fbpx

ALBUM REVIEW: SPIRITBOX – ETERNAL BLUE

SPIRITBOX ‘Eternal Blue’ ALBUM REVIEW

Pale Chord. September 17th, 2021

Metalcore

Debut album SPIRITBOX, ‘Eternal Blue’, yang dilepas ke pasaran pada akhir tahun 2021 kemaren, bisa dibilang merupakan rilisan paling nge-hype tahun lalu, penjualanya lumayan fantastis dan memuaskan di US, UK, Australia dll, selain itu ‘Eternal Blue’ banyak nangkring di posisi teratas end of the year list berbagai media cetak/daring, mulai dari Kerrang!, Metal Hammer, Revolver, Loudwire, hingga PopMatters, kunci sukses SPIRITBOX tentunya karena mereka mampu menggaet pendengar diluar basis penggemar aliran metalcore, dan sebelum perilisan ‘Eternal Blue’, channel youtube SPIRITBOX tergolong aktif dengan jumlah view yang bisa bikin band-band lain minder, belum lagi reaction video­-nya lumayan menjamur, yang tentunya turut mendongkrak popularitas grup asal Kanada ini. Courtney LaPlante dan Mike Stringer jelas bukan orang baru di scene musik keras apalagi industry plant, kayak banyak musisi/band jaman sekarang yang cepet melejit, sebelum membentuk SPIRITBOX, keduanya sempat memperkuat IWRESTLEDABEARONCE, dimana Courtney mengisi vokal dua album terakhir grup mathcore sinting tersebut (‘Late For Nothing’ dan ‘Hail Mary’), dan melesatnya nama SPIRITBOX pun gak ujug-ujug langsung ngetop, dari awal karir mereka sudah bergerilya secara diy, diawali dengan self-titled EP dan dilanjutkan dengan lima buah single digital yang pelan tapi pasti mengangkat grup besutan duo suami-istri ini.

Komposisi metalcore yang diusung SPIRITBOX sebenarnya bisa dibilang rada kurang orisinil, benang merah-nya bisa ditarik dari grup djent khususnya TESSERACT, dengan sensibilitas pop kental ala ISSUES, hal tersebut membuat ‘Eternal Blue’ terdengar biasa-biasa aja pas pertama kali dengerin albumnya waktu masih anget-anget baru rilis, gak sebanding lah sama hype-nya di media, label progressive metal/metalcore kayaknya rada kurang tepat sih buat album ini, karena secara keseluruhan materi ‘Eternal Blue’ belum jauh dari format standard metalcore yang sering diputer di radio-radio alternative/playlist modern rock/metal Spotify. Saya sengaja mengabaikan album ini beberapa bulan, agar ekspektasi udah turun pas mau dengerin lagi, dan hasilnya reaksi telinga ogut masih tidak jauh  beda dari hasil pendengaran pertama dulu, ‘Eternal Blue’ dibuka cukup menjanjikan dengan ‘Sun Killer’ yang punya aransemen lumayan catchy, tapi sayangnya dua lagu berikutknya dari segi kualitas menurun drastis, “Hurt You” yang menjadi single pamungkas, terdengar terlalu generik, trek selanjutnya, “Yellowjacket”, yang mengundang Sam Carter (ARCHITECTS), memang jauh lebih keras dari track sebelumnya, namun tetap terasa kelewat medioker, untungnya setelah dua track tersebut, ‘Eternal Blue’ terselamatkan oleh “The Summit” dan “Secret Garden”, dua-duanya medok sekali aroma pop-nya namun disokong eksekusi yang lebih dapet.

Meskipun jumlahnya tidak banyak, SPIRITBOX menyelipkan lagu heavy metalcore biar gak nge-pop melulu, Silk In The Strings” yang groovy as fukk dan “Holy Roller” yang menjadi lagu paling brutal dari album ini, lima track yang tersisa masih mengikuti formula yang tak jauh berbeda, hanya saja “We Live in a Strange World” dan “Circle With Me” menurut saya agak kurang greget, jatohnya kayak lagu-lagu cover-an di serial kompilasi Punk goes pop rilisan Fearless Records, sedangkan “Eternal Blue”, “Halcyon”, dan “Constance” tergolong lebih berhasil perpaduan metalcore/djent dan musik pop modern-nya alias tidak hambar dan memorable, kalo soal produksi ya begitu dah… sama kayak mayoritas rilisan metalcore kekinian (mentok di DR 4), bahkan hasil mastering dari Jens Borgen pun tak mampu menyelamatkan ‘Eternal Blue’ yang kelewat loud dan tidak dynamic, gebukanya drum-nya terlalu datar dan kedepan, dan betotan bass nya hampir tak kedengeran sama sekali, padahal Daniel Braunstein bisa mencontek blueprints dari “Sonder” (TESSERACT) dan “Headspace” (ISSUES), yang punya sound mewah/lebar dan tak penuh sesak kayak angkot pas lagi rush hour. Ya memang ‘Eternal Blue’ masih jauh dari hype dan ekspektasi saya, namun kesuksesan SPIRITBOX yang bisa menembus pasar mainstream tanpa sokongan major label saya rasa sangat penting buat grup lain yang mau menggunakan strategi yang sama, selain itu mereka bisa menjadi gateway ke aliran keras bagi generasi-generasi sekarang, sama seperti KORN, SLIPKNOT, LINKIN PARK, dan SYSTEM OF A DOWN, yang secara langsung mempengaruhi taste musisi/pendengar musik sekarang yang gede di era 2000’an. (Peanhead)

7.0 out 10