fbpx

MOVIE REVIEW: ALTERED (2006)

ALTERED
Sutradara: Eduardo Sánchez
USA (2006)

Review oleh Tremor

Tujuh tahun setelah kesuksesan film horor indie berbajet mikro berjudul The Blair Witch Project, satu dari dua sutradara The Blair Witch Project yaitu Eduardo Sánchez mencoba membuat film solo perdananya yang berjudul Altered. Meskipun Blair Witch selalu dikenal sebagai salah satu pendorong trend teknik found-footage, namun Altered adalah sebuah karya dengan pendekatan yang berbeda. Altered merupakan film sci-fi horror / body horror bertemakan alien abduction dengan konsep yang cukup original dan berbeda dari film bertema penculikan alien pada umumnya, dengan bajet sedikit lebih besar dibandingkan karya debutnya terdahulu. Awalnya, Altered direncanakan sebagai film horor komedi dengan judul “Probed”, namun Eduardo Sánchez yang juga menulis film ini dibantu oleh penulis naskah Jamie Nash mengubahnya menjadi film monster yang serius dan cukup gore namun tetap menghibur.

Lima belas tahun yang lalu, sekelompok sahabat remaja redneck dari pedesaan bernama Cody, Duke, Otis, Timmy dan Wyatt diculik oleh alien. Setelah mereka semua dilepaskan, Timmy yang merupakan adik dari Cody meninggal dengan kondisi mengenaskan karena dampak dari eksperimen yang dilakukan oleh para alien. Insiden penculikan ini meninggalkan trauma dengan cara yang berbeda-beda bagi mereka semua. Beranjak dewasa, Cody, Duke dan Otis kembali berkumpul dan bertekad menghabiskan hidup mereka untuk membalas dendam. Selama bertahun-tahun, hampir setiap malam mereka kembali ke lokasi penculikan untuk mencoba menangkap salah satu penculik mereka saat remaja dulu. Tanpa diduga, suatu malam mereka berhasil menangkap salah satu alien humanoid itu hidup-hidup untuk pertama kalinya. Ketiganya segera membawa alien yang sudah diikat itu ke kediaman Wyatt yang sudah bertahun-tahun hidup bersembunyi paranoid, namun sudah mempersiapkan pertahanan diri yang cukup kalau-kalau para alien datang kembali. Apa yang harus mereka lakukan terhadap makhluk ini kemudian menjadi fokus cerita, sambil sesekali mengungkapkan backstory masa lalu mereka melalui percakapan-percakapan. Akhirnya mereka semua menyadari bahwa menangkap alien ini adalah sebuah kesalahan besar. Pertama, jika mereka membunuh makhluk luang angkasa ini, seluruh ras alien tersebut akan menyatakan perang dan membasmi umat manusia. Namun jika mereka tidak membunuhnya, keselamatan mereka sangat terancam karena alien jahat yang kejam dan buas ini juga memiliki kemampuan mengontrol pikiran yang bisa membuat mereka semua saling bunuh satu sama lain. Sandera mereka terbukti jauh lebih berbahaya dan mengancam dari yang mereka bayangkan.

Altered adalah film yang dibuat dengan baik, dengan kisah yang unik untuk sebuah film horor bertema alien. Kalau biasanya film bertema alien abduction berkisah tentang mengerikannya dikuntit dan diculik oleh alien, Altered justru membuat kisah yang sebaliknya: para korban penculikan menculik balik penculiknya. Sebagai film indie berbajet rendah dengan jalur distribusi kecil, Altered bagaikan sebuah harta karun yang mengejutkan dengan naskah yang cukup bagus, serta pengembangan karakter yang biasanya diabaikan dalam film-film horor kelas B pada umumnya. Contohnya, salah satu karakter yang berperilaku paling menyebalkan dan didesain untuk tidak disukai di setengah awal film berjalan, pada akhirnya justru mengundang simpati. Secara keseluruhan, semua karakter dalam film ini juga cukup menyenangkan dan akan membuat penonton khawatir dengan keselamatan mereka. Penulisan film ini juga memungkinkan penonton untuk memahami motivasi kuat yang mendasari tindakan balas dendam mereka. Berburu monster luar angkasa yang kejam selama bertahun-tahun mungkin terdengar seperti tindakan yang konyol dan buang-buang waktu, namun saat kita memahami bagaimana insiden penculikan lima belas tahun sebelumnya membuat hidup para karakter film Altered begitu hancur di masa dewasanya, membuat obsesi perburuan alien menjadi satu-satunya hal yang bermakna dalam hidup mereka. Kebencian mereka terhadap ras alien sangat beralasan. Selain itu, saya juga menyukai pace film ini. Sejak dimulai, Altered sudah membangun suasana menegangkan yang terus bereskalasi hingga filmnya selesai, meskipun klimaks film ini tidak sekuat keseluruhan film.

Dilihat dari minimalisnya cast Altered, dan hampir seluruh kejadian dalam film ini berlokasi di satu tempat saja, yaitu kediaman Wyatt, Altered jelas memiliki anggaran yang sangat terbatas. Namun Eduardo Sánchez berhasil mengelola anggarannya dengan sangat baik dan efektif. Keputusan paling bijaksana dari Sánchez adalah memaksimalkan anggarannya untuk penggunaan special effect yang tampak menganggumkan. Saat akhirnya wujud sang alien muncul seutuhnya dalam film ini, kita bisa melihat betapa jahat dan berbahayanya mahkluk ini dari desainnya. Seluruh desain alien, body horror dan adegan gore dalam Altered dibuat menggunakan special makeup effect tradisional, yang memang lebih mahal dari penggunaan CGI, namun tampak sangat real. Para penggemar efek gore juga tidak akan kecewa. Meskipun Altered bukanlah film yang banjir darah seperti Evil Dead ataupun Braindead, tapi adegan gore dalam film ini tetap tampak real dan menyakitkan. Bisa dibayangkan betapa buruknya film ini seandainya Sánchez memutuskan untuk berhemat dan menggunakan CGI pas-pasan sebagai solusi finansial. Mungkin satu-satunya penggunaan efek komputer dalam Altered ada pada bagian ending-nya, yang memperlihatkan sebuah pesawat luar angkasa para alien dengan bentuk yang tampak konyol.

Altered adalah film sci-fi horor yang menghibur dengan premis yang menarik dan penuh ketegangan. Durasinya yang hanya sekitar 80 menit membuat film ini tidak membuang banyak waktunya untuk adegan-adegan tidak penting dan membosankan. Altered mungkin bukanlah film yang sempurna. Namun dengan keterbatasan anggaran yang ada, menurut saya sutradara Eduardo Sánchez bekerja dengan baik dan sangat berhasil menciptakan film horor yang efektif dan solid, ditambah penulisan yang cukup baik, membuat saya terus penasaran hingga film ini berakhir. Altered (dan The Blair Witch Project) adalah bukti bahwa film horor beranggaran rendah kadang bisa jauh lebih efektif daripada film horor blockbuster beranggaran jutaan dollar. Film ini jelas saya rekomendasikan bagi para penggemar horror extra-terrestrial, body horror dan gore.