An Undying Love for a Burning World’ ALBUM REVIEW
Neurot Recordings. March 20th, 2026
Post-metal

Pasca terkuaknya kabar bahwa vokalis sekaligus gitaris, Scott Kelly, telah diberhentikan secara tidak hormat dari NEUROSIS pada tahun 2019, yang baru terungkap kurang lebih tiga tahun setelahnya, setelah Scott Kelly curhat dan mengakui dosa-dosanya di fesnuk, lalu keesokannya direspons pernyataan dari pihak band secara lebih gamblang. Masa depan NEUROSIS tentunya jadi tanda tanya besar di kalangan para fans mereka, karena gak ada statement yang benar-benar konkrit dari band, ditambah lagi pada Januari 2025, drummer Jason Roeder mengumumkan bahwa ia memutuskan untuk pensiun dari segala urusan tur, dan akan menjual peralatan musik yang ia punya, yang tentunya langsung membuat para pendengar setia pionir aliran post-metal ini semakin ketar-ketir, akan kejelasan nasib NEUROSIS. Tanpa ada ancang-ancang, tanpa ada pemberitahuan, bagai petir di siang bolong. Bulan lalu NEUROSIS secara sekonyong-konyong shadow dropping album baru mereka, ‘An Undying Love for a Burning World’ yang tentunya langsung membuat gempar jagat permetalan dunia.

Sepertinya Steve Von Till, Jason Roeder, Dave Edwardson, dan Noah Landis sudah paham betul, kalo misalkan album kedua belas mereka diumumin dari jauh-jauh hari, yang didebatkan orang bakalan: siapakah orang yang pantas untuk menggantikan Scott Kelly, atau malah gak perlu diganti sama sekali, alias tokk jadi berlima saja, yang tentunya bakal membuat impact ‘An Undying Love for a Burning World’ bakal dibayang-bayangi debat kusir di kalangan fans mereka sendiri. NEUROSIS pun tak main-main dalam menunjuk personil baru, karena mereka mendapuk Aaron Turner, sosok pentolan ISIS, yang merupakan sesama pionir aliran post-metal, sekaligus orang penting dibelakang band-band ngeri kayak SUMAC, OLD MAN GLOOM dan GREYMACHINE. Dampak positif kedatangan Aaron Turner di NEUROSIS, langsung terdengar secara gamblang di nomor-nomor awal ‘An Undying Love for a Burning World’. Setelah intro berisikan pernyataan lantang “The separation that burns our hearts, Is the root of all our disease…” dalam “We Are Torn Wide Open”, NEUROSIS langsung menghentak tanpa permisi lewat “Mirror Deep”, yang menurut gue track pembuka paling galak band ini, sejak “The Doorway” dari ‘Times of Grace’ (1999).
Aaron Turner sendiri tak sekedar jadi pemain pengganti belaka yang hanya ikut manut arahan para personil lama, karena NEUROSIS dengan secara maksimal mengutilisasikan visi kreatif dan kapabilitasnya. Tak hanya mengisi vokal, gitar, art direction, layout, sampe gambar sampul doang, ia sepertinya sangat berkontribusi besar dalam proses penulisan album baru, karena gue banyak menunjukkan instance dimana gaya penulisan mantan frontman ISIS ini lumayan bersinar, yang jejaknya saat terasa dalam “First Red Rays”, “Seething and Scattered”, dan “In the Waiting Hours”. Meskipun begitu ‘An Undying Love for a Burning World’ masih terdengar sangat NEUROSIS, entah dari tekstur gitar beserta bass yang sudah sangat idiosyncratic dari akhir 1990’an, cengkok serangan drum Jason Roeder, struktur lagu ekspansif, pola dalam membangun tension dan build-up, sampai corak layering tiap-tiap lapisan sonik.
Keputusan NEUROSIS untuk merekrut Aaron Turner, tentunya merupakan salah satu langkah pencarian personil pengganti paling brilian dalam sejarah musik metal beberapa tahun terakhir, bersaing dengan keputusan NEVERMORE merekrut Berzan Önen tahun lalu. Karena ‘An Undying Love for a Burning World’ menurut gue sangat pantas disebut sebagai album terbaik NEUROSIS sejak ‘A Sun That Never Sets’ (2001), dimana album ini menampilkan wujud NEUROSIS yang sedang berada dalam puncak performa terbaik mereka dalam dua dekade terakhir. Mau itu lagu berdurasi agak pendek kayak “Untethered”, sampai penutup kolosal berdurasi hampir 17 menit, “Last Light” sekalipun, semua aransemennya berhasil menghipnotis saya, untuk menekan tombol replay album ini berkali-kali tanpa terkendali, walaupun durasi album diatas satu jam. 2026 memang baru jalan empat bulan, tapi gue sih udah yakin seyakin-yakinnya kalau ‘An Undying Love for a Burning World’ bakalan bertengger posisi paling atas ketika periode penyusunan album of the year list sudah bergulir nanti. Karena ‘An Undying Love for a Burning World’ tak hanya menampilkan karya terbaik NEUROSIS sejak era klasik sekaligus layak jadi kandidat album terbaik tahun ini, tapi juga berpotensi jadi salah satu album metal terbaik sepanjang masa.(Peanhead)
10000 out of 10